Selasa, 22 November 2011

PELIT KEPADA SUAMI

Hanya Allah yang menentukan rizki kepada hambanya,Dia yang menahannya dan Dia juga yang membagikannya. Mengandung hikmah agung  yang hanya Allah semata yang mengetahuinya. Sebab,dia maha mengetahui hamba-hamba-Nya dan maha menyaksikan keadaan mereka.

Tanggung jawab mencari nafkah dalam keluarga dibebankan kepada suami sesuai dengan kemampuannya. Sebagaimana firman Allah yang artinya :"Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.(QS.Ath-Thalaq : 7)

Maka dari itu,hendaklah bagi para suami memperhatikan tugas mencari nafkah sehingga ia tidak menelantarkan istrinya atau tidak menyantuninya padahal mampu untuk melakukannya. Rasulullah bersabda yang artinya :"Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban kepada setiap pemimpin atas apa yang dipimpinnya,menjaganya atau menelantarkannya sampai Allah bertanya kepada seorang suami tentang keluarganya. (HR.Ibnu Hibban)

Rasulullah menekankan kepada suami untuk memberi nafkah yang baik kepada istrinya dengan bersabda yang artinya :"Sesuatu yang engkau nafkahkan untuk dirimu adalah sedekah bagimu,sesuatu yang engkau nafkahkan untuk anakmu adalah sedekah bagimu,dan sesuatu yang engkau nafkahkan kepada istrimu adalah sedekah bagimu.
(Hadist Shahih)

Terkadang keadaan perekonomian suamimu terpuruk dan tergolong orang fakir,maka dalam keadaan ini memaksa keluarga untuk menekan pengeluaran rumah tangga dan mengaturnya dengan bijak. Maka janganlah engkau terpedaya rayuan setan untuk menyelisihi keputusan suamimu,yang sebelumnya sangat anda taati,dan janganlah
merasa bosan dengan kehidupannya pada masa terpuruk tersebut,terlebih lagi jika kondisi kamu termasuk orang yang berpenghasilan atau kondisi kepemimpinan perekonomian rumah tangga dipegang olehmu dan anda berpenghasilan cukup,sedangkan
suami dalam keadaan terpuruk.

Keadaan seperti ini dapat menimbulkan perasaan salah bagi suami dan menimbulkan kebencian. Ketahuilah bahwa kehidupan ini adalah kompetisi antara miskin dan kaya,antara kaya dan miskin dan seterusnya selalu berganti.

Jadilah anda penolong suami dalam memelihara kehidupan rumah tangga,dan bantulah suami anda karena ia merupakan bapak dari anak-anak anda. Disebutkan dalam hadist shahih,dari Asma binti Abu Bakar Ash-Shidiq berkata,"Az-Zubair menikahiku dalam keadaan ia tidak memiliki apa-apa kecuali hanya seekor unta dan seekor kuda. Akulah yang memberi makan dan minum kudanya. Aku yang menimbakan air untuknya dan mengadon tepung untuk membuat kue. Aku yang memikul biji-bijian diatas kepalaku dari tanah milik Az-Zubair yang diserahkan oleh Rasulullah sebagai bagiannya,dan jarak tempat tinggalku dengan tanah tersebut 2/3 farsakh,sehingga bapakku mengirim untukku seorang budak."


Berikut ini riwayat Zainab Ats-Tsaqafiyah istri Abdullah bin Mas'ud yang menuturkan bahwa Rasulullah bersabda,"Bersedekahlah kamu wahai kaum wanita meskipun dari perhiasan kamu." Begitu saya kembali kepada Abdullah,saya katakan padanya,"Engkau adalah seorang lelaki yang tidak mempunyai banyak harta,sedang
kan Rasulullah telah memerintahkan kami supaya bersedekah. Oleh karena itu pergilah berjumpa baginda dan tanyakanlah sekiranya benar begitu yaitu adakah memadai (diperbolehkan) diriku bersedekah kepadamu. Sekiranya tidak,aku akan memberikannya kepada orang lain." Zainab berkata,Abdullah berkata kepadaku,"
Engkau sahajalah yang pergi menemui baginda !" Zainab berkata,"Lalu aku pun berangkat. Ternyata dihadapan pintu rumah Rasulullah sudah ada seorang wanita
dari golongan Anshar yang sama tujuannya denganku. Zainab berkata lagi,"Rupanya pada waktu itu Rasulullah merasa segan." Zainab berkata,"Lantas bilal keluar menemui kami. Kami pun berkata kepadanya,"Temuilah Rasulullah dan sampaikan kepada baginda bahwa ada dua orang wanita dihadapan pintu yang ingin bertanya : Adakah memadai sedekah mereka berdua diberikan kepada suami mereka
dan kepada anak-anak yatim yang berada dalam tanggungan mereka? Tetapi janganlah beritahu siapa kami. 'zainab berkata : Lalu bilal masuk menemui Rasulullah dan beliau bertanya kepada Bilal,"Siapakah mereka berdua? Dia menjawab : Seorang wanita dari golongan Anshar dan Zainab. Rasulullah bertanya : yang satu
Zainab siapa? Bilal menjawab : Istri Abdullah. Rasulullah bersabda kepadanya :Mereka berdua mendapatkan dua pahala,yaitu pahala karena ikatan kerabat dan pahala sedekah itu sendiri. (HR.Al-Bukhari Muslim)


ANTARA BAKHIL DAN SETAN.

Infaq dan sedekah termasuk perbuatan baik dan mulia,dimana Allah pasti akan membalasnya pula dengan kebaikan,karena perbuatan baik itu menumbuhkan kecintaan dalam hati dan menjadikan jiwa saling bersatu. Dalam berinfaq terdapat keimanan yang menyatakan bahwa Allah adalah pemberi rizki,dan kekayaan Allah tidak akan pernah sirna.

Sedangkan kikir menumbuhkan dendam kesumat,permusuhan dan dengki dalam hati,kikir telah menghancurkan kaum terdahulu dan telah merobohkan puing-puing rumah kaum terdahulu. Allah berfirman,"Dan barangsiapa yang terpelihara dari kekikiran dirinya,maka merekalah orang-orang yang menang. (QS.At-Thaghabun:
16)

Rasulullah bersabda,"Siapa yang bersedekah seukuran kurma dari usaha yang baik,maka Allah menerima dengan tangan kanan-Nya,kemudian menumbuhkannya bagi pemiliknya sebagaimana kalian menumbuh-kembangkan anak kuda,hingga seperti gunung. (Muttafaq Alaih)

Kikir atau tamak adalah penyakit kronis yang jika terlepas dari pelakunya ia masih dapat menjerumuskan pelakunya kepada perbuatan yang sia-sia. Orang yang kikir dimurkai Allah dan dibenci keluarganya,begitulah wanita yang kikir.Orang yang dermawan akan dido'akan orang lain agar mendapat kebaikan dan tetap
mendapat nikmat. Namun orang kikir akan dido'akan orang lain agar pailit dan hancur. Orang yang dermawan berada disamping Allah di Jannah kelak,sedangkan orang yang kikir tidak dapat memasukinya.

TIPUAN ATAS NAMA SENI

Seni adalah sebuah kata yang pendek susunan hurufnya namun besar maknanya,karena didalamnya mengandung ilmu dan pengalaman yang digunakan untuk memberikan manfaat kepada orang,dan sebaik-baik manusia adalah orang yang memberikan manfaat bagi orang lain,dan digunakan untuk menjelaskan ajaran islam agar dapat dicerna hati masyarakat islam. Seni ini secara khusus adalah seni yang bermakna benar dan tepat.

Akan tetapi sangat disayangkan,kita mendapatkan orang yang berekspresi dan aktif meninggikan suaranya dan disebut seniman yang membuat terkesima orang.

Ada seorang wanita atau pemudi yang menderita kesempitan hidup bekerja sebagai penyanyi,jika ia diberikan kesempatan dia juga menari sehingga membuka auratnya secara umum dan lebih khusus dan mempertontonkan buah dadanya. Dan anehnya wanita yang bermaksiat seperti ini disebut seniman,padahal Rasulullah pernah bersabda yang artinya,"Terlaknatlah seorang wanita yang makan dari keindahan kedua buah dadanya."

Pemahaman seni seperti persepsi diatas telah familiar ditelinga masyarakat,dan permainan iklan dalam rangka menyebarkan persepsi tersebut bersembunyi dibalik nama seni dan kemajuan,kebebasan wanita,dan terkadang sembunyi dibalik nama kebebasan berekspresi. Wahai saudariku,apakah membuka auratmu didepan para pemuda dan berlenggak-lenggok kekanan dan kekiri pantas disebut dengan seni,
dan apakah dengan seni itu engkau sedang membangun masyarakat padahal melanggar ajaran dan jauh dari moral dan etika?

Apa manfaatnya jika slogan seni itu hanya untuk mencari kesenangan semu yang membuat merosot pengetahuan dan terjerembab kedalam lubang kebodohan? Bagaimana daulah islam akan tegak jika pemudi kita rusak dan akal pemuda kita dangkal lantaran seni? Demi allah,seni yang demikian itu tercela dan membantu setan
untuk menghancurkan kader-kader muda dan merusak tatanan keluarga.

Saudari muslimah....

Janganlah engkau tertipu dengan hiburan yang dusta dan kesenian yang menipu,dan ketahuilah bahwa seni itu adalah adab terpuji yang dapat menjaga kemuliaan seorang laki-laki dan menjaga martabat wanita. Campur baur lawan jenis,membuka aurat,dan perhiasan yang menipu adalah tipu daya bagi wanita atas nama seni,padahal semua hal itu adalah tipu daya setan untuk menjauhkan wanita dari jalan yang lurus menuju jalan yang keji.

Seluruh hal itu adalah bentuk kemaksiatan kepada Allah dan Rasul-Nya,dan memerangi segala perbuatan baik serta mengukuhkan perbuatan keji. Takutkah kita terhadap ancaman Allah dalam Al-Qur'an yang artinya,"Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di
antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (QS.Al-Anfal:25)

Sesungguhnya Allah telah menentukan batasan dan aturan yang harus kita taati,dan Allah menentukan perintah yang harus kita lakukan dan menentukan larangan yang harus kita tinggalkan. Allah berfirman yang artinya,"Dan barangsiapa melanggar hukum-hukum Allah,maka sungguh dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. (QS.Ath-Thalaq:1)

Rasulullah bersabda,"Permisalan antara orang yang menegakkan hukum-hukum Allah dengan melanggarnya seperti suatu kaum yang menaiki perahu,sebagiannya berada di geladak atas dan sebagian yang lain berada di geladak bawah. Jika orang-orang yang berada di geladak bawah kehausan mereka harus melewati orang yang
diatasnya,karena itu mereka mengatakan,"kita kita lubangi saja perahu ini,kita tidak akan mengganggu orang yang diatas kita". Bila orang yang diatas membiarkan,tidak mau menegurnya maka akan gtenggelam semuanya. Namun jika mereka menghalanginya maka akan selamat semuanya". (HR.Al-Bukhari & At-Tirmidzi)

Barangsiapa yang berbuat baik kepada selainnya,Allah akan berbuat baik kepadanya,dan barangsiapa yang berbuat buruk kepada orang lain,maka Allah murka kepadanya. Bertaqwalah kepada Allah dengan kecantikan dan kekayaanmu. Aku mendapati saudari muslimah yang baik adalah seorang yang mencermati firman
Allah "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri Akhirat,dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik
kepadamu,dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS.Al-Qashash:77)

Jadilah engkau wahai saudariku orang yang berbuat baik,dan janganlah engkau menjadi orang yang berbuat buruk. Semoga Allah senantiasa membalas kebaikanmu.

KHULWAH DENGAN LAWAN JENIS

Saudari muslimah....

Allah akan selalu berkehendak bahwa islam dapat menjaga kemuliaanmu dan menjaga
harga dirimu,karena tujuan syariat Islam adalah untuk menjaga agama,akal,harta,kemuliaan dan jiwa.

Allah telah menentukan setiap laki-laki dan wanita mempunyai sifat dan karakter sendiri yang berbeda satu sama lainnya,akan tetapi dengan perbedaan itu bertujuan  untuk saling melengkapi,dan Allah menghalalkan seorang laki-laki menikmati
seorang wanita,dan wanita menikmati laki-laki. Allah berfirman yang artinya,"
Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri,supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya,dan dijadikan -Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesunngguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.(QS.Ar-
Rum:21)

Allah menyatukan antara laki-laki dan wanita dengan suatu ikatan yang menuntut untuk saling memberikan hak dan kewajiban dan menjadi pondasi kuat untuk membina keluarga muslim. Dan Allah tidak membiarkan kita hidup dihutan atau Allah tidak menyamakan kita dengan kehidupan binatang.

Meremehkan atau menyelisihi ajaran dan etika Islam yang berhubungan antara laki-laki dan wanita tidak akan menimbulkan melainkan suatu keburukan,dan tidakmenimbulkan sesuatu kecuali penyelewengan dan buahnya tiada lain adalah kerusakan.


KHULWAH DAN SETAN

Saudari Muslimah....

Maksud pembahasan ini adalah khulwah antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram atau seorang wanita berkhulwah dengan laki-laki yang bukan mahram.Tidaklah seorang wanita berkhulwah dengan laki-laki yang bukan mahram melainkan setan menyertainya. Oleh sebab itu iblis berkata dalam untaian nasihatnyakepada Musa,"Janganlah seorang laki-laki berkhulwah (menyendiri) dengan
wanita yang bukan mahram,karena aku adalah utusan penyebar fitnah darinya dan untuknya. Dan utusan fitnah wanita untuk laki-laki."

Al-Qur'an Al-Karim menerangkan kepada kita kisah nabi Yusuf yang terlepas dari jeratan fitnah Zulaikha istri raja Mesir,padahal pada waktu itu nabi Yusuf masih usia remaja yang terbeli,sehingga tugasnya adalah mengabdi kepada tuannya yang bernama Zulaikha. Ketika pintu-pintu istana tertutup,setan menggoda Zulaikha istri raja Mesir untuk menyerahkan tubuhnya kepada Yusuf. Namun Nabi Yusuf tidak menuruti kemauannya dan tidak memulai melakukan keburukan itu meskipun ia melihat tipu daya Zulaikha itu di depan
mata. Allah berfirman yang artinya,"Dia menutup intu-pintu,seraya berkata,
"Marilah kesini". Yusuf berkata,"Aku berlindung kepada Allah". (QS.Yusuf:23)

Sebagai bentuk kehati-hatian,laranglah seorang laki-laki berkhulwah dengan wanita yang bukan mahram karena jika dilihat dan didengar wanita dan laki-laki lain akan menimbulkan kecurigaan,seperti:Siapa yang dikamar bersama anak gadismu? Seorang bapak menjawab : Dia bukan orang asing melainkan
guru pelajaran anu...! Dia tidak tahu bahwa setan bersamanya. Dan lebih aneh lagi,ibunya ikut membantu menutup pintu dengan alasan agar tercipta keseriusan. Hal ini adalah bentuk kebodohan terhadap urusan agama.

Orang lain bertanya,siapa orang yang bersama istri kamu ketika kamu pergi?Dia menjawab : Itu pamannya si fulan yang memang dalam beberapa waktu duduk bersamanya. Kemudian ia bertanya lagi : Bukankah ia bukan mahram? Suami itu menjawab dengan tertawa : Jangan bodoh,dia itu anak dari paman dan orangnya baik serta dapat dipercaya. Suami ini sangat bodoh terhadap adab-adab Islam.

Ada juga orang yang menilai bahwa saat ada tamu suami masuk,dan ditanyakanpadanya,"Siapa dia"? Suami itu menjawab,"Bukan siapa-siapa,ia teman keluarga dan temannya si fulan dan ia seorang yang beradab,dan selalu aku persilahkan ia masuk kerumahku baik aku sedang dirumah atau diluar rumah. Suami ini benar-benar sangat bodoh terhadap urusan Agama.

Ada kejadian aktual yang berkaitan dengan fenomena diatas. Seorang dokter kedatangan temannya untuk silaturrahim. Suatu saat istrinya berkata kepada suaminya,temanmu datang mencarimu. Dokter itu menjawab,"Persilahkan ia masuk,dan tempatkan ia ditempat istirahat (kamar tamu) lalu hadirkan minuman dan makanan". Setelah beberapa hari dan merasa terbiasa,teman dokter itu
bertanya kembali (saat dokter tidak berada dirumah). Kemudian istri dokter itu menghampirinya sedangkan teman suami itu sedang duduk dikebun rumah,ia datang dengan menggunakan pakaian tidur untuk menghadirkan minuman,kemudian bercakap-cakap lalu setan datang menggoda dengan memperindah percakapan,sehingga teman dokter itu terkesima melihat tubuhnya,dan istri dokter pun terkesima kepadanya. Lalu keduanya masuk kesebuah aula,kemudian
ke kamar tidur. Kemudian dokter itu datang dan bertanya kepada anaknya yang masih kecil,dimana mama? Anak itu menjawab,"Bersama paman didalam. Lalu dokter itu masuk kedalam dan tidak menemukan istrinya. Kemudian ia melihat kamar tidurnya,ia mendapatkan istrinya berada dalam pelukan temannya. Akhirnya dokter itupun menceraikan istrinya. Ketika istri itu ditanya kenapamelakukan perbuatan hina itu,ia menjawab,"Suamilah penyebab aku melakukan
perbuatan ini,ia meninggalkan aku sehingga setan mendatangiku dan menjerumuskanku melakukan hal ini".

Saudari muslimah....

Marilah kita bersama merenungkan sabda Rasulullah tentang haramnya berkhulwah(menyendiri) dengan orang bukan mahram,beliau bersabda,"Janganlah seorang laki-laki berkhulwat dengan seorang wanita meskipun untuk mengajarkan Al-Qur'an". Para Sahabat bertanya,"Wahai Rasulullah meskipun seorang wanita itu shalihah? Rasulullah menjawab," Ya,meskipun ia Maryam bin Imran sekalipun.
Rasulullah bersabda,"Janganlah sekali-kali seorang pria berkhalwat dengan wanita,karena orang ketiganya adalah setan. (HR.Abu Dawud)

Diantara malapetaka yang menimpa keluarga kita adalah panjangya waktu perkenalan dengan alasan bahwa pelamar dan yang dilamar harus menjalani masa perkenalan agar saling memahami satu sama lain,kemudian pelamar memohon kepada keluarga wanita yang akan dilamar untuk membawa anaknya keluar menemaninya pergi ketaman,menonton film di bioskop dan berpacaran sehingga keduanya
duduk bersampingan dan berkhalwat berlindung dibawah slogan keluarga modern dan kebebasan. Pada masa khalwat itu setan merasup untuk menjerumuskan keduanya,sehingga setelah berlalu beberapa waktu calon pelamar meminta sesuatu yang diinginkannya dan menghamilinya. Setelah puas melampiaskan hawa nafsunya,
pelamar itu berpaling dan mencari wanita lain. Sungguh wanita yang dilamar itu dalam penyesalan  dan membuat buruk citra keluarga. Rasulullah bersabda,"Tidaklah seorang laki-laki berkhalwat (menyendiri) dengan perempuan yang bukan
mahram,melainkan ia akan menggoda atau perempuan itu menggodanya". Beliau ditanya,meskipun keduanya orang shalih wahai Rasulullah"? Beliau menjawab,"Ya,meskipun wanita itu Maryam binti Imran dan laki-laki itu Yahya bin Zakaria".


Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda,"Telah ditentukan bagi anak Adam (manusia) bagian zinanya,dimana ia pasti mengerjakannya. Zina kedua mata adalah melihat,zina kedua telinga adalah mendengar,zina lisan adalah berbicara,zina tangan adalah memukul (meraba),zina kaki adalah berjalan,serta zina hati adalah bernafsu dan berangan-angan,yang semuanya itu dibuktikan atau tidak dibuktikan oleh kemaluan. (HR.Al-Bukhari & Muslim)

Dalam riwayat Muslim,Rasulullah bersabda,"Kedua tangan berzina,zinanya dengan memegang,kedua kaki berzina dengan berjalan,dan mulut berzina,sedang zinanya dengan mencium". (HR.Jama'ah)

Ath-Thabrani meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda,"Janganlah kalian berkhalwat dengan wanita. Demi jiwaku yang berada dalam genggamannya,tidaklah seorang (lelaki) berkhalwat dengan wanita (bukan mahramnya) melainkan setan pasti menjerumuskan keduanya. Seseorang yang berada dekat dengan babi yang berlumur penuh tanah lebih baik daripada berdekatan dengan wanita yang tidak halal baginya".

Saudari muslimah...

Janganlah kalian bermaksiat kepada Allah,dan kerjakanlah segala
perintah Allah. Peliharalah ketentuan-ketentuan-Nya,niscaya Allah
akan menjagamu dari tipu daya setan jin dan manusia.

PANJANG ANGAN-ANGAN & MENGUMBAR NAFSU

Saudari muslimah....

Dua hal yang sangat digandrungi wanita dan menjerumuskannya,yaitu dunia dan panjang angan-angan. Sedangkan setan menjerumuskannya dengan mengikuti ajakan hawa nafsu.

Imam Al-Bushairi berkata,"Lawanlah hawa nafsu dan setan,dan jauhilah keduanya,meskipun keduanya memberi nasihat,maka dari itu cermatilah."

Janganlah engkau congkak dengan kecantikanmu,jangan engkau bangga dengan kekuasaanmu,dan janganlah angkuh dengan hartamu,hati-hatilah dengan perkara itu,karena itu adalah fitnah kehidupan. Allah berfirman,"Hai manusia,sesungguhnya janji Allah adalah benar,maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdaya
kan kamu tentang Allah. Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu,maka anggaplah ia musuh (mu),karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. (QS.Fathir:5-6)


Janganlah kekayaanmu menjadikanmu angkuh terhadap orang-orang fakir,dan janganlah kecantikanmu meremehkan orang yang jelek,dan janganlah kedudukanmu merendahkan orang yanng lebih rendah darimu. Kenikmatan dunia itu sedikit dan pendek usianya. Allah berfirman,"Harta dan anak-anak adalah perhiasaan kehidupan
dunia,tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shaleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Rabb mu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (QS.Al-Kahfi:46)

Dunia adalah kompetisi,terkadang berpihak kepadamu dan tekadang berpaling darimu,kenikmatannya tidak abadi dan tidak berkelanjutan,dan ia merupakan negeri yang fana.

Saudari muslimah...

Janganlah mengikuti hawa nafsu,karena hawa nafsu itu rakus yang tidak ada batasnya,hendaklah engkau bersikap qona'ah karena ia adalah harta yang tak akan pernah sirna. Imam Syafi'i berkata,"Telah lenyap kerakusanku sehingga jiwaku bebas istirahat,karena jiwa tidak akan pernah kenyang."

Ali bin abi Thalib berkata,"Aku khawatirkan atas kalian dua hal,panjang angan-angan dan mengikuti hawa nafsu. Sesungguhnya panjang angan-angan dapat melupakan akhirat,dan mengikuti hawa nafsu dapat menjauhkan dari al-Haq (kebenaran).Sesungguhnya dunia telah tercipta dan akan sirna,sedangkan akhirat akan terjadi kemudian hari,keduanya memiliki pengikut,jadilah kalian pengikut akhirat dan jangan menjadi pengikut dunia,hari ini adalah hari untuk beramal sebelum penghitungan,namun kelak adalah hari penghitungan,dan bukan lagi waktu untuk beramal,perbanyaklah amal hari ini,karena sesungguhnya kalian tidak mampu menjamin untuk bisa beramal di esok hari."

Sesungguhnya setan akan selalu menggodamu untuk melakukan perbuatan maksiat,dan akan selalu memperindah perbuatan dosa. Ketahuilah,banyak mengenyam kenikmatan  dunia menjadikan dirimu tidak ingat Allah dan dapat memperbanyak permasalahan keluarga sehingga Allah melupakanmu. Di dunia engkau tidak bahagia dan tidak akan mendapatkan kebaikan di akhirat.

Allah berfirman,"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku,maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit,dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." Berkatalah ia,"Ya tuhanku,mengapa engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta,padahal aku dahulunya seorang yang melihat?
Allah berfirman,"Demikianlah,telah datang kepadamu ayat-ayat kami,maka kamu melupakannya,dan begitu pula pada hari ini kamupun dilupakan. (QS.Thaha:124-126)

Aswad bin Qais berkata,"Aku mendengar jundub berkata,"Umar masuk ketempat Nabi sedang beliau duduk diatas tikar yang memberikan bekas dibagian tubuhnya.Melihat kondisi tersebut,umar menangis. Nabi bertanya kepadanya,"Apa yang membuatmu menangis wahai Umar?" Umar menjawab,"Engkau menyebutkan kerajaan kisra dan istana yang bergelimang dengan kenikmatan dunia,sedangkan engkau wahai Rasulullah,tempat tinggalmu memberikan bekas dibagian tubuhmu. Nabi bersabda,"Mereka orang-orang yang didahulukan kenikmatannya di dunia,sedangkan kita adalah kaum yang di akhirkan kenikmatan kita di akhirat. (HR.Bukhari Muslim)

Terkadang wanita menyangka bahwa ia tidak akan mengalami masa tua,kecantikannya tidak pudar seiring bertambahnya usia. Ia tidak menyangka bahwa akan mengalami masa tua,meskipun berdandan,kecantikannya telah memudar.

Rasulullah bersabda,"Tiga hal yang membinasakan: sifat tamak yang ditaati,hawa nafsu yang diikuti dan berbangga pada diri sendiri".

Diriwayatkan bahwa Ali bin Abi Thalib berkata,"Barangsiapa yang meiliki enam sifat,niscaya Jannah memanggilnya dan neraka menjauhinya. Yaitu: Mengetahui Allah lalu mentaatinya,mengetahui setan lalu memusuhinya,mengetahui kebenaran lalu mengikutinya,mengetahui kebathilan lalu menjauhinya,mengetahui dunia lalu berpaling darinya dan mengetahui akhirat lalu menggapainya.(Tanbihul Ghafilin).

Saudari muslimah....

Janganlah engkau menyibukkan diri dengan dunia dan melupakan akhirat. Janganlah engkau habiskan hari-harimu dalam keadaan lalai,dan hendaklah engkau iringi setiap perbuatan buruk dengan perbuatan baik. Setiap kali engkau lalai melakukan dosa,maka iringilah dosa dengan taubat dan istighfar,dan janganlah engkau
menjadi orang yang Allah sebutkan dalam Al-Qur'an,"(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu),hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka,dia berkata,"Wahai Rabb ku kembalikanlah aku (kedunia),agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan dihadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan. (QS.Al-Mukminun:99-100)

Rasulullah bersabda,"Barangsiapa yang hatinya hanyut cinta dunia,maka hatinya terkekang tiga hal,"Kesibukan yang tak berujung,angan-angan yang tak bertepi,dan rakus yang tak pernah puas. Dunia itu pencari dan dicari,dan akhirat pencari dan dicari. Barangsiapa yang mencari akhiat,dunia akan mencarinya sampai tercurah seluruh rizkinya,dan barangsiapa yang mencari dunia,akhirat akan mencarinya sampai ajal menjemputnya dengan tiba-tiba. (HR.At-Thabrani)

Saudariku muslimah....

Pada akhir pembahasan ini penulis ketengahkan hadist Rasulullah yang harus kamu perhatikan dengan baik,akalmu harus memikirkannya dan hatimu harus merenungkannya. Beliau bersabda,"Khamer adalah akar perbuatan dosa,wanita adalah mantra-mantra setan dan cinta dunia adalah pokok segala kesalahan."

Jauhilah fitnah dunia,berusahalah untuk tidak menyakiti orang lain,berhati-hatilah dari tipu muslihat setan,dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu.

FANATIK DENGAN TREN BUDAYA

Saudari muslimah....

Sesungguhnya Allah telah menciptakan manusia dan mengistimewakannya dari makhluk yang lainnya yaitu dengan memberikan akal,dan Allah tidak mendiamkannya dikuasai hawa nafsu dan setan melainkan  Allah utus para nabi sebagai pemberi peringatan dan penjelas. Allah berfirman,"Dan kami tidak akan meng'azab sebelum kami mengutus seorang Rasul." (QS.Al-Isra:15)

Ayat diatas tertuju kepada laki-laki dan wanita,dan wanita termasuk dalam ayat diatas dan terkena pembebanan semenjak Allah menciptakan Adam. Beberapa musafir berkata tentang ayat diatas mengomentari firman Allah 'Hatta nab'atsa rasulan' yaitu sampai kami memberikan akal yang digunakan untuk berfikir.

Manusia dimuka bumi ini berkembang dan tersebar menjadi beberapa generasi,semenjak adam,Nabi Nuh,Musa,Isa kemudian Nabi Muhammad. Allah menutup ajaran-ajaran para Nabi dengan ajaran Islam yang lurus,dan Allah telah mengistimewakan umat Islam atas umat-umat sebelumnya,bahkan merupakan umat yang lebih utama dari umat sebelumnya.

Allah berfirman,"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia,menyuruh kepada yang ma'ruf,dan mencegah dari yang munkar,dan beriman kepada Allah". (QS.Ali-Imran:110)

Saudari muslimah....

Apakah anda pernah membaca sejarah dan anda tahu bahwa kaum muslimin pernah menguasai dunia yang membawa kepada jalan petunjuk dan cahaya? Ketika itu kaum muslimin berpegang teguh dengan aqidah yang lurus dan meniti jalan dan petunjuk
Rasulullah,sehingga mereka ketika itu menguasai dunia dibelahan timur dan barat.Rasulullah bersabda,"Aku tinggalkan untuk kalian yang jika kalian berpegang teguh dengannya kalian tidak akan tersesat sepeninggalku selama-lamanya,yaitu Al-Qur'an dan Sunnahku".

Rasulullah bersabda,"Hendaklah kalian berpegang teguh dengan sunnahku,dan sunnah khulafaur rasyidin yang mendapat petunjuk setelahku,gigitlah ia dengan gigi gerahammu.

Zaman telah berputar dan kita jauh dari ajaran agama,dan kita tidak menerapkan ajaran Nabi,kita jauh dari belajar Islam sehingga umat ini menjadi lemah tidak berdaya,kita hidup dinegeri kita seperti orang asing,hidup hina dinegeri kafir,lemah politik,perekonomian dan social kita yang buruk,hingga akhirnya kita menjadi pengekor budaya barat,bertindak seperti tindakan orang barat,dan kita mengikutinya dalam segala hal bahkan sampai urusan agama,kita mengikuti mereka.

Meskipun kita tidak memungkiri bahwa kita mengikuti barat dalam bidang kemajuan ilmu,kemajuan technologi,dan kemajuan alat-alat mutakhir. akan tetapi sangat disayangkan,kita melihat umat kita dan lebih khusus para wanitanya mengekor kepada barat melakukan sesuatu yang tak bermakna,mengikuti dunia akting,dunia model yang berbusana mini (telanjang) dan menyesatkan. Kemudian memakai perlengkapan kecantikan,merokok,berjoget,berdendang,dan membuang waktu untuk urusan yang semu.

Saudari muslimah...
 

Apakah ini yang disebut dengan kemajuan dan peradaban? Sungguh musuh benar-benar ingin menghancurkan rumah tangga Muslim dan merusak masyarakat Islam,dan mereka berusaha keras untuk merusak karakter wanita muslimah. Mereka senantiasa mewujudkan tujuan tersebut karena mereka yakin bahwa wanita adalah pengendali rumah tangga dan pencetak sebuah generasi,dan dia juga pendidik
anak-anak. Jika seorang ibu rusak,maka rusak pulalah seluruh anggota rumah tangga,dan jika sebuah keluarga rusak maka hancurlah sebuah masyarakat.

Allah berfirman,"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah:"Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)." Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauanmereka setelah pengetahuan datang kepadamu,maka Allah tidak lagi menjadi
pelindung dan penolong bagimu". (QS.Al-Baqarah:120)

Rasulullah bersabda,"Kalian akan senantiasa mengikuti sunnah orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal,sehasta demi sehasta. Sehingga mereka masuk kedalam lubang biawak kalian tetap akan mengikuti mereka. Kami bertanya,"Wahai Rasulullah,apakah yang engkau maksudkan itu adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani? Belaiu bersabda,"Kalau bukan mereka siapa lagi?"(Muttafaq Alaih)

Berikut ini sya'ir dari Muhammad Musthafa Hamam yang mencela taqlid buta,dia berkata,Setiap orang diantara kita yang bertaqlid kepada bangsa Eropa ia telah salah dalam berpihak dan meniru.
Mereka menyebarkan kekejian secara terprogram,sedangkan kita menyebarkan sebuah kitab yang terperinci.

Ironisnya,ada sebagian saudari muslimah mengikuti gaya hidup barat bahkan para pemudi mendendangkan lagu-lagu hasil dari seni barat dan mereka menjadikannya sebagai ukuran sebuah kemajuan dan peradaban. Mereka melakukannya sekedar mencari kesenangan yang akhirnya merugikan perekonomian keluarga dan perbuatannya tidak memberikan sumbangsih kebaikan bagi masyarakat bahkan hanya
menambah keputusasaan dan kesedihan belaka. Seluruh slogan dan iklan menjelaskan kehidupan wanita sepeti diatas dan memudahkan jalan keburukan,dan sarana-sarana yang merusak dan melalaikan itu berlindung dibalik slogan kebebasan wanita (emansipasi),persamaan jender atau kemajuan dan peradaban.

Dalam buku 'Wajibu asy-syababul Muslim Al-Yaum'disebutkan,"Segala yang datang dari barat mereka jadikan sebagai ukuran sebuah kebenaran,dan ukuran sebuah kemajuan,mereka taqlid pada seluruh urusan baik yang kecil maupun yang besar,yang kotak maupun lonjong. Bangsa barat bersungguh-sungguh dalam berusaha,mere
ka taqlid kepada barat tanpa difikirkan bahwa barat itu menghancurkan,dan barat menjerumuskan orang yang  buta,sehingga mereka merugi dunia dan akhirat,inilah yang disebut dengan kerugian yang nyata".

Benar Islam tidak menolak kemajuan dan produktifitas baru,dan tidak menolak penemuan baru baik dari segala macam hidangan maupun segala model pakaian.

Saudari muslimah.....

Kembali saya tegaskan kepada kalian,apakah kalian rela mengikuti mereka tanpa kesadaran dan berfikir? Relakah kalian menjadi orang yang menghambur-hamburkan harta yang Allah karuniakan kepada kalian untuk sesuatu yang tidak bermanfaat? Semua hal itu mendatangkan kesempitan hidup. Sesungguhnya kemajuan itu bukan
dilihat dari segi pakaian atau penampilan. Keberhasilan dibidang pekerjaan dan dibidang ibadah terukur manakala seseorang semakin taat dan benar. Mereka mengambil manfaat dari orang lain dan menjauhi sesuatu yang tidak bermanfaat. Dengan hal ini seorang wanita selamat akalnya,terjaga kehormatannya,terjaga
keluarganya,dan teratur perekonomian keluarganya serta mereka memberikan manfaat bagi yang lain dan bermanfaat bagi umat.

MEMILIH CALON ISTRI YANG BAIK

Istri adalah tempat berteduh bagi suami dan sebagai teman hidup,pengatur rumah tangga,sebagai ibu anak-anak,tempat menyampaikan isi hati. Maka suatu keharusan bagi kaum lelaki jika hendak kawin hendaklah memilih istri yang baik,karena istri yang baik akan menghasilkan kebaikan dalam keluarga. Istri yang baik
akan mendatangkan kebahagiaan dan ketenteraman hidup dalam keluarga.

Lalu bagaimana ciri-ciri calon istri yang baik,apakah yang cantik rupanya,atau yang keturunan orang kaya. Dalam hal ini Rasulullah SAW memberikan suatu gambaran,bahwa orang laki-laki yang mengawini wanita itu hendaklah wanita yang beragama,dan agama bagi wanita dinomor satukan. Sebagaimana sabda Nabi SAW,"Wanita itu dikawini karena empat sebab,karena hartanya,karena keturunannya,karena kecantikannya". (HR.Bukhari Muslim)

Dalam hadist lain disebutkan,"Hendaklah engkau memilih istri yang baik agama dan budi pekertinya karena kalau tidak demikian niscaya engkau celaka".(HR.Bukhari Muslim)

Nasehat Rasulullah SAW ini tidak berarti orang laki-laki harus kawin dengan wanita beragama sekalipun tidak cantik,tetapi kecantikan,kekayaan,dan keturunan boleh dijadikan dasar untuk mencari wanita yang akan dikawininya asalkan beragama dan dia benar-benar wanita shalilah. Sebab wanita yang baik bagi seorang laki-laki adalah wanita yang menyenangkan bila dipandang.

Sebagaimana sabda Nabi SAW,"Sebaik-baik wanita adalah yang apabila kamu memandangnya kamu akan senang,apabila kamu perintah ia patuh kepadamu,apabila kamu beri bagian ia akan menerimanya,apabila kamu pergi ia akan menjaga dirinya dan menjaga hartamu". (HR.Nasa'i)

Yang dimaksud cantik dalam hadist diatas adalah cantik menurut pandangan seseorang,bukan cantik menurut pandangan umum,sebab kecantikan seseorang itu punya banyak penilaian. Seorang tidak mengatakan cantik dan mungkin orang lain mengatakan cantik,dan bukan karena cintanya seseorang akan menambah kecantikan seseorang itu tersendiri.

Jadi nasehat Rasulullah SAW melalui hadistnya itu bermakna,bahwa jika anda telah cinta kepada seorang wanita,yang anda kira dia cantik dan berharta serta dari keturunan orang berpangkat,maka selidikilah agamanya,dan jika ia tidak beragama jangan teruskan pernikahan sebab akan mencelakakan buat anda sendiri.

Orang wanita yang beragama dan berbudi luhur dapat menyenangkan hati,mengamankan dirinya dan harta benda suaminya dan dapat mendidik anak-anaknya dengan budi pekerti yang baik,sebab pengaruh orangtua,terutama ibu besar sekali terhadap perkembangan anak-anak dalam keluarga. Selain itu,istri yang beriman dapat
mengajarkan anak-anaknya untuk mengingat Allah,untuk mencintai Islam. Dan perlu diketahui,bahwa sifat-sifat orangtua akan menurun kepada anak-anaknya.

Selain itu,anda harus berhati-hati dalam memilih calon istri,jangan memilih calon istri karena kedudukannya saja,sebab boleh jadi kedudukan wanita yang tinggi itu akan menambah kehinaan anda. Janganlah memilih calon istri karena kecantikannya saja,karena boleh jadi kecantikan istri itu akan menyesatkan anda. Janganlah anda mengawini wanita karena harta bendanya,karena boleh jadi harta benda istri itu akan membuat kemiskinan anda sendiri.

Diriwayatkan oleh Imam Thabrani dalam Al-Ausath dari Anas ra.dari Nabi SAW:
"Barangsiapa mengawini wanita karena kedudukannya,maka Allah hanya menambahi dengan kehinaan,dan barangsiapa mengawininya karena hartanya,maka Allah hanya menambahinya dengan kemiskinan,dan barangsiapa mengawininya karena keturunan
nya,maka Allah hanya menambahinya dengan kerendahan,sedang barangsiapa mengawini wanita karena ingin menjaga pandangannya (dari pandangan yang terlarang) dan ingin menjaga kehormatannya (dari perbuatan zina) serta membina hubungan kekeluargaan niscaya Allah memberkahi dirinya dan istrinya".

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abdullah bin Atmu ra bahwa Rasulullah bersabda,"Janganlah mengawini wanita karena kecantikannya saja karena barangkali kecantikannya akan membinasakannya dan janganlah mengawini wanita karena kekayaannya,barangkali kekayaannya akan menyelewengkannya,akan tetapi kawinilah wanita karena agamanya dan budak hitam wanita yang cacat telinganya tetapi baik agamanya lebih utama (daripada cantik tapi buruk agamanya).

Diriwayatkan oleh Abu Daud,Nasa'i dan Hakim dengan lafat yang shahih,isnadnya dari Ma'qal bin Yasar ra,"Datang seorang laki-laki kepada Rasulullah SAW seraya berkata,"Wahai Rasulullah,aku menemukan seorang wanita yang punya asal keturun
an yang baik dan kedudukan serta kekayaan,hanya saja ia tidak beranak (mandul) apakah patut aku kawini dia?" Maka beliau pun melarangnya dan demikianlah untuk yang kedua dan ketiga kalinya,lalu bersabda,"Kawinilah wanita yang beranak,karena aku membanggakan umatku yang banyak dihari kiamat kepada umatku
yang banyak dihari kiamat kepada umat-umat yang lain".

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abu Umamah ra dari Nabi SAW,beliau bersabda,"Tak ada manfaat bagi orang mukmin sesudah taqwa kepada Allah lebih baik daripada istri yang shalihah,bila menyuruhnya tidak membantah,bila melihat kepadanya hati pun senang,bila memberi sesuatu untuknya tidaklah ditolaknya,bila
suami beprgian ia pun menjaga baik-baik dirinya dan harta suaminya".

Dalam kesempatan lain Rasulullah SAW pernah baersabda,"Dunia itu kesenangan dan sebaik-baiknya kesenangan dunia adalah wanita shalihah". (HR.Nasa'i)

Diriwayatkan oleh Qudha'i dari Nabi SAW,"Hati-hatilah kamu dari tempat sampah yang ditumbuhi tanaman hijau,yaitu wanita cantik dari keturunan yang jelek".

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Tirmidzi dari Tsauban ra,bahwa ketika turun ayat,"Kami sedang dalam perjalanan bersama Rasulullah SAW. Salah seorang sahabat berkata,"Apakah ayat tersebut mengenai emas dan perak". Andaikan kami tahu
harta itu lebih utama agar kami memiliki". Lalu Rasulullah bersabda,"Milik yang paling utama ialah lidah yang sering berzikir,hati yang bersyukur,dan istri yang shalihah yang membantunya agar menjadi orang yang beriman".

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan isnad shahih,Thabrani dan Bazzar dari sa'ad bin Abi Waqqas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Diantara kebahagiaan anak cucu Adam ada tiga macam,dan penderitaan anak cucu Adam ada tiga macam.Yang membahagiakan anak cucu Adam ialah:Wanita shalihah,tempat tinggal yang baik,dan kenderaan yang baik. Kejelekkan bagi anak cucu Adam ialah:wanita
yang jahat,tempat tinggal yang jelek,dan kenderaan yang jelek".

MEMILIH CALON SUAMI YANG BAIK

Jika seorang laki-laki disuruh berhati-hati memilih calon istri,agar memperoleh jodoh wanita yang baik dan beragama,maka seorang wali juga harus berhati-hati dalam mencarikan jodoh anak wanitanya,dengan kehormatannya dan kemuliaannya. Hendaklah seorang wali tidak mencari menantu orang yang tidak beragama,tidak berakhlak akan mempergauli istrinya dengan baik atau akan melepaskannya dengan baik pula.

Seorang laki-laki pernah datang kepada Hasan bin Ali bin Abi Thalib,"Saya punya anak wanita,menurut pendapat anda dengan siapa anak wanita itu harus saya kawinkan". Hasan menjawab,"Kawinkanlah dengan laki-laki yang bertakwa kepada Allah,kalau ia mencintainya ia akan menghormatinya dan kalau tidak cinta tidak menganiaya". (Fiqhus Sunnah II:24)

Jika seorang laki-laki diperbolehkan memilih calon istri yang akan dinikahinya,maka wanita pun ada hak untuk memilih seorang laki-laki yang akan menjadi suaminya,sedangkan fungsi wali adalah memberikan pandangan bagi anak wanitanya dan menyelidiki akhlak dan agama laki-laki yang akan menjadi menantunya itu. Jika si anak telah senang terhadap seorang laki-laki yang melamarnya,dan ternyata seorang lelaki yang melamar itu tidak baik agama dan budi pekertinya,maka seorang wali harus memberikan saran untuk anak wanitanya agar tidak mencintai dan menerima lamaran tersebut. Dan jika si anak telah menerima dan orang lelaki tersebut baik agama dan budi pekertinya,maka tidak ada hak bagi
wali menolak kehadiran seorang laki-laki yang akan menikahi anaknya.

Sebenarnya dalam hal memilih pasangan hidup ini tidak ada bedanya antara laki-laki dan wanita,dengan kata lain wanita juga bebas menolak dan menerima calon suaminya,dan seorang wali tidak dibenarkan memakai si anak untuk kawin dengan laki-laki yang tidak disukainya. Baik wanita itu telah menjanda atau masih
gadis.

Diriwayatkan oleh Nasa'i,bahwa ada seorang gadis menemui Aisyah ra seraya berkata,"Ayahku mengawinkan aku dengan saudara sepupuku untuk menghilangkan kemiskinan dirinya,padahal aku tidak senang". Aisyah berkata,"Duduklah disini hingga datang Rasulullah SAW". Kemudian Rasulullah SAW datang,lalu diberitakan tentang hal itu dan beliau menyuruh panggil ayah wanita itu serta menyerahkan
keputusannya ditangan wanita tersebut.

Maka berkatalah gadis itu,"Aku telah setuju dengan pilihan ayahku,akan tetapi aku ingin memberitahu orang lain bahwa orang tua tidak boleh memaksa".

Dalam memilih pasangan hidup ini,baik yang laki-laki atau yang wanita tidak diperbolehkan adanya unsur penipuan,misalnya dia seorang mandul haruslah dijelaskan tentang kemandulannya itu,atau misalnya rambutnya telah memutih juga harus diberitahukan dengan sejelas-jelasnya,dan tidak diperbolehkan menutup-nutupi dengan menyemir,dan lain-lain penipuan.

Rasulullah SAW pernah bersabda,"Barangsiapa menipu,bukanlah termasuk golonganku".

Umar bin khatab pernah berkata kepada seorang laki-laki yang pernah kawin tapi tak punya anak,"Katakanlah kepada calon istrimu,bahwa engkau mandul".

Diriwayatkan oleh Dailimi dalam musnad al-firdaus dari Aisyah ra dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda,"Bila seseorang diantara kamu meminang seseorang wanita sedang ia menyemir rambutnya dengan warna hitam,hendaklah diberitahukan bahwa ia menyemir".