Seorang penguasa telah Allah angkat dengan perintah-Nya, kehendak-Nya, dan kekuasaan-Nya agar ia mengatur rakyatnya. Dia mewajibkan kepadanya untuk memerhatikan urusan mereka dan memenuhi kebutuhan materi. Namun, apabila seorang penguasa menutup diri dari rakyatnya, tidak peduli dengan kemaslahatan, tuntutan, kebutuhan dan urusan mereka, Allah juga akan menutupinya pada hari kiamat dari makhluk-Nya dan kebutuhannya disisi Allah.
Abu Maryam Al-Azdi meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda,"Barangsiapa yang dipercaya mengurusi urusan kaum muslimin sekecil apapun, lalu ia menutup diri tidak mau keluar untuk memenuhi kemiskinan, kebutuhan, kefakiran dan kekurangan rakyatnya, pada hari kiamat Allah pun tidak akan mau memenuhi keperluan, kebutuhan, kefakiran dan kekurangannya. HR.Abu Daud.
Kutipan dari buku Pengadilan Akhirat.
Pengarang Syaikh Mahir Ahmad ASh-Shufi.
Minggu, 18 Desember 2011
ORANG YANG MERAMPAS TANAH ORANG LAIN
Hak manusia satu dengan yang lain sangatlah banyak. Tapi diantara hak-hak tersebut ada beberapa hak yang Allah anggap besar urusannya. Sehingga, kelak pada hari kiamat akan menjadi bencana yang besar bagi siapa saja yang melanggarnya. Diantara hak yang akan dihukum berat bagi yang melanggarnya dan akan dihinakan pada hari kiamat ialah orang yang merampas dan merebut tanah milik orang lain.
Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang mengambil sejengkal tanah yang bukan miliknya, ia akan ditenggelamkan pada hari kiamat sampai kedalam tujuh lapisan bumi".
Kutipan dari buku Pengadilan Akhirat.
Pengarang Syaikh Mahir Ahmad Ash-Shufi.
Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang mengambil sejengkal tanah yang bukan miliknya, ia akan ditenggelamkan pada hari kiamat sampai kedalam tujuh lapisan bumi".
Kutipan dari buku Pengadilan Akhirat.
Pengarang Syaikh Mahir Ahmad Ash-Shufi.
ORANG YANG SELALU MENGUNGKIT PEMBERIANNYA
Jenis manusia semacam ini sangat dibenci Allah. Dalam kitab-Nya yang mulia, Allah telah menjelaskan kejelekan, keburukan, gangguan dan bahayanya mereka terhadap orang-orang fakir miskin. Allah berfirman, "Orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti perasaan si penerima, mereka memperoleh pahala disisi Rabb mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan perasaan si penerima. Allah maha kaya lagi maha penyantun. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan pahala sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan si penerima". QS.Al-Baqarah : 262-264.
Rasulullah juga telah menerangkan hukuman orang yang selalu mengungkit pemberiannya dan orang yang menyakiti hati manusia dengan sedekahnya. Rasulullah bersabda,"Ada 3 golongan yang tidak akan Allah ajak bicara kelak pada hari kiamat, tidak akan Allah sucikan, tidak akan Allah lihat, dan bagi mereka azab yang pedih. Orang yang menjulurkan celananya sampai dibawah mata kaki, orang yang memberi tapi suka mengungkit-ungkit pemberiannya, orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu. HR. Muslim & Ahmad.
Maka bayangkanlah hukuman bagi orang yang selalu mengungkit pemberiannya tatkala mereka berdiri dihadapan Allah dimana waktu itu amal mereka ditampakkan. Allah tidak mengajak bicara, tidak akan menyucikan, serta tidak akan melihat kepada mereka. Betapa besar kerugian mereka dan berapa banyak rahmat Allah yang tidak mereka peroleh. Sekiranya mereka diam dan tidak mengungkit-ungkit pemberiannya, sudah pasti akan memperoleh pahala yang berlipat ganda dari sedekahnya. Bahkan, mereka akan mendapatkan surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai.
Kutipan dari buku Pengadilan Akhirat.
Pengarang Syaikh Mahir Ahmad ASh-Shufi.
Rasulullah juga telah menerangkan hukuman orang yang selalu mengungkit pemberiannya dan orang yang menyakiti hati manusia dengan sedekahnya. Rasulullah bersabda,"Ada 3 golongan yang tidak akan Allah ajak bicara kelak pada hari kiamat, tidak akan Allah sucikan, tidak akan Allah lihat, dan bagi mereka azab yang pedih. Orang yang menjulurkan celananya sampai dibawah mata kaki, orang yang memberi tapi suka mengungkit-ungkit pemberiannya, orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu. HR. Muslim & Ahmad.
Maka bayangkanlah hukuman bagi orang yang selalu mengungkit pemberiannya tatkala mereka berdiri dihadapan Allah dimana waktu itu amal mereka ditampakkan. Allah tidak mengajak bicara, tidak akan menyucikan, serta tidak akan melihat kepada mereka. Betapa besar kerugian mereka dan berapa banyak rahmat Allah yang tidak mereka peroleh. Sekiranya mereka diam dan tidak mengungkit-ungkit pemberiannya, sudah pasti akan memperoleh pahala yang berlipat ganda dari sedekahnya. Bahkan, mereka akan mendapatkan surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai.
Kutipan dari buku Pengadilan Akhirat.
Pengarang Syaikh Mahir Ahmad ASh-Shufi.
Jumat, 16 Desember 2011
ORANG-ORANG YANG SOMBONG
Sombong
termasuk dosa yang paling besar. Ia merupakan kejahatan besar yang
merongrong kekuasaan Allah. Allah sangat murka terhadap orang-orang yang
sombong. Dia akan membangkitkan dan mengumpulkan mereka pada hari
kiamat dalam kondisi yang sangat terhina dan rendah.
Muslim dan Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah dengan lafal,"Orang yang paling Allah benci pada hari kiamat dan yang paling buruk serta paling dimurkai Allah ialah orang yang menamai
dirinya sang raja diraja, tidak ada raja selain Allah".
Orang-orang yang sombong bermacam-macam pada hari kiamat. Orang yang sombong tidak mesti harus seorang tuan, orang kaya atau juragan. Bahkan, diantara mereka ada yang fakir, tapi ia menyombongkan kefakirannya.
Termasuk golongan orang-orang yang sombong ialah mereka yang menjulurkan celananya sampai dibawah mata kaki karena sombong dan sesat. Abu dzar meriwayatkan, bahwa Rasulullah bersabda,"ada 3 golongan yang tidak akan Allah ajak bicara kelak pada hari kiamat dan tidak akan Allah sucikan mereka serta tidak akan Allah lihat , dan bagi mereka azab yang pedih: orang yang menjulurkan celananya sampai dibawah mata kaki, orang yang memberi tapi suka mengungkit-ungkit pemberiannya, orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu". Hr. Muslim.
Maka, barangsiapa yang menyombongkan diri, berarti ia telah menyebabkan Allah murka dan marah besar kepadanya. Sebab, barangsiapa yang terkena kemarahan-Nya berarti sungguh binasalah ia.
Kutipan dari buku Pengadilan Akhirat.
Pengarang Syaikh Mahir Ahmad ASh-Shufi.
Muslim dan Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah dengan lafal,"Orang yang paling Allah benci pada hari kiamat dan yang paling buruk serta paling dimurkai Allah ialah orang yang menamai
dirinya sang raja diraja, tidak ada raja selain Allah".
Orang-orang yang sombong bermacam-macam pada hari kiamat. Orang yang sombong tidak mesti harus seorang tuan, orang kaya atau juragan. Bahkan, diantara mereka ada yang fakir, tapi ia menyombongkan kefakirannya.
Termasuk golongan orang-orang yang sombong ialah mereka yang menjulurkan celananya sampai dibawah mata kaki karena sombong dan sesat. Abu dzar meriwayatkan, bahwa Rasulullah bersabda,"ada 3 golongan yang tidak akan Allah ajak bicara kelak pada hari kiamat dan tidak akan Allah sucikan mereka serta tidak akan Allah lihat , dan bagi mereka azab yang pedih: orang yang menjulurkan celananya sampai dibawah mata kaki, orang yang memberi tapi suka mengungkit-ungkit pemberiannya, orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu". Hr. Muslim.
Maka, barangsiapa yang menyombongkan diri, berarti ia telah menyebabkan Allah murka dan marah besar kepadanya. Sebab, barangsiapa yang terkena kemarahan-Nya berarti sungguh binasalah ia.
Kutipan dari buku Pengadilan Akhirat.
Pengarang Syaikh Mahir Ahmad ASh-Shufi.
PARA PECANDU MINUMAN KERAS
Merekalah yang hidup dalam keadaan bermaksiat dengan meminum khamer, lalu mati sebelum bertaubat kepada Allah. Sementara itu, kita semua pasti mengetahui bahwa Allah dengan tegas telah mengharamkan minuman keras. Bahkan, Dia telah mengancam para peminumnya dengan siksaan karena telah menyelisihi perintah-Nya. Itu semua disebabkan minuman keras memiliki dua dampak negatif bagi peminumnya didunia.
Pertama, khamer pasti akan membuat peminumnya lupa dari zikir kepada Allah dan kewajiban agamanya. Kedua, khamer dapat merusak akalnya. Sehingga, kemungkinan besar ia akan menelantarkan keluarganya dan menyia-nyiakan mereka sebab hilangnya kepala keluarga dan hilangnya harta karena ia habiskan untuk melakukan perbuatan yang telah Allah haramkan. Allah berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamer, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan". QS.Al-Maidah:90.
Selain itu, Rasulullah juga telah bersabda dalam banyak hadist beliau, bahwa kelak pada hari kiamat Allah tidak akan berbicara dengan peminum minuman keras. Dia tidak akan menyucikannya dan tidak akan memasukkannya kedalam surga-Nya.
Ibnu Umar meriwayatkan, Rasulullah bersabda,
"Ada 3 golongan orang yang telah Allah haramkan surga bagi mereka. Pecandu minuman keras, orang yang durhaka kepada orangtuanya dan Adf-Dayyuts (orang yang tidak mempunyai kecemburuan terhadap keluarganya) yang membiarkan istrinya berbuat keji (zina)". HR. Ahmad.
Oleh sebab itu, kondisi para pecandu khamer dihadapan Allah sangatlah berat, pedih dan menghinakan. Mereka terhalang dari rahmat Allah dalam penantian tersebut. Selain itu, Allah dan Rasul-Nya tgelah mengancam akan mengharamkan surga bagi mereka serta akan memasukkan mereka kedalam neraka.
Pertama, khamer pasti akan membuat peminumnya lupa dari zikir kepada Allah dan kewajiban agamanya. Kedua, khamer dapat merusak akalnya. Sehingga, kemungkinan besar ia akan menelantarkan keluarganya dan menyia-nyiakan mereka sebab hilangnya kepala keluarga dan hilangnya harta karena ia habiskan untuk melakukan perbuatan yang telah Allah haramkan. Allah berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamer, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan". QS.Al-Maidah:90.
Selain itu, Rasulullah juga telah bersabda dalam banyak hadist beliau, bahwa kelak pada hari kiamat Allah tidak akan berbicara dengan peminum minuman keras. Dia tidak akan menyucikannya dan tidak akan memasukkannya kedalam surga-Nya.
Ibnu Umar meriwayatkan, Rasulullah bersabda,
"Ada 3 golongan orang yang telah Allah haramkan surga bagi mereka. Pecandu minuman keras, orang yang durhaka kepada orangtuanya dan Adf-Dayyuts (orang yang tidak mempunyai kecemburuan terhadap keluarganya) yang membiarkan istrinya berbuat keji (zina)". HR. Ahmad.
Oleh sebab itu, kondisi para pecandu khamer dihadapan Allah sangatlah berat, pedih dan menghinakan. Mereka terhalang dari rahmat Allah dalam penantian tersebut. Selain itu, Allah dan Rasul-Nya tgelah mengancam akan mengharamkan surga bagi mereka serta akan memasukkan mereka kedalam neraka.
ORANG-ORANG YANG MEMAKAN RIBA
Orang yang memakan harta riba dan yang enggan mengeluarkan zakat memiliki hubungan dan kaitan yang cukup erat. Orang yang memakan riba, pada saat yang sama, ia juga pasti enggan menunaikan zakat. Sebab, tidak mungkin orang yang membayarkan hak Allah dalam hartanya akan membiarkan dirinya memakan harta riba. Sebaliknya, tidak mungkin orang yang memakan harta riba akan mau membayarkan hak Allah dalam hartanya (zakat). Sebab, keduanya (orang yang memakan riba dan orang yang tidak mau mengeluarkan zakat) ialah sama. Siksaan yang kelak didapatkan keduanya akan disaksikan oleh mata dan didengar seluruh makhluk.
Alangkah ngerinya siksaan bagi para pemakan riba. Kelak mereka akan dikumpulkan dengan kondisi seperti orang gila. Mereka akan berdiri dan duduk, lalu akan menceracau seperti orang yang kerasukan setan hingga menjadi seperti orang gila dan hilang akal. Allah berfirman,"Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba". QS.Al-Baqarah:275.
Karena itu, azab bagi orang yang memakan riba disisi Allah sangatlah keras. Bahkan, dimungkinkan rahmat Allah tidak meliputi orang-orang seperti mereka. Sebab, kejahatan mereka bukan hanya berakibat pada diri mereka sendiri, tapi juga berkaitan dengan hak orang lain. Berapa banyak orang yang telah mereka sakiti. Berapa banyak pula keluarga yang telah mereka kacaukan. Harta kekayaan mereka semakin berkembang dan bertambah banyak yang diperoleh dari hasil kredit orang-orang yang butuh pinjaman kepada mereka karena terdesak.
Mereka menyita rumah dan mengusir penghuninya. Lalu, membangun istana diatasnya. Mereka rampas hasil jerih payah, keringat dan pekerjaan orang lain, lalu meninggalkan mereka terlantar. Maka, sudah sepantasnya Allah untuk mengumpulkan mereka kelak pada hari kiamat dalam kondisi mata terbelalak dan diliputi rasa hina. Kemudian mereka menjadi seperti orang gila. Mereka menceracau dipadang mahsyar. Tidak ada yang mengasihi dan membantu mereka.
Cukuplah sebagai bukti akan besarnya dosa dan kejahatan para pemakan riba ialah bahwa Rasulullah telah memasukkannya kedalam deretan 7 dosa yang membinasakan pelakunya. Rasulullah bersabda sebagaimana yang diriwayatkan Abu Hurairah,
"Jauhilah 7 dosa yang membinasakan. Para sahabat bertanya,'Wahai Rasulullah, apa saja 7 dosa yang membinasakan itu?' Beliau menjawab, 'Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang telah Allah haramkan darahnya kecuali dengan haq, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, serta menuduh wanita mukminah baik-baik berbuat zina'. HR.Al-Bukhari.
Memakan riba merupakan salah satu dosa yang membinasakan pelakunya dan menjerumuskannya kedalam azab Allah pada hari kiamat.
Kutipan dari buku Pengadilan Akhirat.
Pengarang Syaikh Mahir Ahmad Ash-Shufi.
Alangkah ngerinya siksaan bagi para pemakan riba. Kelak mereka akan dikumpulkan dengan kondisi seperti orang gila. Mereka akan berdiri dan duduk, lalu akan menceracau seperti orang yang kerasukan setan hingga menjadi seperti orang gila dan hilang akal. Allah berfirman,"Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba". QS.Al-Baqarah:275.
Karena itu, azab bagi orang yang memakan riba disisi Allah sangatlah keras. Bahkan, dimungkinkan rahmat Allah tidak meliputi orang-orang seperti mereka. Sebab, kejahatan mereka bukan hanya berakibat pada diri mereka sendiri, tapi juga berkaitan dengan hak orang lain. Berapa banyak orang yang telah mereka sakiti. Berapa banyak pula keluarga yang telah mereka kacaukan. Harta kekayaan mereka semakin berkembang dan bertambah banyak yang diperoleh dari hasil kredit orang-orang yang butuh pinjaman kepada mereka karena terdesak.
Mereka menyita rumah dan mengusir penghuninya. Lalu, membangun istana diatasnya. Mereka rampas hasil jerih payah, keringat dan pekerjaan orang lain, lalu meninggalkan mereka terlantar. Maka, sudah sepantasnya Allah untuk mengumpulkan mereka kelak pada hari kiamat dalam kondisi mata terbelalak dan diliputi rasa hina. Kemudian mereka menjadi seperti orang gila. Mereka menceracau dipadang mahsyar. Tidak ada yang mengasihi dan membantu mereka.
Cukuplah sebagai bukti akan besarnya dosa dan kejahatan para pemakan riba ialah bahwa Rasulullah telah memasukkannya kedalam deretan 7 dosa yang membinasakan pelakunya. Rasulullah bersabda sebagaimana yang diriwayatkan Abu Hurairah,
"Jauhilah 7 dosa yang membinasakan. Para sahabat bertanya,'Wahai Rasulullah, apa saja 7 dosa yang membinasakan itu?' Beliau menjawab, 'Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang telah Allah haramkan darahnya kecuali dengan haq, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, serta menuduh wanita mukminah baik-baik berbuat zina'. HR.Al-Bukhari.
Memakan riba merupakan salah satu dosa yang membinasakan pelakunya dan menjerumuskannya kedalam azab Allah pada hari kiamat.
Kutipan dari buku Pengadilan Akhirat.
Pengarang Syaikh Mahir Ahmad Ash-Shufi.
Kamis, 15 Desember 2011
ORANG-ORANG YANG TIDAK MELAKSANAKAN KEWAJIBAN SHALAT
Sungguh Allah telah menjadikan bagi semua ibadah yang diwajibkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya beberapa udzur dan alasan untuk tidak melaksanakannya, terkecuali shalat.
Ya, Allah tidak memberikan udzur apapun baginya. Sebab, Dia telah memerintahkan kepada anak kecil yang berusia 10 tahun untuk melaksanakan shalat, mewajibkannya kepada orang dewasa dan yang sudah renta, baik yang sehat maupun yang sakit, muqim(tinggal) dirumahnya atau sedang bepergian. Dia juga mewajibkannya atas orang buta maupun yang bisa melihat, budak ataupun majikan, dan kepada penguasa atau rakyat jelata.
Tak ada seorangpun dari kaum muslimin yang tidak wajib melaksanakannya. Bagi orang yang tidak mampu melaksanakannya dengan berdiri, wajib dengan duduk. Bagi yang tidak bisa melaksanakannya dengan duduk, wajib dengan berbaring. Bahkan, yang tidak mampu melaksanakannya dengan berbaring, wajib dengan lisannya, hatinya dan fikirannya.
Kalau kita bandingkan, zakat hanya diwajibkan atas orang-orang yang memiliki harta, haji hanya diwajibkan atas orang-orang yang mampu (memiliki bekal dan biaya perjalanan), dan puasa juga hanya diwajibkan atas orang yang mampu melaksanakannya. Sementara shalat, sama sekali tak ada pengecualian dan udzur untuknya. Oleh sebab itu, kelak hisab tentang masalah shalat akan sangat berat pada hari kiamat. Bahkan, Rasulullah sendiri telah membedakan antara orang muslim dan kafir dengan shalat. Beliau bersabda :
"Jaminan yang maish ada antara kita dengan mereka (orang munafik) ialah shalat. Maka barangsiapa yang meninggalkannya, berarti ia telah kafir". HR.At-Tirmidzi.
Untuk itu, barangsiapa yang meninggalkan shalat dengan sengaja dan menyengaja, serta mengingkari keberadaannya sebagai sesuatu yang diwajibkan, berarti ia telah kafir secara hukum syar'i. Sebagaimana telah disebutkan Rasulullah dalam salah satu hadistnya. Oleh sebab itu, kelak balasan bagi yang meninggalkannya juga akan terasa sangat berat. Karena, shalat termasuk salah satu rukun islam. Rasulullah telah menjelaskan bagaimana kondisi orang yang meninggalkan shalat ketika mereka sedang dihisab dihadapan Allah pada hari kiamat kelak.
Abu Hurairah meriwayatkan, "aku mendengar Rasulullah bersabda,'sungguh yang pertama kali akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat dari amalnya ialah shalat. Jika shalatnya baik, berati ia telah beruntung dan selamat. Namun jika shalatnya rusak, berarti ia telah merugi dan menyesal. Jika shalat wajibnya masih ada yang kurang,Allah akan berfirman, 'lihatlah, apakah hambaku mempunyai pahala shalat sunnah, sehingga kekurangan pada pahala shalatnya yang wajib dapat disempurnakan dengannya.
Namun jika seseorang meninggalkan shalat dengan sengaja selama hidupnya dan ia mati dalam keadaan seperti itu, berarti ia akan dimasukkan kedalam neraka bersama orang-orang kafir. Akan tetapi, ia tidak kekal didalamnya, selama ia masih beriman dan tidak murtad keluar dari agamanya (Islam). Sebab, ia masih termasuk orang yang mengucapkan kalimah Syahadat, la illaha illallah. Orang seperti ini keputusan perkaranya ada ditangan Allah. Jika dalam salah satu kondisi ia mendapatkan syafaat, maka yang mengetahuinya ialah Allah.
Adapun orang yang shalatnya bagus, sebagaimana dalam hadist diatas, ia telah beruntung dan selamat. Namun, jika shalatnya rusak, baik ia melakukannya karena nifak atau riya', berarti ia telah merugi dan sia-sia usahanya. Sementara orang yang shalatnya kurang sempurna, maka akan dilihat apakah ia memiliki pahala shalat sunnah, apakah ia bisa melengkapinya ataukah tidak. Jika pahala shalat sunnah belum bisa melengkapinya, berarti ia akan mendapatkan hisab yang keras karena telah meninggalkan sebuah kewajiban. Adapun jika orang tersebut bermalas-malasan dalam melaksanakan shalat dan terus menerus melupakannya, hanya melaksanakan shalat pada hari jumat saja, atau yang semisal, maka sungguh Allah telah berfirman:"Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang tidak shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya' dan enggan menolong dengan barang berguna. QS.Al-Ma'un:4-7.
Kutipan dari buku Pengadilan Akhirat.
Pengarang Syaikh Mahir Ahmad ASh-Shufi.
Ya, Allah tidak memberikan udzur apapun baginya. Sebab, Dia telah memerintahkan kepada anak kecil yang berusia 10 tahun untuk melaksanakan shalat, mewajibkannya kepada orang dewasa dan yang sudah renta, baik yang sehat maupun yang sakit, muqim(tinggal) dirumahnya atau sedang bepergian. Dia juga mewajibkannya atas orang buta maupun yang bisa melihat, budak ataupun majikan, dan kepada penguasa atau rakyat jelata.
Tak ada seorangpun dari kaum muslimin yang tidak wajib melaksanakannya. Bagi orang yang tidak mampu melaksanakannya dengan berdiri, wajib dengan duduk. Bagi yang tidak bisa melaksanakannya dengan duduk, wajib dengan berbaring. Bahkan, yang tidak mampu melaksanakannya dengan berbaring, wajib dengan lisannya, hatinya dan fikirannya.
Kalau kita bandingkan, zakat hanya diwajibkan atas orang-orang yang memiliki harta, haji hanya diwajibkan atas orang-orang yang mampu (memiliki bekal dan biaya perjalanan), dan puasa juga hanya diwajibkan atas orang yang mampu melaksanakannya. Sementara shalat, sama sekali tak ada pengecualian dan udzur untuknya. Oleh sebab itu, kelak hisab tentang masalah shalat akan sangat berat pada hari kiamat. Bahkan, Rasulullah sendiri telah membedakan antara orang muslim dan kafir dengan shalat. Beliau bersabda :
"Jaminan yang maish ada antara kita dengan mereka (orang munafik) ialah shalat. Maka barangsiapa yang meninggalkannya, berarti ia telah kafir". HR.At-Tirmidzi.
Untuk itu, barangsiapa yang meninggalkan shalat dengan sengaja dan menyengaja, serta mengingkari keberadaannya sebagai sesuatu yang diwajibkan, berarti ia telah kafir secara hukum syar'i. Sebagaimana telah disebutkan Rasulullah dalam salah satu hadistnya. Oleh sebab itu, kelak balasan bagi yang meninggalkannya juga akan terasa sangat berat. Karena, shalat termasuk salah satu rukun islam. Rasulullah telah menjelaskan bagaimana kondisi orang yang meninggalkan shalat ketika mereka sedang dihisab dihadapan Allah pada hari kiamat kelak.
Abu Hurairah meriwayatkan, "aku mendengar Rasulullah bersabda,'sungguh yang pertama kali akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat dari amalnya ialah shalat. Jika shalatnya baik, berati ia telah beruntung dan selamat. Namun jika shalatnya rusak, berarti ia telah merugi dan menyesal. Jika shalat wajibnya masih ada yang kurang,Allah akan berfirman, 'lihatlah, apakah hambaku mempunyai pahala shalat sunnah, sehingga kekurangan pada pahala shalatnya yang wajib dapat disempurnakan dengannya.
Namun jika seseorang meninggalkan shalat dengan sengaja selama hidupnya dan ia mati dalam keadaan seperti itu, berarti ia akan dimasukkan kedalam neraka bersama orang-orang kafir. Akan tetapi, ia tidak kekal didalamnya, selama ia masih beriman dan tidak murtad keluar dari agamanya (Islam). Sebab, ia masih termasuk orang yang mengucapkan kalimah Syahadat, la illaha illallah. Orang seperti ini keputusan perkaranya ada ditangan Allah. Jika dalam salah satu kondisi ia mendapatkan syafaat, maka yang mengetahuinya ialah Allah.
Adapun orang yang shalatnya bagus, sebagaimana dalam hadist diatas, ia telah beruntung dan selamat. Namun, jika shalatnya rusak, baik ia melakukannya karena nifak atau riya', berarti ia telah merugi dan sia-sia usahanya. Sementara orang yang shalatnya kurang sempurna, maka akan dilihat apakah ia memiliki pahala shalat sunnah, apakah ia bisa melengkapinya ataukah tidak. Jika pahala shalat sunnah belum bisa melengkapinya, berarti ia akan mendapatkan hisab yang keras karena telah meninggalkan sebuah kewajiban. Adapun jika orang tersebut bermalas-malasan dalam melaksanakan shalat dan terus menerus melupakannya, hanya melaksanakan shalat pada hari jumat saja, atau yang semisal, maka sungguh Allah telah berfirman:"Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang tidak shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya' dan enggan menolong dengan barang berguna. QS.Al-Ma'un:4-7.
Kutipan dari buku Pengadilan Akhirat.
Pengarang Syaikh Mahir Ahmad ASh-Shufi.
Langganan:
Postingan (Atom)