"Hai setan terlaknat, tahukah engkau bahwa ada tujuh laknat yang ditujukan padamu dilangit? Laknat pertama yang ditujukan padamu adalah laknat Allah, kemudian laknat para malaikat muqarrabin di sisi Allah, yaitu jibril, mikail, izrafil, dan azzail. Laknat ke enam dan ke tujuh adalah dari Rasulullah SAW, Imam Ali dan Ahlul Baitnya, dan engkau takkan pernah beroleh kasih sayang mereka, dan engkau akan menjadi tawanan muslimin yang sebenarnya dan para pengikut Islam yang benar."
RIDHA SETAN ATAS SEBAGIAN MANUSIA.
Setan berkata, "Aku terkadang senang dan ridha kepada sebagian manusia. Perlakuan mereka sangat bernilai buatku. Aku senang sekali, sehingga aku tak usah berada di belakang mereka dalam mengerjakan perbuatan itu. Ketika anak cucu Adam mencari tiga hal ini, maka semuanya akan tercatat dalam buku catatannya, dan karenanya mereka akan beroleh keridhaanku. Pertama, mereka menganggap dirinya besar diantara makhluk-makhluk yang lain. Mereka selalu menunjukkan kesombongan mereka dan menganggap orang lain kecil dan hina; menganggap perbuatannya selalu baik dan bernilai sedangkan perbuatan orang lain selalu buruk dan tak diterima. Orang-orang seperti ini adalah para sahabatku dan aku ridha terhadap mereka. Yang kedua, saat mereka mengerjakan perbuatan buruk dan merusak, maka mereka menganggapnya keci dan tak bernilai.
Mereka meremehkan ibadah sehingga waktunya berlalu, sementara mereka belum sempat mengerjakannya. Bahkan kadangkala dia lupa mengerjakannya serta tak punya niat untuk bertaubat. Orang-orang semacam ini termasuk sahabatku juga. Mereka memperoleh keridhaanku dan aku pun sangat ridha terhadap mereka. Tetapi yang paling penting dari semua itu adalah sebuah pekerjaan yang jika mereka mengerjakannya, itu didasari oleh rasa bangga diri, riya, atau pikiran yang buruk, sehingga mereka akan mengganggu orang lain dengan lisannya. Inilah dosa terbesar yang bisa dikerjakannya."
"Engkau benar, hai setan, karena Imam al-Shadiq as dalam hal ini pernah berkata, "wahai sekalian manusia, menjaga lisan adalah salah satu syarat iman, dan manusia yang paling tak disukai di sisi Allah adalah mereka yang menakut-nakuti orang lain dengan lisannya."
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
Kamis, 13 Desember 2012
PAHALA KECINTAAN KEPADA KELUARGA NABI MUHAMMAD SAW
Orang yang mencintai keluarga Nabi Muhammad SAW, akan beroleh kebaikan dunia dan akhirat. Tak diragukan lagi, dia memiliki tempat di surga. Selain kebahagiaan dunia dan akhirat, mereka akan hidup didunia dengan zuhud dan berlomba dalam kebajikan, wara' dalam agama, giat beribadah, bertaubat sebelum kematian, selalu menghidupkan malam dengan ibadah, tak berputus asa, menjaga perintah dan larangan Allah, dan tak mencintai dunia. Di akhirat kelak, orang-orang seperti ini takkan gelisah dan balasan bagi perbuatannya akan diterima dengan tangan kanan serta dijauhkan dari siksaan. Wajahnya akan tampak putih bercahaya dan akan digabungkan dengan kelompok ahli surga serta termasuk orang yang dapat memberikan syafaat kepada seratus orang saudaranya. Allah akan selalu memandangnya dengan pandangan rahmat (kasih sayang) dan Allah akan selalu memerhatikan mereka ketika berada di berbagai tempat di surga. Mereka akan memasuki surga tanpa hiab. Berbahagialah orang-orang yang benar-benar mencintai Ahlul Bait Rasulullah SAW.
SETAN DAN LUBANG DOSA.
Setan benar-bena berduka, hingga air matanya menetes membasahi pipi. Tangannya memegangi lutut, kemudian bangkit dari tempatnya dan secara perlahan mengusap air matanya serta memandang sinis kearahku. Dalam hati kecilnya yang gelap, dia mencari sebuah jawaban, yang dapat menghancurkan dan menyakiti hatiku.
Setan berkata, "engkau jangan terlalu berharap kepada dirimu dan manusia lain, karena aku selalu menemukan celah untuk masuk ke relung-relung hatimu. Suatu hari, aku akan mendengar darimu disebuah kelas dimana engkau berkata, 'untuk meraih keberhasilan, kita harus melalui sebuah lubang.' Padahal, lubang-lubang telah kubuat dalam hatimu, yaitu kelalaian. Ketahuilah, aku akan memanfaatkan hal itu."
"Iblis terkutu, engkau selalu menafsirkan semua hal agar dapat menguntungkanmu. Engkau menyerang dengan lubang dosamu dalam hati manusia dan engkau telah menancapkan tempat konspirasimu disana. Tetapi, manusia yang beriman dan semua orang yang meminta pertolongan kepada Allah, akan membongkar lubang itu dihatinya, sehingga cahaya akan masuk kesana. Jika cahaya sudah masuk dan menyinari jasmani dan ruhaninya, maka cahaya itu akan bersemayam disana. Maka, akan terdengar suara merdu surga dari dalam hatinya. Seperti burung kecil yang dengan mudah terbang ke langit kecintaa menuju Allah, dan itu adalah titik lebur manusia, dimana semua bagian hati menjadi bersih dan kebaikan pun dileburkan (kedalamnya). Semua wujudnya dikorbankan karena kecintaan kepada Allah.
Ketika sampai disana, maka tiada lagi pembahasan tentang manusia. Apapun yang ada disana adalah wujud zat Allah yang maha kekal. Dan setiap cinta akan kembali kepada posisi malakuti Allah. Sampai pada kedudukan ini, maka dia akan termasuk khalifah Allah yang paling benar di muka bumi."
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
SETAN DAN LUBANG DOSA.
Setan benar-bena berduka, hingga air matanya menetes membasahi pipi. Tangannya memegangi lutut, kemudian bangkit dari tempatnya dan secara perlahan mengusap air matanya serta memandang sinis kearahku. Dalam hati kecilnya yang gelap, dia mencari sebuah jawaban, yang dapat menghancurkan dan menyakiti hatiku.
Setan berkata, "engkau jangan terlalu berharap kepada dirimu dan manusia lain, karena aku selalu menemukan celah untuk masuk ke relung-relung hatimu. Suatu hari, aku akan mendengar darimu disebuah kelas dimana engkau berkata, 'untuk meraih keberhasilan, kita harus melalui sebuah lubang.' Padahal, lubang-lubang telah kubuat dalam hatimu, yaitu kelalaian. Ketahuilah, aku akan memanfaatkan hal itu."
"Iblis terkutu, engkau selalu menafsirkan semua hal agar dapat menguntungkanmu. Engkau menyerang dengan lubang dosamu dalam hati manusia dan engkau telah menancapkan tempat konspirasimu disana. Tetapi, manusia yang beriman dan semua orang yang meminta pertolongan kepada Allah, akan membongkar lubang itu dihatinya, sehingga cahaya akan masuk kesana. Jika cahaya sudah masuk dan menyinari jasmani dan ruhaninya, maka cahaya itu akan bersemayam disana. Maka, akan terdengar suara merdu surga dari dalam hatinya. Seperti burung kecil yang dengan mudah terbang ke langit kecintaa menuju Allah, dan itu adalah titik lebur manusia, dimana semua bagian hati menjadi bersih dan kebaikan pun dileburkan (kedalamnya). Semua wujudnya dikorbankan karena kecintaan kepada Allah.
Ketika sampai disana, maka tiada lagi pembahasan tentang manusia. Apapun yang ada disana adalah wujud zat Allah yang maha kekal. Dan setiap cinta akan kembali kepada posisi malakuti Allah. Sampai pada kedudukan ini, maka dia akan termasuk khalifah Allah yang paling benar di muka bumi."
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
KETAKUTAN SETAN KEPADA BACAAN DZIKIR DAN SHALAWAT
Setelah kita bertawakal kepada Allah SWT dan memintaa bantuan Rasulullah dan Ahlul Baitnya, maka kedua setan yang ditugaskan untuk menyertai kita akan bersembunyi dan melaporkan kondisi manusia itu kepada iblis. Kedua setan itu akan berkata, "manusia ini telah membuat kita lelah, kami memerlukan bantuan."
Iblis terkutuk itu kemudian memerintahkan tentaranya untuk membantu, hingga jumlahnya menjadi seribu tentara, kemudian kembali menyerang manusia dengan membuatnya waswas dan menyesatkannya serta berbaris berlapis-lapis dihadapan manusia. Namun, jika kita berdzikir dan bershalawat kepada Rasulullah dan Ahlul Baitnya, maka mereka takkan dapat menaklukkan kita.
Bala tentara setan akan mulai menyerang lagi. Tetapi, karena manusia dibekali dengan dzikir, maka bala tentara setan akan mengalami kekalahan dan kembali menghadap iblis. Mereka berkata, "kami tak mampu memperdaya dia. Karena itu, engkau sendiri yang harus memperdaya dan menyesatkannya."
Dalam kondisi seperti ini, iblis sendiri yang akan memimpin peperangan. Dia akan menyerang manusia dari segala sisi. Kemudian, Allah berfirman, "Hai para malaikat, iblis ini terkutuk. Dia dan bala tentaranya berbaris menyerang seorang hamba diantara hamba-hamba-Ku. Pergiah kalian dan hadapilah iblis dan bala tentaranya."
Kemudian, dalam menghadapi setan, seratus ribu malaikat akan berdiri di hadapan satu setan. Mereka semua menaiki kuda dari api. Di setiap tangannya tergenggam pedang dan tombak, anak panah, dan senjata-senjata lain yang terbuat dari api."
Para malaikat akan menyerang pasukan iblis dengan senjata-senjata dari api dan memorak porandakan bala tentara setan itu. Mereka kemudian menangkap dan menawan iblis. Dengan pedang-pedang, para malaikat akan menyerang bala tentara setan. Disaat itulah iblis berteriak keras. "Wahai Tuhanku, Engkau telah berjanji untuk tidak membunuhku. Engkau akan membiarkanku hidup sampai hari akhir."
Allah berfirman, "hai malaikat, setan terkutuk ini berkata benar. Aku telah berjanji untuk tidak mematikan, tak menggunakan senjta-senjata-Ku untuk menguasainya, tak membunuhnya, dan tak melukainya. Maka, pukul dan lukailah dengan senjatanya sendiri. Aku takkan membunuhnya dan akan membiarkan mereka hidup.
Malaikat kemudian melukai setan, lalu membebaskanya dalam keadaan terluka. Iblis terkutuk itu menahan sakit karena luka yang dialaminya dan terbunuhnya anak-anaknya, merintih dan meminta pertolongan.
Tetapi luka ini takan sembuh kecuali apabila terdengar suara seorang musyrik yang menyatakan kemusyrikan kepada Allah. Jika mendengar hal itu, maka setan ini akan sembuh. Tetapi jika seorang mukmin berada dalam keadaan berdzikir dan tidak pernah lupa kepada Allah SWT, maka luka si setan takka pernah bisa sembuh. Tapi jika seseorang lupa untuk berdzikir kepada Allah dan menentang-Nya, maka hal itu akan menyebabkan kesembuhan dari luka-luka yang diderita oleh iblis.
Setan berkata, "hai manusia yang suka lalai, disini engkau berkata benar. Setiap orang menuju kearah Allah, Rasul-Nya, dan Ahlul Baitnya, maka iblis takkan pernah bisa berada dihati mereka. Luka-luka yang kau lihat disekujur tubuhku, khususnya diwajahku ini, smuanya dikarenakan pengkhianatan manusia dan larinya mereka dariku, serta menjadikan Allah sebagai pegangan hidupnya. Sekarangpun, di beberapa tempat di dunia ini, sejumlah anak-anakku tenggelam dalam lautan darah, dengan badan penuh luka. Mereka berlumur darah dan sejumlah lainnya membawa jasad mereka ke padang pasir. Mereka semua berbela sungkawa; mengantar kematian saudaranya. Suara rintih dan kesedihan membuat hatiku sakit, serta membuat kebencian dan kemarahanku kepada manusia semakin berlipat-lipat."
"Hai iblis, kamu akan selalu merasakan duka atas anak-anakmu hingga hari kiamat, karena banyak orang yang takkan meninggalkan jalan yang lurus, dan engkau akan selalu berduka."
Jika semua orang mukmmin dalam kehidupannya menjalankan sebuah hadist dari Rasulullah SAW ini, maka setan akan berduka untuk selama-lamanya. Rasulullah SAW bersabda, "setelah Allah menciptakan suega, dan surga diciptakan dari cahaya Arsy, Allah kemudian mengambil cahaya itu dan menaburkannya. Sepertiga diberikan kepada aku, sepertiga diberikan kepada Fatimah, dan sepertiga diberikan kepada Ali dan Ahlul baitnya. Setiap orang yang terkena cahaya ini, maka dia akan mencintai dan berwilayah kepada Ahlul Bait Muhammad SAW. Tetapi orang yang tidak terkena pancaran cahaya ini, maka mereka bukan termasuk pencinta Ahlul Bait dan mereka akan tersesat jalannya.
Orang yang beroleh kecintaan Rasulullah dan ahlul Bait Mulia Rasul, pasti dalam hatinya terdapat sebuah cabang diantara pohon cahaya dan didalam wujudnya itu akan mengakar kuat. Dia takkan tersesat. Cahaya hidayah melekat di pelupuk matanya; cahaya terang yang berasal dari rumah Fatimah Al-Zahra as.
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
Iblis terkutuk itu kemudian memerintahkan tentaranya untuk membantu, hingga jumlahnya menjadi seribu tentara, kemudian kembali menyerang manusia dengan membuatnya waswas dan menyesatkannya serta berbaris berlapis-lapis dihadapan manusia. Namun, jika kita berdzikir dan bershalawat kepada Rasulullah dan Ahlul Baitnya, maka mereka takkan dapat menaklukkan kita.
Bala tentara setan akan mulai menyerang lagi. Tetapi, karena manusia dibekali dengan dzikir, maka bala tentara setan akan mengalami kekalahan dan kembali menghadap iblis. Mereka berkata, "kami tak mampu memperdaya dia. Karena itu, engkau sendiri yang harus memperdaya dan menyesatkannya."
Dalam kondisi seperti ini, iblis sendiri yang akan memimpin peperangan. Dia akan menyerang manusia dari segala sisi. Kemudian, Allah berfirman, "Hai para malaikat, iblis ini terkutuk. Dia dan bala tentaranya berbaris menyerang seorang hamba diantara hamba-hamba-Ku. Pergiah kalian dan hadapilah iblis dan bala tentaranya."
Kemudian, dalam menghadapi setan, seratus ribu malaikat akan berdiri di hadapan satu setan. Mereka semua menaiki kuda dari api. Di setiap tangannya tergenggam pedang dan tombak, anak panah, dan senjata-senjata lain yang terbuat dari api."
Para malaikat akan menyerang pasukan iblis dengan senjata-senjata dari api dan memorak porandakan bala tentara setan itu. Mereka kemudian menangkap dan menawan iblis. Dengan pedang-pedang, para malaikat akan menyerang bala tentara setan. Disaat itulah iblis berteriak keras. "Wahai Tuhanku, Engkau telah berjanji untuk tidak membunuhku. Engkau akan membiarkanku hidup sampai hari akhir."
Allah berfirman, "hai malaikat, setan terkutuk ini berkata benar. Aku telah berjanji untuk tidak mematikan, tak menggunakan senjta-senjata-Ku untuk menguasainya, tak membunuhnya, dan tak melukainya. Maka, pukul dan lukailah dengan senjatanya sendiri. Aku takkan membunuhnya dan akan membiarkan mereka hidup.
Malaikat kemudian melukai setan, lalu membebaskanya dalam keadaan terluka. Iblis terkutuk itu menahan sakit karena luka yang dialaminya dan terbunuhnya anak-anaknya, merintih dan meminta pertolongan.
Tetapi luka ini takan sembuh kecuali apabila terdengar suara seorang musyrik yang menyatakan kemusyrikan kepada Allah. Jika mendengar hal itu, maka setan ini akan sembuh. Tetapi jika seorang mukmin berada dalam keadaan berdzikir dan tidak pernah lupa kepada Allah SWT, maka luka si setan takka pernah bisa sembuh. Tapi jika seseorang lupa untuk berdzikir kepada Allah dan menentang-Nya, maka hal itu akan menyebabkan kesembuhan dari luka-luka yang diderita oleh iblis.
Setan berkata, "hai manusia yang suka lalai, disini engkau berkata benar. Setiap orang menuju kearah Allah, Rasul-Nya, dan Ahlul Baitnya, maka iblis takkan pernah bisa berada dihati mereka. Luka-luka yang kau lihat disekujur tubuhku, khususnya diwajahku ini, smuanya dikarenakan pengkhianatan manusia dan larinya mereka dariku, serta menjadikan Allah sebagai pegangan hidupnya. Sekarangpun, di beberapa tempat di dunia ini, sejumlah anak-anakku tenggelam dalam lautan darah, dengan badan penuh luka. Mereka berlumur darah dan sejumlah lainnya membawa jasad mereka ke padang pasir. Mereka semua berbela sungkawa; mengantar kematian saudaranya. Suara rintih dan kesedihan membuat hatiku sakit, serta membuat kebencian dan kemarahanku kepada manusia semakin berlipat-lipat."
"Hai iblis, kamu akan selalu merasakan duka atas anak-anakmu hingga hari kiamat, karena banyak orang yang takkan meninggalkan jalan yang lurus, dan engkau akan selalu berduka."
Jika semua orang mukmmin dalam kehidupannya menjalankan sebuah hadist dari Rasulullah SAW ini, maka setan akan berduka untuk selama-lamanya. Rasulullah SAW bersabda, "setelah Allah menciptakan suega, dan surga diciptakan dari cahaya Arsy, Allah kemudian mengambil cahaya itu dan menaburkannya. Sepertiga diberikan kepada aku, sepertiga diberikan kepada Fatimah, dan sepertiga diberikan kepada Ali dan Ahlul baitnya. Setiap orang yang terkena cahaya ini, maka dia akan mencintai dan berwilayah kepada Ahlul Bait Muhammad SAW. Tetapi orang yang tidak terkena pancaran cahaya ini, maka mereka bukan termasuk pencinta Ahlul Bait dan mereka akan tersesat jalannya.
Orang yang beroleh kecintaan Rasulullah dan ahlul Bait Mulia Rasul, pasti dalam hatinya terdapat sebuah cabang diantara pohon cahaya dan didalam wujudnya itu akan mengakar kuat. Dia takkan tersesat. Cahaya hidayah melekat di pelupuk matanya; cahaya terang yang berasal dari rumah Fatimah Al-Zahra as.
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
TANGGA CAHAYA
Rasulullah SAW bersabda dihadapan umat Islam, "Dalam menghadapi problema dan persoalan hidup, merujuklah kepadaku dan Ahlul baitku serta berpegang teguhlah kepada kami, untuk membantu kalian terhadap setan yang menginginkan kalian menyimpang."
karena Allah SWT telah memerintahkan kepada para malaikat-Nya untuk membantu kalian terhadap setan yang menginginkan kalian menyimpang."
Setiap kita selalu ditemani oleh dua malaikat. Satu berada di sebelah kanan kita, yang selalu menuliskan semua amal kebajikan kita, dan yang lain berada di sebelah kiri kita, yang selalu mencatat semua perbuatan dosa kita. Begitu juga, ada dua setan yang ditugaskan oleh iblis untuk menyesatkan dan menciptakan waswas dalam diri kita. Maka, jika dalam hati kita timbul rasa waswas, segeralah kita menghadap Allah dan berpegang teguh kepada Allah, agar kita bisa diberi hidayah dan ditarik dari kubangan dosa menuju cahaya. Jangan sampai kita terjebak oleh tali tipu daya setan, karena berpegang kepada tali ini akan membawa kita ke dalam dasar neraka.
Dengan kalimat : La Haula Wala Quwwata illa Billahil Aliyyil Adzim wa Shallallahu 'ala Muhammad wa ali Muhammad al-Thayyibin (tiada kekuatan kecuali milik Allah SWT dan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya yang suci) kita berpegang kepada Tali Allah. Dengan tangga cahaya, kita melangkah satu demi satu menaiki anak tangga hingga sampailah kita kepada kecintaan terhadap Allah dan tenggelam dalam cinta kepada Allah.
Satu demi satu, tirai-tirai penghalang antara diri kita dan Allah akan terbuka. Setiap hamba Allah memiliki 70 tirai yang terbuat dari cahaya. Setiap cahaya yang kita lalui adalah sebuah langkah menuju Allah, dan kita bisa merasakan keagungan-Nya. Seperti halnya seekor merpati yang dengan mudah terbang ke langit, kita akan berada di sisi Allah SWT. Dari awal hingga akhir, semua makhluk akan kembali kepada Allah. Kita harus bersabar atas beratnya perjalanan hidup dan kita tidak boleh berhenti. Sebab, ketika kita berhenti sejenak, maka setan akan datang untuk menyesatkan kita. Kita harus bertawakal kepada Allah dan meminta bantuan Rasulullah serta Ahlul Baitnya, karena kita memerlukan pertolongan mereka, para bunga penciptaan dan bahtera keselamatan.
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
karena Allah SWT telah memerintahkan kepada para malaikat-Nya untuk membantu kalian terhadap setan yang menginginkan kalian menyimpang."
Setiap kita selalu ditemani oleh dua malaikat. Satu berada di sebelah kanan kita, yang selalu menuliskan semua amal kebajikan kita, dan yang lain berada di sebelah kiri kita, yang selalu mencatat semua perbuatan dosa kita. Begitu juga, ada dua setan yang ditugaskan oleh iblis untuk menyesatkan dan menciptakan waswas dalam diri kita. Maka, jika dalam hati kita timbul rasa waswas, segeralah kita menghadap Allah dan berpegang teguh kepada Allah, agar kita bisa diberi hidayah dan ditarik dari kubangan dosa menuju cahaya. Jangan sampai kita terjebak oleh tali tipu daya setan, karena berpegang kepada tali ini akan membawa kita ke dalam dasar neraka.
Dengan kalimat : La Haula Wala Quwwata illa Billahil Aliyyil Adzim wa Shallallahu 'ala Muhammad wa ali Muhammad al-Thayyibin (tiada kekuatan kecuali milik Allah SWT dan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya yang suci) kita berpegang kepada Tali Allah. Dengan tangga cahaya, kita melangkah satu demi satu menaiki anak tangga hingga sampailah kita kepada kecintaan terhadap Allah dan tenggelam dalam cinta kepada Allah.
Satu demi satu, tirai-tirai penghalang antara diri kita dan Allah akan terbuka. Setiap hamba Allah memiliki 70 tirai yang terbuat dari cahaya. Setiap cahaya yang kita lalui adalah sebuah langkah menuju Allah, dan kita bisa merasakan keagungan-Nya. Seperti halnya seekor merpati yang dengan mudah terbang ke langit, kita akan berada di sisi Allah SWT. Dari awal hingga akhir, semua makhluk akan kembali kepada Allah. Kita harus bersabar atas beratnya perjalanan hidup dan kita tidak boleh berhenti. Sebab, ketika kita berhenti sejenak, maka setan akan datang untuk menyesatkan kita. Kita harus bertawakal kepada Allah dan meminta bantuan Rasulullah serta Ahlul Baitnya, karena kita memerlukan pertolongan mereka, para bunga penciptaan dan bahtera keselamatan.
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
Selasa, 04 Desember 2012
HATI PARA PENDOSA, LANDASAN SETAN
Aku yang terheran-heran mendengarkan perkataan setan bahwa dia sedemikian mempersiapkan diri untuk menghancurkan umat manusia dan tak pernah membiarkan sebuah kesempatan pun aku berlindung kepada Allah yang maha Esa, sehingga semua kejahatan dan fitnahnya kembali kepadanya ketika aku berpikir secara mendalam, kulihat banyak sekali jejak kaki setan dalam kehidupanku. Di beberapa tempat, aku mendengarkan dan mengikuti perintah-perintah setan yang terkutuk. Ketika aku mengingat kembali kejadian-kejadian dalam hidupku, maka aku merasa malu kepada Allah yang Besar. Namun kulihat, jika aku lupa untuk bertaubat dan tak cepat-cepat meminta ampun karena perasaan berdosa ini, maka aku akan tetap berada dalam barisan tentara setan. Sebab, salah satu diantara senjata-senjata setan adalah menciptakan keputusasaan kepada rahmat dan pengampunan Allah SWT.
"Hai setan, engkau telah memulai peperangan yang dahsyat dengan manusia. Dengan para menteri anggota kebinetku, kau ingin menjauhkan kami dari jalur kebenaran. Namun orang-orang yang termakan tipu muslihat iblis dan bala tentaranya pastilah orang-orang yang memberikan dukungan kepada pemerintahanmu. Tetapi manusia yang bertakwa dan menyembah Allah takkan pernah berada dalam barisanmu. Hati mereka takkan menjadi tempat bersemayamnya setan."
Bersemayamnya setan dihati seseorang akan menjadikan hati dan ruh orang itu kotor dan kemudian mendorongnya untuk berbuat dosa dengan lisan, anggota tubuh, dan panca inderanya. Dia akan berkata bohong, mengambil harta orang lain, berbuat jahat, mencela orang, membicarakan orang, mempermalukan kehormatan orang lain, memerkosa kehormatan orang lain, menyakiti orang lain dengan perkataannya, minum-minuman keras, berjudi dan di segala perbuatan maakr-setani dia akan menjadi yang terdepan. Tempat bersemayamnya setan adalah hati para pendosa yang mempunyai hubungan dengan setan.
Hati manusia seperti ini bagaikan sarang lebah, dimana para setan akan selalu pulang-pergi dari sana, sebagaimana bandara besar yang setiap saat banyak pesawat yang lepas dan tinggal-landas.
PEPERANGAN SETAN DENGAN DUA KELOMPOK MANUSIA.
Manusia yang sedang dalam keadaan berperang dengan setan terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, atau keimanan mereka tak bisa menyelamatkan mereka sendiri dari cengkeraman setan. Merekalah orang-orang yang tak beriman. Untuk memperdaya mereka, setan tak perlu bersusah payah. Di sisi lain terdapat orang-orang yang memiliki iman yang kuat dan selalu menyebut nama Allah serta bershalawat kepada Rasulullah SAW. Setan habis-habisan dalam memulai peperangan dengan manusia seperti ini. Dia menggunakan segala kekuatan dan peralatan perangnya untuk memperdaya mereka, tetapi mereka selalu melaknat setan dan mengalahkan bala tentaranya serta tiada rasa takut dihatinya.
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
"Hai setan, engkau telah memulai peperangan yang dahsyat dengan manusia. Dengan para menteri anggota kebinetku, kau ingin menjauhkan kami dari jalur kebenaran. Namun orang-orang yang termakan tipu muslihat iblis dan bala tentaranya pastilah orang-orang yang memberikan dukungan kepada pemerintahanmu. Tetapi manusia yang bertakwa dan menyembah Allah takkan pernah berada dalam barisanmu. Hati mereka takkan menjadi tempat bersemayamnya setan."
Bersemayamnya setan dihati seseorang akan menjadikan hati dan ruh orang itu kotor dan kemudian mendorongnya untuk berbuat dosa dengan lisan, anggota tubuh, dan panca inderanya. Dia akan berkata bohong, mengambil harta orang lain, berbuat jahat, mencela orang, membicarakan orang, mempermalukan kehormatan orang lain, memerkosa kehormatan orang lain, menyakiti orang lain dengan perkataannya, minum-minuman keras, berjudi dan di segala perbuatan maakr-setani dia akan menjadi yang terdepan. Tempat bersemayamnya setan adalah hati para pendosa yang mempunyai hubungan dengan setan.
Hati manusia seperti ini bagaikan sarang lebah, dimana para setan akan selalu pulang-pergi dari sana, sebagaimana bandara besar yang setiap saat banyak pesawat yang lepas dan tinggal-landas.
PEPERANGAN SETAN DENGAN DUA KELOMPOK MANUSIA.
Manusia yang sedang dalam keadaan berperang dengan setan terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, atau keimanan mereka tak bisa menyelamatkan mereka sendiri dari cengkeraman setan. Merekalah orang-orang yang tak beriman. Untuk memperdaya mereka, setan tak perlu bersusah payah. Di sisi lain terdapat orang-orang yang memiliki iman yang kuat dan selalu menyebut nama Allah serta bershalawat kepada Rasulullah SAW. Setan habis-habisan dalam memulai peperangan dengan manusia seperti ini. Dia menggunakan segala kekuatan dan peralatan perangnya untuk memperdaya mereka, tetapi mereka selalu melaknat setan dan mengalahkan bala tentaranya serta tiada rasa takut dihatinya.
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
PEMERINTAHAN SETAN
"Wahai si terkutuk, engkau berkata akan berdiri tegak menghadapi kami dengan para pengawal dan pasukanmu?! Apakah engkau mempunyai kabinet dan para menteri?"
Setan yang bola matanya tampak akan keluar dari kelopaknya, dengan sinis memandang kearahku sembari mengusap kaki-kakinya. Sementara itu, biji-bijji peluru yang terbuat dari api berjatuhan di permukaan tanah. Biji-biji kemudian dipungutnya kembali dan diputarkan diatas kepalanya. Dihadapan saya lantas mengepul asap dan kemudian melenyap. Dengan dipenuhi rasa takut dan heran, aku memandang si setan seraya bertanya, "apa sebenarnya biji-biji peluru itu dan kemana perginya?"
Iblis berkata, "sekelompok diantara anak-anakku mati lantaran ibadah yang dilakukan, secara ikhlas oleh beberapa orang di tengah malam. Sujud panjang dan munajat mereka kepada Allah yang maha Esa (telah membunuh anak-anakku). Untuk menggantikannya, aku bereproduksi dan mengirimkan kembali sekelompok bala tentaraku yang baru. Namun ketahuilah, aku mempunyai sebuah kerajaan dan para menteri yang sangat berpengalaman dan mahir, yang siap menerima perintah dariku dan mereka semua telah bersumpah untuk menghancurkan manusia."
"Sebagaimana telah kukatakan, dunia adalah negaraku dan aku berkuasa disana. Seperti halnya komandan yang kuat, aku dapat menentukan nasibnya sendiri. Dan untuk menguasai nasib pemerintahan kami, aku telah membuat pemerintahan terpusat, agar semua menteri seirama dalam setiap pekerjaan dan dalam menjalankan setiap program. Dengannya, mereka dapat menyimpangkan dan menjauhkan manusia dari jalan yang lurus dan benar. Semua menteri-menteriku adalah anak-anakku sendiri."
"Tanggung jawab setiap menteri jelas dan gamblang. Aku telah mewasiatkan kepada para menteriku untuk mengerjakan tugas dalam menyelewengkan manusia. Aku hanya bersandar di singgasana dan mengawasi kinerja mereka. Ketika mereka menyerahkan laporan tentang manusia-manusia yang berhasil disesatkan, aku merasa senang tak terkira. Ketika sebuah rantai tawanan manusia bersambung dengan rantai-rantai lain dan biasanya mereka memang lebih banyak tenggelam dalam berbagai kenikmatan duniawi aku merasa senang dan bahagia. Kabinetku terdiri dari, diantaranya anak tersayangku yang bernama Walhan Ya Walha. Dialah menteri terbaikku, yang membentuk fondasi dasar kabinetku. Dia bertugas menciptakan keraguan dalam ibadah, bersuci, dan shalat setiap manusia. Dalam shalat dan bersuci, dia menghilangkan amal itu dengan membuat waswas dan ragu. Sehingga, kalian berkali-kali bertanya kepada diri kalian sendiri; apakah shalat dan ibadah yang telah kau lakukan itu benar ataukah tidak. Aku meletakkan keraguan di rumah hati manusia, sehingga aku dapat mencapai tujuanku."
"Kadangkala, muncul rasa takut yang luar biasa pada diri kalian. Sesungguhnya, rasa takut ini akan menghampiri kalian manakala kalian berada dirumah, padang gersang, padang pasir, atau di hutan-hutan seorang diri. Sesungguhnya, yang membuat kalian takut adalah Hafaf, salah seorang anakku. Menteriku yang ini memulai pekerjaannya dengan menciptakan perasaan takut dan khayalan. Dia akan menjelma dan berwujud sebagai binatang dengan berbagai bentuk dalam penglihatan manusia, sehingga rasa takut itu akan menghinggapi hati kalian."
"Zalnabur Ya Raktabur adalah menteriku yang paling aktif dan selalu membuatku senang. Dialah penguasa pasar. Dia mengajarkan kepada para pedagang berbagai tipu daya, berbohong, dan bersumpah palsu dalam memuji dan mengenalkan barang dagangannya, sehingga terlihat baik dan elok dalam pandangan pembeli. Dia juga mengajarkan tipu daya (khilah) kepada orang-orang yang sering ke pasar, yang dengan mengikutinya, mereka dapat memperoleh untung yang lebih banyak dan harta yang haram. Sebagai contoh, para pedagang yang selalu menggunakan timbangan dan barang-barangnya dijual dengan cara ditimbang, diajari supaya berkhianat (menipu) dalam menakar dan menimbang barang dengan cara mengurangi berat sebenarnya. Mengicuh dalam mengukur kain bagi siapa saja yang menjual barangnya dengan cara diukur dengan meteran. Ya, menjual barang-barang dengan selalu bersumpah palsu, merupakan tugas-tugas penting menteriku ini. Dia menggoda dan mendorong para pedagang agar melakukan hal-hal itu."
"Ketika manusia tertimpa sebuah musibah, maka Tsubar adalah salah seorang anakku yang akan mendatanginya. Dia akan melemahkan tanpa daya orang yang tertimpa musibah itu sehingga dapat dikendalikan. (Orang itu) akan mencakar-cakar wajah, menampar muka sendiri, dan merobek-robek pakaian, sehingga terseret kearah kekufuran. Orang seperti ini adalah tanggung jawab menteriku, sehingga dia terjungkal kedalam lembah nan dalam."
"Pekerjaan A'ur adalah membangkitkan syahwat diantara kaum lelaki dan perempuan. Ketika syahwat mereka membara, maka A'ur akan membuat manusia tergoda dan berbuat dosa dengan melakukan zina dan berhubungan dengan sesama jenis. Sedemikian rupa dia menggoda manusia dalam melakukan hal itu, sehingga tercium bau busuk dari neraka. Dia memberikan kelezatan dan kenikmatan, sehingga barangsiapa terjatuh dalam pangkuannya, orangi tu seperti jatuh kedalam jurang nan terjal, atau berjalan diatas mata pedang, sementara dibawah kakinya terdapat api yang membara. Bahan bakarnya berasal dari manusia menyeleweng yang kakinya akan bergetar dan terjatuh kedalam api neraka."
"Menteriku Abith melakukan beberapa pekerjaan sekaligus. Pertama sekali pekerjaannya adalah membuat waswas para Nabi, tetapi dia selalu gagal dalam menjalankan tugasnya. Pekerjaan lainnya adalah membangun amarah dalam diri manusia dan menyalakan api amarah itu. Dengan perantaraannya, terjadi banyak sekali perselisihan, yang pada akhirnya menimbulkan peperangan, pertumpahan darah diatas bumi ini, penindasan negara-negara zalim, pembunuhan dan perampasan hak-hak manusia yang tak berdosa. Anakku ini akan merasakan kenikmatan yang luar biasa saat terjadi pembunuhan massal terhadap orang-orang mazlum dan dikeluarkannya lagi perintah penyerangan di berbagai tempat lain."
"Sekarang ini, di pelbagai penjuru dunia tengah terjadi peperangan dan penjajahan terhadap orang-orang tertindas. Telah lama beberapa gelintir orang Israel menjajah dan membunuhi rakyat muslim Palestina. Setiap hari, mereka menerapkan berbagai program untuk memerangi rakyat Palestina yang tak berdosa. Aku selalu memuji dan mendorong Abith, menteriku ini, karena penyimpangan sejarah dapat mengubah kebenarannya. Kezaliman dapat dimanfaatkan sedemikian rupa. Sebenarnya, orang-orang yang berbuat zalim didunia ini, baik kezaliman itu besar ataupun kecil, maka orang yang berbuat zalim itu adalah cucu-cucuku dan aku sangat gembira sekali memiliki bala tentara seperti ini."
"Salah satu menteriku yang paling banyak pekerjaannya adalah Dasum, yang tugasnya adalah menjaga rumah-rumah. Ketika manusia akan memasuki rumahnya dan tak menyebut nama Allah serta tak mengucapkan salam kepada pemilik rumah dan langsung bercakap-cakap tanpa salam terlebih dahulu, maka anakku yang menunggu didepan rumah akan masuk bersamanya sehingga tercipta keburukan dan fitnah yang membahayakan pemilik rumah. Ketika seseorang hendak makan tanpa menyebut nama Allah, maka dia akan makan bersama orang itu."
"Menciptakan isu-isu, menebar kebohongan, mendorong manusia untuk menggunjing orang lain (ghibah) dan melakukan provokasi adalah tugas salah seorang menteriku yang bernama Matrasy, Masyudh, Ya Wasa, Ya Wasyudh. Mereka menciptakan isu-isu itu dan membangun kebohongan diantara keluarga, yang akan menimbulkan fitnah dalam masyarakat sebuah kota atau negara. Dia akan menyebarkan sebuah berita yang hanya merupakan bualan belaka."
"Pekerjaan Qandzar, menteriku yang satu ini, adalah menghilangkan rasa cemburu dan fanatik benar pada diri manusia. Jika seseorang berada dirumah selama 40 hari, atau mencari kesenangan dengan minum khamar, maka rasa cemburu dan semangat kelaki-lakiannya akan menghilang dari dirinya dan dia akan acuh tak acuh terhadap kehormatan dirinya. Semisal, ketika saudara perempuan dan ibunya duduk bersama pria asing yang bukan muhrim dan bepergian bersama, maka orang itu takkan menghiraukannya, bahkan mendukung perbuatan itu. Dia menganggap ke tak acuhannya sebagai contoh peradaban."
"Dahhar bertugas menakut-nakuti dan menyiksa kaum mukminin dalam tidurnya. Kadangkala, manusia bermimpi sesuatu yang menyeramkan, atau didatangi wanita-wanita yang bukan muhrimnya, kemudian menggodanya hingga bermimpi basah (ihtilam)."
"Aqbadh, anakku yang ini bertugas untuk bertelur. Setiap hari, dia bertelur 30 butir; 10 butir diletakkan di timur, 10 di barat, dan 10 lainnya di tengah bumi. Dari setiap telur akan keluar sejumlah setan, Ifrit, raksasa dan jin yang merupakan pengikut setan. Tugas mereka semua adalah memusuhi manusia. Ketika memasuki malam, diantara barat dan timur (ketika petang), salah satu anakkku akan datang untuk menyesatkan manusia dan menggoda mereka, sehingga waktu mereka terbuang sia-sia."
"Tharthubah dan Laqis adalah putri-putriku yang tugasnya mengajak kaum wanita untuk melacurkan diri, bertindak lesbian dan berzina. Dengan mengajak kaum wanita berbuat lesbian seperti kaum Nabi Luth, maka mereka akan mendapatkan azab Ilahi dan semuanya akan binasa."
"Matkun dan Muzhab berbadan besar dan kecil, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Untuk memperdaya setiap insan, dia akan berubah wujud seperti dikehendaki, sehingga manusia menjadi lupa akan Allah. Tentunya, mereka takkan dapat menyerupai Nabi Muhammad SAW dan Washi (penerima wasiat) nya."
"Adapun sesuatu yang menghalangi antara shalat dan orang yang mendirikan shalat, sehingga menghalangi kekhusyukan orang yang melakukan shalat, merupakan tugas Khanzab, salah seorang lagi diantara menteriku. Tetapi, selama engkau khusyuk dan menghadirkan hatimu dalam shalat, maka dia takkan mampu menguasai dirimu. Namun jika seseorang tak khusyuk dan tak menghadirkan hatinya dalam shalat, maka Khanzab akan menghilangkan nilai ibadah itu sehingga shalat menjadi tak benar dan berkurang nilainya."
"Maqlash adalah pembela perjudian dan para penjudi. Semua penjudi mengikuti perintahnya, sehingga mereka akan duduk ditempat-tempat perjudian. Menang dan kalah dalam perjudian akan menimbulkan perselisihan dan kerusuhan, sehingga setan mencapai tujuannya.
Ditempat perjudian, biasanya ada minuman keras, dan setiap kali ada minuman keras pasti juga hadir wanita. Jika ketiga hal ini ada di tempat-tempat maksiat itu, maka pastilah orang-orang yang hadir di tempat itu akan tercemar dengan perbuatan zina dan kemarahan. Sebab, seseorang yang waktunya dihabiskan untuk berjudi dan minum khamar, tentu akal sehatnya akan hilang. Ketika akal-sehatnya tiada lagi, maka tiada lagi tempat bagi agama dan sopan santun. Karena itu, akan muncul sebuah generasi yang menjadi alat bagi anak-anak setan. Di masyarakat, manusia yang lalai ini sedemikian banyaknya, yang menenggelamkan diri sendiri dalam kesenangan-kesenangan sesaat sehingga mereka tersadar bahwa ternyata investasi umurnya telah menghilang."
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
Setan yang bola matanya tampak akan keluar dari kelopaknya, dengan sinis memandang kearahku sembari mengusap kaki-kakinya. Sementara itu, biji-bijji peluru yang terbuat dari api berjatuhan di permukaan tanah. Biji-biji kemudian dipungutnya kembali dan diputarkan diatas kepalanya. Dihadapan saya lantas mengepul asap dan kemudian melenyap. Dengan dipenuhi rasa takut dan heran, aku memandang si setan seraya bertanya, "apa sebenarnya biji-biji peluru itu dan kemana perginya?"
Iblis berkata, "sekelompok diantara anak-anakku mati lantaran ibadah yang dilakukan, secara ikhlas oleh beberapa orang di tengah malam. Sujud panjang dan munajat mereka kepada Allah yang maha Esa (telah membunuh anak-anakku). Untuk menggantikannya, aku bereproduksi dan mengirimkan kembali sekelompok bala tentaraku yang baru. Namun ketahuilah, aku mempunyai sebuah kerajaan dan para menteri yang sangat berpengalaman dan mahir, yang siap menerima perintah dariku dan mereka semua telah bersumpah untuk menghancurkan manusia."
"Sebagaimana telah kukatakan, dunia adalah negaraku dan aku berkuasa disana. Seperti halnya komandan yang kuat, aku dapat menentukan nasibnya sendiri. Dan untuk menguasai nasib pemerintahan kami, aku telah membuat pemerintahan terpusat, agar semua menteri seirama dalam setiap pekerjaan dan dalam menjalankan setiap program. Dengannya, mereka dapat menyimpangkan dan menjauhkan manusia dari jalan yang lurus dan benar. Semua menteri-menteriku adalah anak-anakku sendiri."
"Tanggung jawab setiap menteri jelas dan gamblang. Aku telah mewasiatkan kepada para menteriku untuk mengerjakan tugas dalam menyelewengkan manusia. Aku hanya bersandar di singgasana dan mengawasi kinerja mereka. Ketika mereka menyerahkan laporan tentang manusia-manusia yang berhasil disesatkan, aku merasa senang tak terkira. Ketika sebuah rantai tawanan manusia bersambung dengan rantai-rantai lain dan biasanya mereka memang lebih banyak tenggelam dalam berbagai kenikmatan duniawi aku merasa senang dan bahagia. Kabinetku terdiri dari, diantaranya anak tersayangku yang bernama Walhan Ya Walha. Dialah menteri terbaikku, yang membentuk fondasi dasar kabinetku. Dia bertugas menciptakan keraguan dalam ibadah, bersuci, dan shalat setiap manusia. Dalam shalat dan bersuci, dia menghilangkan amal itu dengan membuat waswas dan ragu. Sehingga, kalian berkali-kali bertanya kepada diri kalian sendiri; apakah shalat dan ibadah yang telah kau lakukan itu benar ataukah tidak. Aku meletakkan keraguan di rumah hati manusia, sehingga aku dapat mencapai tujuanku."
"Kadangkala, muncul rasa takut yang luar biasa pada diri kalian. Sesungguhnya, rasa takut ini akan menghampiri kalian manakala kalian berada dirumah, padang gersang, padang pasir, atau di hutan-hutan seorang diri. Sesungguhnya, yang membuat kalian takut adalah Hafaf, salah seorang anakku. Menteriku yang ini memulai pekerjaannya dengan menciptakan perasaan takut dan khayalan. Dia akan menjelma dan berwujud sebagai binatang dengan berbagai bentuk dalam penglihatan manusia, sehingga rasa takut itu akan menghinggapi hati kalian."
"Zalnabur Ya Raktabur adalah menteriku yang paling aktif dan selalu membuatku senang. Dialah penguasa pasar. Dia mengajarkan kepada para pedagang berbagai tipu daya, berbohong, dan bersumpah palsu dalam memuji dan mengenalkan barang dagangannya, sehingga terlihat baik dan elok dalam pandangan pembeli. Dia juga mengajarkan tipu daya (khilah) kepada orang-orang yang sering ke pasar, yang dengan mengikutinya, mereka dapat memperoleh untung yang lebih banyak dan harta yang haram. Sebagai contoh, para pedagang yang selalu menggunakan timbangan dan barang-barangnya dijual dengan cara ditimbang, diajari supaya berkhianat (menipu) dalam menakar dan menimbang barang dengan cara mengurangi berat sebenarnya. Mengicuh dalam mengukur kain bagi siapa saja yang menjual barangnya dengan cara diukur dengan meteran. Ya, menjual barang-barang dengan selalu bersumpah palsu, merupakan tugas-tugas penting menteriku ini. Dia menggoda dan mendorong para pedagang agar melakukan hal-hal itu."
"Ketika manusia tertimpa sebuah musibah, maka Tsubar adalah salah seorang anakku yang akan mendatanginya. Dia akan melemahkan tanpa daya orang yang tertimpa musibah itu sehingga dapat dikendalikan. (Orang itu) akan mencakar-cakar wajah, menampar muka sendiri, dan merobek-robek pakaian, sehingga terseret kearah kekufuran. Orang seperti ini adalah tanggung jawab menteriku, sehingga dia terjungkal kedalam lembah nan dalam."
"Pekerjaan A'ur adalah membangkitkan syahwat diantara kaum lelaki dan perempuan. Ketika syahwat mereka membara, maka A'ur akan membuat manusia tergoda dan berbuat dosa dengan melakukan zina dan berhubungan dengan sesama jenis. Sedemikian rupa dia menggoda manusia dalam melakukan hal itu, sehingga tercium bau busuk dari neraka. Dia memberikan kelezatan dan kenikmatan, sehingga barangsiapa terjatuh dalam pangkuannya, orangi tu seperti jatuh kedalam jurang nan terjal, atau berjalan diatas mata pedang, sementara dibawah kakinya terdapat api yang membara. Bahan bakarnya berasal dari manusia menyeleweng yang kakinya akan bergetar dan terjatuh kedalam api neraka."
"Menteriku Abith melakukan beberapa pekerjaan sekaligus. Pertama sekali pekerjaannya adalah membuat waswas para Nabi, tetapi dia selalu gagal dalam menjalankan tugasnya. Pekerjaan lainnya adalah membangun amarah dalam diri manusia dan menyalakan api amarah itu. Dengan perantaraannya, terjadi banyak sekali perselisihan, yang pada akhirnya menimbulkan peperangan, pertumpahan darah diatas bumi ini, penindasan negara-negara zalim, pembunuhan dan perampasan hak-hak manusia yang tak berdosa. Anakku ini akan merasakan kenikmatan yang luar biasa saat terjadi pembunuhan massal terhadap orang-orang mazlum dan dikeluarkannya lagi perintah penyerangan di berbagai tempat lain."
"Sekarang ini, di pelbagai penjuru dunia tengah terjadi peperangan dan penjajahan terhadap orang-orang tertindas. Telah lama beberapa gelintir orang Israel menjajah dan membunuhi rakyat muslim Palestina. Setiap hari, mereka menerapkan berbagai program untuk memerangi rakyat Palestina yang tak berdosa. Aku selalu memuji dan mendorong Abith, menteriku ini, karena penyimpangan sejarah dapat mengubah kebenarannya. Kezaliman dapat dimanfaatkan sedemikian rupa. Sebenarnya, orang-orang yang berbuat zalim didunia ini, baik kezaliman itu besar ataupun kecil, maka orang yang berbuat zalim itu adalah cucu-cucuku dan aku sangat gembira sekali memiliki bala tentara seperti ini."
"Salah satu menteriku yang paling banyak pekerjaannya adalah Dasum, yang tugasnya adalah menjaga rumah-rumah. Ketika manusia akan memasuki rumahnya dan tak menyebut nama Allah serta tak mengucapkan salam kepada pemilik rumah dan langsung bercakap-cakap tanpa salam terlebih dahulu, maka anakku yang menunggu didepan rumah akan masuk bersamanya sehingga tercipta keburukan dan fitnah yang membahayakan pemilik rumah. Ketika seseorang hendak makan tanpa menyebut nama Allah, maka dia akan makan bersama orang itu."
"Menciptakan isu-isu, menebar kebohongan, mendorong manusia untuk menggunjing orang lain (ghibah) dan melakukan provokasi adalah tugas salah seorang menteriku yang bernama Matrasy, Masyudh, Ya Wasa, Ya Wasyudh. Mereka menciptakan isu-isu itu dan membangun kebohongan diantara keluarga, yang akan menimbulkan fitnah dalam masyarakat sebuah kota atau negara. Dia akan menyebarkan sebuah berita yang hanya merupakan bualan belaka."
"Pekerjaan Qandzar, menteriku yang satu ini, adalah menghilangkan rasa cemburu dan fanatik benar pada diri manusia. Jika seseorang berada dirumah selama 40 hari, atau mencari kesenangan dengan minum khamar, maka rasa cemburu dan semangat kelaki-lakiannya akan menghilang dari dirinya dan dia akan acuh tak acuh terhadap kehormatan dirinya. Semisal, ketika saudara perempuan dan ibunya duduk bersama pria asing yang bukan muhrim dan bepergian bersama, maka orang itu takkan menghiraukannya, bahkan mendukung perbuatan itu. Dia menganggap ke tak acuhannya sebagai contoh peradaban."
"Dahhar bertugas menakut-nakuti dan menyiksa kaum mukminin dalam tidurnya. Kadangkala, manusia bermimpi sesuatu yang menyeramkan, atau didatangi wanita-wanita yang bukan muhrimnya, kemudian menggodanya hingga bermimpi basah (ihtilam)."
"Aqbadh, anakku yang ini bertugas untuk bertelur. Setiap hari, dia bertelur 30 butir; 10 butir diletakkan di timur, 10 di barat, dan 10 lainnya di tengah bumi. Dari setiap telur akan keluar sejumlah setan, Ifrit, raksasa dan jin yang merupakan pengikut setan. Tugas mereka semua adalah memusuhi manusia. Ketika memasuki malam, diantara barat dan timur (ketika petang), salah satu anakkku akan datang untuk menyesatkan manusia dan menggoda mereka, sehingga waktu mereka terbuang sia-sia."
"Tharthubah dan Laqis adalah putri-putriku yang tugasnya mengajak kaum wanita untuk melacurkan diri, bertindak lesbian dan berzina. Dengan mengajak kaum wanita berbuat lesbian seperti kaum Nabi Luth, maka mereka akan mendapatkan azab Ilahi dan semuanya akan binasa."
"Matkun dan Muzhab berbadan besar dan kecil, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Untuk memperdaya setiap insan, dia akan berubah wujud seperti dikehendaki, sehingga manusia menjadi lupa akan Allah. Tentunya, mereka takkan dapat menyerupai Nabi Muhammad SAW dan Washi (penerima wasiat) nya."
"Adapun sesuatu yang menghalangi antara shalat dan orang yang mendirikan shalat, sehingga menghalangi kekhusyukan orang yang melakukan shalat, merupakan tugas Khanzab, salah seorang lagi diantara menteriku. Tetapi, selama engkau khusyuk dan menghadirkan hatimu dalam shalat, maka dia takkan mampu menguasai dirimu. Namun jika seseorang tak khusyuk dan tak menghadirkan hatinya dalam shalat, maka Khanzab akan menghilangkan nilai ibadah itu sehingga shalat menjadi tak benar dan berkurang nilainya."
"Maqlash adalah pembela perjudian dan para penjudi. Semua penjudi mengikuti perintahnya, sehingga mereka akan duduk ditempat-tempat perjudian. Menang dan kalah dalam perjudian akan menimbulkan perselisihan dan kerusuhan, sehingga setan mencapai tujuannya.
Ditempat perjudian, biasanya ada minuman keras, dan setiap kali ada minuman keras pasti juga hadir wanita. Jika ketiga hal ini ada di tempat-tempat maksiat itu, maka pastilah orang-orang yang hadir di tempat itu akan tercemar dengan perbuatan zina dan kemarahan. Sebab, seseorang yang waktunya dihabiskan untuk berjudi dan minum khamar, tentu akal sehatnya akan hilang. Ketika akal-sehatnya tiada lagi, maka tiada lagi tempat bagi agama dan sopan santun. Karena itu, akan muncul sebuah generasi yang menjadi alat bagi anak-anak setan. Di masyarakat, manusia yang lalai ini sedemikian banyaknya, yang menenggelamkan diri sendiri dalam kesenangan-kesenangan sesaat sehingga mereka tersadar bahwa ternyata investasi umurnya telah menghilang."
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
LUPA MENGINGAT ALLAH
"Wahai setan yang terkutuk, semua permusuhan terhadap Ahlul Bait Nabi Muhammad dan Ali bin Abi Thalib as bersumber darimu. Dengan kebodohan dan ketidaktahuannya, sebagian mereka terjatuh dalam pangkuanmu. Tiada balasan bagi mereka kecuali disatukan denganmu dan dikumpulkan bersamamu dalam neraka. Inilah kerugian yang besar bagi mereka yang termakan tipu dayamu dan terjerumus dalam kekhilafan."
Ketika berbicara kepada manusia, Allah berfirman, "hai anak keturunan Adam, betapa banyak pelita yang padam karena angin. Betapa banyak hamba yang rusak karena 'ujub (berbangga diri) dan dengki. Betapa banyak orang miskin yang menjadi sesat karena kemiskinannya. Betapa banyak orang kaya yang tersesat karena kekayaannya. Betapa banyak orang sehat yang tersesat karena kesehatannya.
Dan betapa banyak orang pandai yang tersesat karena ilmunya. Orang-orang semacam ini berada dalam kesesatan, dan karena kesesatan telah menguasai wujudnya. Wahai anak cucu Adam, berbuat baiklah kalian. Ambillah teladan, agar jangan sampai kalian termasuk orang-orang yang sesat."
"Wahai setan terkutuk, siapa saja yang lupa kepada Allah, mereka yang menjerumuskan diri ke dalam jurang kekhilafan dan tenggelam dalam kenikmatan-kenikmatan duniawi nan fana, sebenarnya telah menatap sebuah jalan dihadapannya, yang menyebabkannya tenggelam dalam setiap dosanya. Ketika tenggelam dalam lumpur dosa, mereka seperti seseorang yang terjungkal kedalam lumpur hisab; semakin banyak bergerak, semakin cepat pula tenggelam. Orang-orang semacam ini akan meninggalkan cahaya, dan kemanapun melangkah, mereka akan berada dalam pelukan setan dan kesesatan."
"Hati dan ruh manusia seperti ini telah dikuasai setan. Dengan kesalahan kecil pun, hatinya akan menjadi milik setan, yang akan memerintah hatinya untuk berbuat dosa. Dengan sebuah tirai, dia menutupi mata, telinga, dan hatinya dengan kebodohan. Maka, mereka pun seperti seekor kelelawar yang tak mampu menatap cahaya, sehingga tenggelam dalam lautan kegelapan. Hitamnya hati mereka akan bersatu dengan hati setan.
Saat di akhirat pun mereka tak mempunyai pelindung kecuali setan. Orang-orang semacam ini, ketika akan dimasukkan kedalam neraka, masing-masing dari mereka yang mengikuti setan ini akan diikat dengan rantai bersama setan dan di neraka pun mereka takkan terpisahkan."
Allah berfirman, "Barangsiapa yang lupa mengingat Allah, maka setan akan menyesatkannya, sehingga dia akan selalu bersama setan." (QS.Az-Zahraf:36).
MURKA SETAN ATAS TAUBAT.
Jika manusia selalu mengingat Allah dan akhirat, serta memahami bahwa dunia ini bersifat fana dan singkat masanya; bahwa satu-persatu diantara kita akan dipeluk oleh kematian dan akan mereguk air kematian serta akan meninggalkan dunia yang fana ini, maka (kita akan berkesimpulan) bahwa satu-satunya yang tersisa dari dunia yang fana ini yang merupakan tempat ujian kita adalah amal perbuatan kita. Amal perbuatan ini akan menjadi sebuah hiasan di persemayaman abadi kita di akhirat nanti. Jika manusia selalu mengingat Allah dan akhirat, serta selalu membayangkan kematian, maka nafsu amarah dan setan akan menggoda dan berkata, "perintah Tuhanmu masih panjang rentang waktunya dan sekarang usiamu masih panjang bersisa. Sekarang, pikirkan pekerjaan-pekerjaanmu dan kumpulkan mainan duniawi serta reguklah segala kenikmatan dunia hingga engkau tua nanti. Setelah itu, barulah engkau bertaubat dan persiapkan dirimu untuk akhirat."
Manakala engkau telah mencapai usia tua, maka setan terkutuk ini akan berkata, "sekarang masih ada pekerjaan-pekerjaan yang tersisa. Kerjakan itu dahulu, baru setelahnya engkau bertaubat. Katakanlah, 'Insya Allah kalau rumah ini sudah berdiri, atau ladang ini telah berambah luas, atau setelah anak-anakku kawin semua, baru setelah itu aku akan beribadah dan aku pasti akan bertaubat."
Ya, mereka akan berkata, "hari ini atau esok," hingga sang waktu telah hilang dari genggaman. Padahal, jika manusia mau berpikir, mungkin saja esok hari tiada lagi kesempatan untuk bertaubat. Dan, boleh jadi peti mati kita hari ini tengah berada di tangan para tukang kayu. Atau, kain kafan kita saat ini tengah dirajut oleh para penjahit, dan batu nisan kita tengah di pahat oleh si tukang batu. Karenanya, sebelum terlambat, bangunlah kalian dari tidur lalai itu dan marilah kita menuju ke pintu gerbang taubat.
Setan berkata, "cukup! Engkau telah menyiksaku dengan perkataan tentang taubat itu. Seakan, engkau berniat melawanku. Semua ucapanmu telah menyebabkan kemarahanku. Aku seperti sebuah bendungan yang akan menghalangi setiap taubat kalian dan aku akan meminta semua setan agar sampai kesempatan terakhir hidup kalian, kelalaian akan menggerogoti umur kalian dengan sia-sia. Hingga, tak bersisa bagi kalian kecuali penyesalan dan kerugian. Modal umur kalian telah sirna dan kalian takkan beroleh apa-apa dari dunia ini kecuali sesal. Dunia adalah wilayah teritorialku dan akulah yang berkuasa disitu. Dengan semua pasukan dan pengawalku, aku akan berdiri tegar dalam menghadapimu."
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
Ketika berbicara kepada manusia, Allah berfirman, "hai anak keturunan Adam, betapa banyak pelita yang padam karena angin. Betapa banyak hamba yang rusak karena 'ujub (berbangga diri) dan dengki. Betapa banyak orang miskin yang menjadi sesat karena kemiskinannya. Betapa banyak orang kaya yang tersesat karena kekayaannya. Betapa banyak orang sehat yang tersesat karena kesehatannya.
Dan betapa banyak orang pandai yang tersesat karena ilmunya. Orang-orang semacam ini berada dalam kesesatan, dan karena kesesatan telah menguasai wujudnya. Wahai anak cucu Adam, berbuat baiklah kalian. Ambillah teladan, agar jangan sampai kalian termasuk orang-orang yang sesat."
"Wahai setan terkutuk, siapa saja yang lupa kepada Allah, mereka yang menjerumuskan diri ke dalam jurang kekhilafan dan tenggelam dalam kenikmatan-kenikmatan duniawi nan fana, sebenarnya telah menatap sebuah jalan dihadapannya, yang menyebabkannya tenggelam dalam setiap dosanya. Ketika tenggelam dalam lumpur dosa, mereka seperti seseorang yang terjungkal kedalam lumpur hisab; semakin banyak bergerak, semakin cepat pula tenggelam. Orang-orang semacam ini akan meninggalkan cahaya, dan kemanapun melangkah, mereka akan berada dalam pelukan setan dan kesesatan."
"Hati dan ruh manusia seperti ini telah dikuasai setan. Dengan kesalahan kecil pun, hatinya akan menjadi milik setan, yang akan memerintah hatinya untuk berbuat dosa. Dengan sebuah tirai, dia menutupi mata, telinga, dan hatinya dengan kebodohan. Maka, mereka pun seperti seekor kelelawar yang tak mampu menatap cahaya, sehingga tenggelam dalam lautan kegelapan. Hitamnya hati mereka akan bersatu dengan hati setan.
Saat di akhirat pun mereka tak mempunyai pelindung kecuali setan. Orang-orang semacam ini, ketika akan dimasukkan kedalam neraka, masing-masing dari mereka yang mengikuti setan ini akan diikat dengan rantai bersama setan dan di neraka pun mereka takkan terpisahkan."
Allah berfirman, "Barangsiapa yang lupa mengingat Allah, maka setan akan menyesatkannya, sehingga dia akan selalu bersama setan." (QS.Az-Zahraf:36).
MURKA SETAN ATAS TAUBAT.
Jika manusia selalu mengingat Allah dan akhirat, serta memahami bahwa dunia ini bersifat fana dan singkat masanya; bahwa satu-persatu diantara kita akan dipeluk oleh kematian dan akan mereguk air kematian serta akan meninggalkan dunia yang fana ini, maka (kita akan berkesimpulan) bahwa satu-satunya yang tersisa dari dunia yang fana ini yang merupakan tempat ujian kita adalah amal perbuatan kita. Amal perbuatan ini akan menjadi sebuah hiasan di persemayaman abadi kita di akhirat nanti. Jika manusia selalu mengingat Allah dan akhirat, serta selalu membayangkan kematian, maka nafsu amarah dan setan akan menggoda dan berkata, "perintah Tuhanmu masih panjang rentang waktunya dan sekarang usiamu masih panjang bersisa. Sekarang, pikirkan pekerjaan-pekerjaanmu dan kumpulkan mainan duniawi serta reguklah segala kenikmatan dunia hingga engkau tua nanti. Setelah itu, barulah engkau bertaubat dan persiapkan dirimu untuk akhirat."
Manakala engkau telah mencapai usia tua, maka setan terkutuk ini akan berkata, "sekarang masih ada pekerjaan-pekerjaan yang tersisa. Kerjakan itu dahulu, baru setelahnya engkau bertaubat. Katakanlah, 'Insya Allah kalau rumah ini sudah berdiri, atau ladang ini telah berambah luas, atau setelah anak-anakku kawin semua, baru setelah itu aku akan beribadah dan aku pasti akan bertaubat."
Ya, mereka akan berkata, "hari ini atau esok," hingga sang waktu telah hilang dari genggaman. Padahal, jika manusia mau berpikir, mungkin saja esok hari tiada lagi kesempatan untuk bertaubat. Dan, boleh jadi peti mati kita hari ini tengah berada di tangan para tukang kayu. Atau, kain kafan kita saat ini tengah dirajut oleh para penjahit, dan batu nisan kita tengah di pahat oleh si tukang batu. Karenanya, sebelum terlambat, bangunlah kalian dari tidur lalai itu dan marilah kita menuju ke pintu gerbang taubat.
Setan berkata, "cukup! Engkau telah menyiksaku dengan perkataan tentang taubat itu. Seakan, engkau berniat melawanku. Semua ucapanmu telah menyebabkan kemarahanku. Aku seperti sebuah bendungan yang akan menghalangi setiap taubat kalian dan aku akan meminta semua setan agar sampai kesempatan terakhir hidup kalian, kelalaian akan menggerogoti umur kalian dengan sia-sia. Hingga, tak bersisa bagi kalian kecuali penyesalan dan kerugian. Modal umur kalian telah sirna dan kalian takkan beroleh apa-apa dari dunia ini kecuali sesal. Dunia adalah wilayah teritorialku dan akulah yang berkuasa disitu. Dengan semua pasukan dan pengawalku, aku akan berdiri tegar dalam menghadapimu."
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
Langganan:
Postingan (Atom)