Kamis, 15 Desember 2011

PERTANYAAN TENTANG JANJI DAN SUMPAH

Allah telah mengagungkan urusan janji dan sumpah. Begitu pula dengan para pelakunya serta yang menunaikannya dengan sebaik-baiknya. Sementara bagi orang yang menyia-nyiakannya, Allah telah menghina dan merendahkan mereka, terutama yang telah menyelisihi janjinya kepada Allah secara umum bagi segala macam janji.

Allah telah mengingatkan kita agar kita selalu menepati janji. Disamping itu, Allah juga telah mengancam mereka yang mengingkari janjinya. Allah berfirman,"Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji". QS.An-Nahl : 95.


Serta masih banyak lagi ayat yang menegaskannya. Oleh sebab itu, janji akan dipertanggung jawbkan dan orangnya akan ditanya didepan Allah. Barangsiapa yang mengingkari janji dan menyepelekannya, maka merekalah orang-orang yang sesat disisi Allah. Allah telah membuat perumpamaan bagi kita dengan perbuatan Bani Israil serta pelanggaran mereka terhadap janji-Nya dan pembatalan mereka terhadapnya.



Kutipan dari buku Pengadilan Akhirat.
Pengarang Syaikh Mahir Ahmad Ash-Shufi.

PERTANYAAN TENTANG KELUARGA DAN SEMUA YANG ALLAH TITIPKAN

Allah telah mengingatkan kita dalam ktiab-Nya yang mulia akan tanggung jawab yang agung ini. Yang ia juga merupakan tanggung jawab besar yang paling utama yang dibebankan kepada manusia serta yang akan ditanyakan dan dipertanggungjawabkan kelak pada hari kiamat.

Tanggung jawab itu ialah mengasuh keluarga dan menjaganya yang terdiri dari istri dan anak. Yaitu, dalam bentuk mendidik mereka atas dasar iman dan penegakan ibadah hanya untuk Allah. Seperti, shalat dan puasa serta mengajari mereka adab-adab islami. Sebab, istri dan anak akan mengikuti ayahnya selama didalam rumah serta akan tumbuh sebagaimana yang ayah mereka didikkan dan ajarkan. Allah mengetahui hal ini.

Anak-anak akan mengikuti tabiat ayahnya sewaktu masih kecil. Jika ia dibiasakan dengan adab-adab yang islami serta diajari untuk selalu melakukan shalat, puasa serta cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, maka mereka akan terdidik tumbuh dan berkembang diatasnya serta akan selalu mengerjakan amal ini sepanjang hidupnya didunia.

Akan tetapi, jika sang ayah lalai dalam mengesampingkan pendidikannya serta malas dan tidak mengajarinya dengan adab islami, disamping tidak membiasakan dan mendidik mereka agar senantiasa beribadah kepada Allah, maka mereka akan tumbuh tidak berdasar ketaatan kepada Allah. Ini yang banyak kita dapatkan dalam rumah-rumah kaum muslimin hari ini.

Selain itu, agar seorang muslim kelak pada hari kiamat tidak akan mengatakan dihadapan Allah,"Wahai Rabbku, sesungguhnya aku hanyalah bertanggung jawab atas diriku sendiri saja". Maka Allah dan Rasul-Nya telah mengingatkan agar seorang mukmin bertakwa kepada Allah didalam mengurusi anak dan istrinya.

Allah berfirman,"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. QS.At-Tahrim : 6

Ibnu Umar berkata,"Sepertinya beliau juga bersabda,'seorang laki-laki bertanggung jawab terhadap harta ayahnya dan ditanya tentang tanggung jawabnya. Dan setiap orang dari kalian adalah bertanggung jawab dan ditanya tentang tanggung jawabnya. HR.Bukhari.No.844

Seorang perempuan didalam rumah suaminya sepenuhnya bertanggung jawab seperti halnya sang suami. Ia bertanggung jawab mengurus anak-anaknya dan mendidiknya. Selain itu, mengajarkan seluruh pengetahuan tentang syariat Islam kepada anak-anaknya. Diantara tanggung jawab yang paling utama ialah kejujuran, cinta kepada Allah, menegakkan shalat, puasa dan seluruh beban kewajiban yang lain.

Demikian pula kelak pada hari kiamat, ia akan mempertanggung jawabkan apa yang telah Allah percayakan kepadanya untuk ia jaga. Seperti menjaga keutuhan rumah tangga sang suami, hartanya, menjaga kehormatan dan kemuliaannya serta menunaikan semua kewajibannya. 


Kutipan dari buku Pengadilan Akhirat.
Pengarang Syaikh Mahir Ahmad Ash-Shufi.

PERTIKAIAN ANTAR KELOMPOK DALAM MASALAH KEKAFIRAN DAN HAK MILIK

Pertikaian antar kelompok dan antar umat mengenai masalah kekafiran dan hak milik merupakan tema dimana Allah menunjukkan keadilan Ilahi yang mutlak. Sebab, hisab secara perorangan tidak akan dimulai sampai setiap kelompok dan setiap umat mengambil haknya yang dirampas orang yang menzaliminya.

Allah akan mengadili apa yang mereka perselisihkan dan apa yang telah dirampas sebagian mereka dari sebagian yang lain. Allah akan kembalikan, sekalipun pelakunya umat Muhammad.

Tiada seorangpun yang akan masuk kedalam surga ataupun neraka sampai semua hak diberikan kepada pemiliknya yang berhak, baik itu kelompok, umat maupun individu. Sebab, berapa banyak yang menyerang bangsa yang lain serta merampas tanah air dan harta mereka? Berapa banyak umat yanng turun ke kancah peperangan yang zalim yang menimbulkan korban jiwa hingga mencapai jutaan nyawa manusia terbunuh sia-sia hanya karena kesewenang-wenangan dan permusuhan semata? 

Allah pasti akan membalas umat yang berbuat zalim serta mengambil hak umat yang tertindas dan terampas haknya dari umat yang memeranginya. Apapun keyakinan yang mereka anut. Setelah itu, setiap umat akan dihisab menurut agamanya. Kafir atau musyrikkah, umat yang bermaksiat dan berbuat melampaui batas, atau mereka ialah umat yang beriman?

Allah akan memulai untuk menghisab satu umat secara keseluruhan untuk memutuskan siapa diantara mereka yang telah berbuat zalim dan siapa pula yang telah dizalimi. Lalu, akan mengembalikan hak milik umat yang dizalimi dari tangan yang berbuat zalim.

Dikutip dari buku Pengadilan Akhirat.
Pengarang Syaikh Mahir Ahmad Ash-Shufi
Peneliti di Departemen Agama Uni Emirat Arab 

PENAMPAKAN AMAL

Apa makna penampakan amal kepada Allah? Maksudnya, berdirinya seorang hamba  menghadap Allah sang penguasa seluruh langit dan bumi, sang raja diraja. Ditangan-Nya lah segala urusan, baik yang belum terjadi maupun yang telah terjadi. Pemberi kasih sayang dan paling pengasih kepada orang beriman serta yang akan membalas dan mengazab orang kafir dan musyrik.

Di padang mahsyar kelak, engkau akan menyaksikan wujud para malaikat yang sangat besar. Yang antara daun telinga dan pundaknya sejauh perjalanan 700 tahun. Engkau menyaksikan mereka tertunduk khusyuk dihadapan Allah. Kepala-kepala mereka bergetar karena takut dan malu kepada-Nya. Betapa besar pengagungan mereka akan kebesaran-Nya. Betapa besar pemuliaan mereka akan kekuasaan-Nya. Selain itu, sungguh nyata perwujudan mereka akan kerububiyahan-Nya.

Lantas, apa yang diperbuat oleh segenap umat, berupa manusia, jin, binatang buas dan burung, ketika mereka semua berdiri dihadapan Allah untuk menampakkan amalnya serta menjalani pengadilan dan penghisaban. Mereka dihisab umat demi umat, kelompok demi kelompok, satu demi satu. Allah menampakkan semua amal mereka, yang baik dan yang jelek, walau itu hanya sebesar biji sawi. Tiada yang tersembunyi, tiada tempat menghindar dan berlari, tak mampu mengelak, apalagi berdusta. Selain itu, tak bisa menipu dan beralasan, apalagi memperdaya dan berkhianat.

Tiada lagi sesuatupun yang dapat dilakukan. Disamping itu, tiada apapaun yang dimiliki, walau hanya untuk membela diri. Tak mampu lagi berkilah dan tak lagi berdaya,walau hanya untuk menguasai anggota tubuhnya sendiri. Bahkan, anggota tubuhnya akan bersaksi atas dirinya. Tidur tak bisa, berjagapun tak mampu. Tiada jeda sejenakpun serta tiada terputus kehinaan dan kenistaan menerpa mereka. Hingga diri tak lagi bernilai dan hampa tak dianggap sama sekali.

Allah akan mengizinkan untuk dimulainya proses penghisaban dan penampakan seluruh amal dihadapan-Nya. Setiap umat akan datang kehadapan Allah bersama sesembahan mereka dalam keadaan telanjang dan tak beralas kaki. Baik yang pemimpin, pelayan, tuan maupun budak, semua sama. Semua umat berlutut dihadapan Allah menanti datangnya pengadilan dan penghisaban amalnya.

Penampakan amal akan diawali dengan didatangkannya setiap umat dengan membawa kitabnya masing-masing dalam keadaan berlutut, takut, serta tegang akan dahsyat dan agungnya peristiwa ini. Keadaan ini juga akan terjadi manakala jahannam didatangkan. Gelegar gemuruhnya tak menyisakan seorangpun, kecuali pasti tersimpuh berlutut dalam keadaan takut dan ketegangan.

ALLah berfirman "Dan ingatlah akan hari yang ketika itu kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan kami kumpulkan seluruh manusia, dan tiada kami tinggalkan seorangpun dari mereka. Dan mereka akan dibawa kehadapan Rabbmu dengan berbaris. Sesungguhnya kamu datang kepada kami, sebagaimana kami menciptakan kamu pada kali yang pertama; bahkan kamu mengatakan bahwa kami sekali-kali tidak akan menetapkan bagi kamu waktu memenuhi perjanjian. Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang tertulis didalamnya, dan mereka berkata,'Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak pula yang besar, melainkan ia mencatat semuanya'. Dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada tertulis. Dan Rabbmu tidak menganiaya seorangpun jua. QS.Al-Kahfi : 47-49.

Pada peristiwa ini manusia disibukkan dengan dirinya masing-masing. Tak akan melihat, kecuali pada dirinya sendiri dan tak akan berdoa selain untuk dirinya sendiri. Tiada seorangpun yang diizinkan berbicara. Semuanya tersimpuh diatas kedua lututnya masing-masing dalam barisan yang sangat rapi. Siapapun tak tahu dimana kesudahannya dan kemana akan pergi. Bahkan, orang mukmin ketakutan ketika mengingat sebagian kesalahan dan dosa yang telah dilakukannya. Terbayang baginya dosa tersebut akan membinasakannya.

Bagi orang-orang kafir, celaan ini semakin menyiksa batin. Setelah sekian lamanya dalam penantian, penantian selama 50 ribu tahun, dan Allah tak pernah berbicara kepada mereka, tiba-tiba pada peristiwa penampakan amal, Allah berbicara kepada mereka dengan mencela kedustaan dan pembangkangan mereka ketika didunia.

Mereka secara hina dan nista tersimpuh diatas lutut mereka dan malaikat mengelilingi mereka. Allah berbicara kepada mereka untuk mencela mereka. Dan para malaikat yang menjadi saksi atas mereka berkata,"Benar, merekalah yang telah mendustakan Allah, hari kiamat, bahkan sama sekali tak percaya keberadaan Allah". Para malaikat melaknat mereka yang telah terhina dalama kehinaan.

Begitu pula orang-orang munafik. Mereka mengira dengan melakukan amal shalih secara lahir, yang dilakukan sebagai tipuan dan kedustaan guna menuai kemaslahatan duniawi dan angan-angan akan bermanfaat bagi mereka. Mereka tak menyadari bahwa Allah maha tahu tentang keadaan batin mereka yang tersembunyi, sebagaimana pengetahuan-Nya tentang keadaan lahir mereka yang nampak.

Pada keadaan hina dan nista ini, ketika mereka sibuk mencari jalan selamat, secara tiba-tiba datang kepada mereka keputusan dari Allah. Sesuatu yang tak pernah disangka sebelumnya.

Senin, 12 Desember 2011

KEBAHAGIAAN KITA BUKAN KEBAHAGIAAN MEREKA

Siapa yang mengatakan kepadamu bahwa musik, lagu-lagu murahan, film-film picisan, sinetron-sinetron kacangan dan majalah-majalah porno itu sanggup memberikan kebahagiaan dan kesenangan? Sungguh, orang yang berkata seperti itu adalah pembohong besar.

Ketahuilah, sesungguhnya sarana-sarana tersebut merupakan kunci-kunci pembuka kesengsaraan, jalan-jalan menuju kesempitan, dan pintu-pintu kerisauan, kegalauan dan kesedihan hati. itu semua, telah diakui dan dibuktikan oleh orang-orang yang pernah menggelutinya dan kemudian bertobat. Maka, jauhilah kehidupan yang akan menyengsarakan tersebut. Kehidupan orang-orang yang lalai dan menyimpang dari jalan Allah yang lurus.


Marilah kita bersama-sama mendengarkan bacaan-bacaan ayat-ayat suci al-qur'an, membaca hal-hal yang bermanfaat, menyimak nasihat-nasihat mulia, menghayati khutbah-khutbah yang membangun, berbuat kejujuran yang menguntungkan dan bertobat dengan sebenar-benarnya.

Marilah kita melangkahkan kaki ke majelis-majelis keagamaan dan halaqah-halaqah dzikir. Semoga Allah menerima tobatmu dan menganugerahkan ketentraman, kenyamanan dan ketenangan.

TERIMA DAN GUNAKAN NIKMAT ITU DENGAN SEBAIK-BAIKNYA

Pergunakanlah nikmat Allah dengan bersyukur dan patuh kepada-Nya. Nikmatilah air pemberian-Nya untuk minum, berwudhu dan mandi. Berselimutlah dengan matahari untuk mendapatkan kehangatan dan cahayanya. Mandilah dengan sinar rembulan untuk mendapatkan kebaikan dan kenikmatannya. Petiklah buah-buahan dari pepohonan, rendamlah dirimu disungai-sungai yang mengalir jernih airnya, tataplah samudera yang luas, berkelanalah ketempat-tempat yang belum pernah terjamah jejak kaki manusia dan bersyukurlah kepada sang maha mulia lagi maha pengampun, sang maha penguasa yang maha perkasa.

Manfaatkanlah semua karunia yang penuh berkah dan telah dianugerahkan Allah kepadamu. Janganlah engkau mengingkari semua nikmat tersebut sebagaimana ditegaskan Allah dalam firman-Nya, "Mereka mengetahui anugerah Allah, namun mereka kemudian mengingkarinya." (QS.An-Nahl : 83)


Jangan sekali - kali engkau mengingkari nikmat-nikmat-Nya. Sebelum melihat duri sebuah, perhatikan dahulu keindahannya. Sebelum mengeluhkan teriknya sinar matahari, nikmatilah keindahan cahayanya. Sebelum mengumpat gelapnya malam, ingatlah keteduhan dan ketenangannya.


Mengapa engkau harus memandang sesuatu dari sisi negatifnya saja? Mengapa pula engkau harus mengubah nikmat itu dari kenyataannya? "Apakah kamu tidak melihat orang-orang yang mengubah nikmat Allah dengan kekufuran." (QS.Ibrahim : 28)


Ambillah seluruh nikmat-nikmat itu, terimalah dengan senang hati dan pujilah Allah atas semuanya itu.

AGAR ENGKAU MENJADI WANITA TERCANTIK DIDUNIA

Dengan kecantikanmu, engkau lebih indah dari matahari; dengan akhlakmu, engkau lebih harum dari aroma minyak misik; dengan rendah hatimu, engkau lebih mulia dari bulan; dan dengan kelembutanmu, engkau lebih lembut dari rintik hujan. Maka, jagalah kecantikanmu dengan keimanan, kerelaanmu dalam menerima apa yang ada dengan senang hati, dan harga dirimu dengan jilbab.

Ketahuilah, perhiasanmu bukanlah emas atau perak, tetapi dua raka'at menjelang subuh, dahagamu ditengah hari yang panas saat berpuasa, dermamu yang tersembunyi dan hanya diketahui oleh Allah semata, airmata taubat, sujud panjang diatas karpet ibadah dan rasa malumu kepada Allah tatkala tergoda oleh bisikan nista dan ajakan setan. Kenakanlah pakaian takwa, maka engkau akan menjadi wanita tercantik didunia, meskipun bajumu terkoyak. Kenakanlah mantel kesantunan agar engkau menjadi wanita tercantik didunia, kendati engkau tak memakai alas kaki.


Berhati-hatilah terhadap wanita pelacur, kafir, suka menipu, dan melancong. Sungguh mereka adalah bahan bakar neraka jahannam.