Kamis, 10 Januari 2013

IKHLAS DALAM PERBUATAN

Jika kita sibuk berperang melawan setan atau dengan kata lain kita membuat perhitungan dengannya, maka setan akan lebih bersemangat terhadap kita. Secara perlahan setan akan merusak akidah kita. Oleh sebab itu, kita harus ikhlas dalam amal perbuatan dan menghadirkan hati sehingga setan menjadi putus asa dan dia tidak lagi mendekati kita. Ikhlas dalam amal perbuatan adalah memurnikan niat dan tujuan dari selain Allah.
Niat kita tertuju sepenuhnya untuk Allah. Dengan demikian, ibadah kita selalu dilingkupi dengan keikhlasan. Sebaik-baik niat dalam perbuatan adalah kita tidak untuk mencari keuntungan dunia dan akhirat. Ibadah yang kita lakukan demi mencapai surga dan tidak diniatkan untuk mendapatkan keindahan-keindahan duniawi. Tetapi niat hanya untuk mendapatkan keridhaan Allah. Untuk mencapai kepada tingkatan ini sangat susah, kecuali kita meninggalkan semua keinginan-keinginan hawa nafsu.
Kita akan seperti berjalan diatas angin, jika hati kita tidak selalu berdzikir, dan mengetahui sifat dan perbuatan Allah SWT. Imam Shadiq as berkata, "orang yang beribadah ada tiga golongan. Satu golongan beribadah kepada Allah, karena takut kepada Azab Allah (neraka), ibadah seperti ini adalah ibadahnya seorang budak. Satu golongan lain beribadah kepada Allah karena mencari pahala dan balasan, ini adalah ibadah para pedagang. Sekelompok golongan lain beribadah kepada Allah karena cinta kepada Allah dan ini adalah ibadahnya orag-orang yang merdeka dan sebaik-baiknya ibadah."
Jika kita secara ikhlas beribadah kepada Allah, sehingga Allah menghantarkan kita sampai kepada rahmat-Nya dan memiliki cinta yang sebenarnya kepada Allah, kita akan mendapatkan kesempurnaan-kesempurnaan maknawi. Setelah itu kemanapun kita memandang, kita tidak akan melihat kecuali Allah dan apa saja yang ada hanya Zat Mutlaq Allah SWT.


HILANGNYA IBADAH TIGA PULUH TAHUN.


Suatu hari seseorang mengqadha ibadahnya selama 30 tahun. Ketika seseorang menanyakan alasannya, orang tersebut menjawab, "Aku selalu mengerjakan shalatku di barisan pertama. Suatu hari karena suatu alasan aku terlambat sampai di mesjid, dan di barisan depan sudah tidak ada tempat lagi, maka aku shalat di barisan kedua. Dalam diriku ada rasa malu karena terlambat datang ke mesjid, karena orang-orang melihatku berada di barisan kedua. Dari situ aku baru sadar, bahwa selama 30 tahun ini aku berada di barisan pertama masjid, hanya untuk dilihat oleh orang lain dan mendapatkan pujian dari mereka. Aku merasa senang atas hal itu tanpa sadar. Tetapi sekarang setelah tabir hati terbuka dan aku mengetahui niat dari amalku tersebut, maka wajib bagiku untuk mengqadha ibadahku."


Sumber dari buku Semalam Bersama Setan.
Oleh Alieh Hamedani.

SETAN DALAM POSISI MENYERANG AMAL SEORANG HAMBA

Iblis berkata, "aku dalam kondisi siap menyerang, dalam merusak ibadah manusia. Aku akan merusak niat ikhlasnya."
Aku berkata, "benar. Kamu selalu dalam kondisi siap menyerang orang-orang yang lupa. Seperti serigala lapar, kamu menyergapnya. Setelah kamu berhasil menguasainya, kamu menari kegirangan."
Barang siapa beribadah tidak untuk tamak, pujian orang lain, dan tidak ada riya dalam ibadahnya, dan secara ikhlas beribadah untuk mendapat keridhaan Allah SWT, setan tidak akan meninggalkannya, tidak akan melepaskan begitu saja, khususnya ketika tengah beribadah. Dalam keadaan ibadah setan memasuki hati kita, sehingga timbul rasa riya dalam hati kita. Jika sudah seperti ini maka kita telah melangkah kepada tangga pertama kepada riya dan hati kita ditakut-takuti. Tetapi jika kita tidak suka akan riya, maka kita harus memerangi hawa nafsu kita, karena setan menyesatkan kita dari sini, sehingga semua ibadah kita jadi sia-sia. Kita harus membuat hati kita sibuk beribadah di hadapan Allah dan berusaha, menghadirkan hati kita dalam ibadah. Sebab, dengan cara ini pula setan akan menyerang kita. Dengan menciptakan riya dalam ibadah kita, setan hendak menghilangkan kehadiran hati kita. Jika menyibukkan diri untuk menjawab setan, maka setan akan sampai kepada tujuannya yaitu menimbulkan riya pada diri kita.
Disini setan dengan tersenyum berkata, "aku tidak akan membiarkannya, dan tidak akan berputus asa, karena dihatinya telah aku tanamkan benih-benih riya dan untuk mendapatkannya hasilnya, yaitu menghilangkan nilai-nilai ibadah manusia. Aku tidak akan berhenti menyesatkannya."
Manusia harus benar-benar waspada terhadap tipu daya setan dan jangan membiarkan riya masuk ke dalam hati kita dan jangan sampai terpengaruh oleh khayalan serta bisikan-bisikan setan dan berkonsentrasi penuh untuk menghadirkan hati dalam ibadah kita. Kita tidak boleh terperdaya setan. Kita sibukkan diri kita melawan setan, karena dalam hal ini kehadiran hati dalam ibadah diperlukan. Kita harus yakin bahwa semua khayalan, bisikan dan was-was semuanya berasal dari setan. Jangan biarkan diri kita sibuk berperang dengan setan, karena akan membuat setan lebih bersemangat lagi dan akan menyebabkan ibadah dan keyakinan kita menjadi rusak. Tetapi jika kita mempersenjatai kehadiran hati kita dengan perisai, maka setan akan putus asa dan akan kalah dalam peperangan ini.


Sumber dari buku Semalam Bersama Setan.
Oleh Alieh Hamedani.

MINUMAN PENDUDUK NERAKA

Kemudian iblis berkata, "aku mempunyai tujuan tertentu dalam menyesatkan manusia. Dengan sifat tercela riya aku membawa manusia menjadi tamu api neraka yang mana minumannya berasal dari bahan-bahan yang busuk dan pakaian orang seperti ini berasal dari api."
Aku berkata, "hai iblis, dalam al-Qur'an aku pernah membaca berkenaan dengan minuman yang akan disuguhkan kepada para penghuni neraka. Aku berlindung kepada Allah dari minuman seperti itu yang tidak akan memabukkan, tetapi hasil dari meminumnya tidak lain adalah penyesalan karena umurnya telah disia-siakan."
Al-Qur'an menjelaskan, 'bagi mereka disediakan minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.' (QS.Al-A'nam:70).
Dihadapannya ada neraka jahanam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah. Diminumnya air nanah dan hampir dia tidak bisa menelannya dan datanglah bahaya maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati; dan dihadapannya masih ada azab yang berat." (QS.Ibrahim:15-16).


RIYA, PENYAKIT HATI.


Beberapa tahun yang lalu diantara teman-teman kuliahku, aku mempunyai seorang sahabat yang sangat menonjol dalam masalah ibadah, keruhanian, dan menjalankan masalah-masalah agamanya diantara teman-teman yang lain. Sebagian teman yang lain pun mendekatinya dengan perkataan yang makruf. Diantara mereka seperti guru dan murid, sebagian teman-teman sangat memperhatikan dan menerimanya, bahkan tindakan dan tingkah lakunya dijadikan panutan dalam kehidupan mereka. Semua perbuatan dan tingkah lakunya benar-benar membuat kami tertarik kepadanya.
Makanya hanya sedikit, banyak berpuasa, malamnya dihidupkan dengan ibadah dan menyayangkan ketika melihat orang yang berhura-hura, sehingga semua orang berfikir ini apa yang dia lakukan untuk mengingat Allah dan perkataan sayangnya adalah sayang untuk menyia-nyiakan hari yang terbuang. Dari penampilannya dia berpenampilan sesuai dengan perintah agama dan membicarakan kenikmatan beribadah kepada teman-teman yang lain. Tetapi aku tidak seratus persen percaya atas semua perbuatannya karena aku melihat dia begitu senang menceritakan perbuatannya kepada orang lain atau dia melakukan sesuatu perbuatan yang mengharapkan semua orang melihatnya. Dari matanya terlihat sesuatu yang aneh ketika teman-temannya memujinya.
Aku menduga orang ini terkena penyakit hati yaitu riya dalam ibadah dan amal perbuatannya dan yang diinginkan olehnya pertama adalah mendapat keridhaan orang lain atas semua ibadahnya ketimbang keridhaan Allah. Ini berarti ia masuk kedalam kebodohan yang mutlak, yang tidak ada jalan lain kecuali masuk kerumah setan. Setan selalu mendengar lonceng dan waspada, sehingga dengan cepat membuka pintu orang-orang seperti ini.
Al-Qur'an berfirman, "mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali." (QS.An-Nisa:142).
Jika suatu hari kita terkena penyakit riya, maka kita harus segera mengobati diri kita sendiri. Hai manusia bodoh, bagaimana engkau bisa berdakwah dengan keimanan sedang engkau tidak punya malu, padahal engkau telah meninggalkan ketaatan dan ibadah untuk Allah, engkau menjanjikan mereka kesenangan abadi Allah dan bersama-sama di surga Allah, sedangkan engkau telah menjualnya dengan pujian hamba-hamba yang lemah. Atau engkau telah membatalkan ibadahmu karena orang-orang di sekelilingmu dan engkau berhak mendapatkan azab Ilahi. Engkau tidak punya malu, untuk mendapatkan pujian orang lain kepadamu engkau memanfaatkan ibadah dan ketaatan yang riya kepada Allah. Engkau telah melecehkan ibadah dan engkau tidak takut atas amarah dan permusuhan Allah. Barangsiapa yang tidak menginginkan keridhaan Allah, maka akan mencari keridhaan manusia dan menjadikan Allah dan makhluknya sebagai musuh.


Sumber dari buku Semalam Bersama Setan.
Oleh Alieh Hamedani.

KELALAIAN YANG TERKECIL

Aku menambahkan, "hai iblis, kamu telah mengarahkan manusia untuk berjalan kearah tertentu, yang dijalan itulah kamu dikutuk oleh Allah. Kamu dahulu menganggap ibadahmu lebih baik dan lebih tinggi diantara para malaikat. Kamu bersikap sombong kepada yang lain. Kamu jadikan kesombongan sebagai mahkota dikepalamu. Kamu enggan tunduk dihadapan keagungan penciptaan manusia.
Kamu menganggap seluruh perbuatanmu besar dan amal perbuatan malaikat muqarrabin di sisi Allah adalah kecil. Seluruh amal perbuatanmu kamu kerjakan berdasarkan sifat buruk riya (pamer) dan pandangan buruk kepada Allah tentang penciptaan manusia. Lantas kamu menentang perintah Allah. Lantaran perbuatanmu itu, kamu diusir dari sisi Allah. Kini, dengan senjata-senjata tersebut kamu ingin menyesatkan manusia dan berhasrat mereka mengikuti jejak langkahmu. Dengan demikian, kamu dapat merangkul manusia agar bersama-sama masuk kedalam api neraka.
Tetapi jika hati kita selalu mengingat Allah dan jiwa ini melakukan wara' (menjauhkan diri dari dosa) dan tawadzu' (rendah hati), maka tidak ada tempat bgi setan dalam hati kita. Ruang bagi setan akan semakin sempit hingga akhirnya tergusur dari kerajaan hati dan para tentara Allah akan mendatangi hati kita sambil mengucapkan salam dan shalawat serta membukakan diatas manusia payung Allah, yang karenanya tidak ada pikiran dan khayalan selain dzikir kepada Allah dan mengingat-Nya.
Terkadang kekhilafan terkecil yang kita lakukan membuat para malaikat rahmat keluar dari hati kita. Jika demikian keadaannya, maka dengan bergantinya fitrah tersebut, bala tentara setan akan menyerang dengan serangan yang dahsyat menghujam hati kita yang akhirnya akan menjadikannya tempat tinggal dan bermainnya setan. Ketika setan berhasil menguasai serta menaklukkan hati manusia maka mereka akan mencegah masuknya para malaikat rahmat dan menghinakan jiwa. Jika hawa nafsu, amarah, syahwat, sombong, riya, iri hati, menghina orang lain, dan berlaku sombong terus berlanjut, maka tentara setan akan menang dan rumah kita akan menjadi tempat tinggalnya, disetiap sudut hingga kedalaman relung-relung hati kita hingga muncullah khayalan dan kekotoran lahir dan batin."


BANJIR DOA.


"Setan yang tidak mampu menguasai rumah hati kita, akan mencari jalan-jalan lain dan kita harus menutupnya dengan mengenali sifat-sifat tercela guna menghilangkan penghalang bagi masuknya para malaikat Allah kerumah hati kita. Sifat-sifat tercela itu adalah tamak, iri dengki, rasa permusuhan, cinta diri, sombong, cinta dunia, kikir, fanatik buta dan kebencian. Dengan membaca doa dan beribadah maka kita akan terselamatkan dari kehancuran yang diinginkan oleh setan dan berlabuh di tepi pantai ketenangan Ilahi. Kemuliaan manusia terletak pada keimanannya.
Zikir kepada Allah di hati dan lisan kita akan mensucikan ruh dan pikiran kita. Zikir bagi manusia adalah seperti sebuah tetesan air yang jatuh membasahi bumi dan terserap kedalamnya. Jika kita secara konsisten berzikir, maka layaknya air yang terserap itu akan menyuburkan tanah dan menjadikannya sebuah taman yang indah. Namun, jika air tersebut jatuh disebuah padang pasir yang gersang maka tetesan air itu tidak dapat merubah apa-apa. Pada hati yang penuh keimanan, zikir akan membuat hati kita menjadi sebuah taman firdaus yang subur dan penuh keindahan.


Sumber dari buku Semalam Bersama Setan.
Oleh Alieh Hamedani.

TIGA SIFAT YANG MEMBUAT SETAN SENANG

Setan menunjukkan tangannya kepadaku dan berkata, "Dunia yang sangat sulit seperti ini, walaupun engkau tidak berfikir seperti itu, setiap kejadian yang terjadi dalam ruh dan diri kalian langsung diarahkan kepadaku, tidakkah engkau mengetahui bahwa aku adalah sahabat dan temanmu. Kadang-kadang perlakuan manusia sedemikian bernilainya untukku dan menyenangkan aku dan menjadikannya sahabatku dan aku akan berkata kepadanya, 'aku puas dengan perbuatan yang telah kamu lakukan.' Jika manusia mempunyai  tiga sifat ini, maka cukup buatku dan aku akan memberikan stempel persetujuanku di atas dahinya. Lebih dari itu aku tidak membutuhkan manusia.
Pertama adalah menganggap dirinya besar diantara makhluk-makhluk yang lain dan mempunyai sifat iri dan takabur, dan menganggap hina dan kecil orang lain, menganggap amal perbuatannya baik dan bernilai, sedang menganggap buruk dan tidak bernilai perbuatan orang lain. Orang seperti ini adalah sahabatku dan pendukungku dan aku ridho 100% kepadanya. Kedua sifat yang mendekatkan manusia denganku adalah mengerjakan perbuatan yang buruk dan destruktif dan menganggap perbuatan dosa tersebut kecil dan tidak bernilai dan meremehkan shalat. Dalam mengerjakan dosa, mereka kerjakan dengan penuh semangat dan dengan cepat pula mereka melupakan dosanya. Aku sangat suka kepada orang semacam ini."
"Sifat terpenting, yang dengannya manusia akan menjadi mitraku adalah semua pekerjaan yang dikerjakan didasari rasa cinta diri sendiri, riya (pamer) atau didasari dengan buruk sangka dan senang menyakiti orang lain dengan lisannya. Orang seperti ini sesungguhnya telah melakukan dosa yang besar."


HATI, RUMAH ALLAH.


Aku berkata kepada iblis, "aku berlindung kepada Allah dari semua kejahatanmu dan aku meminta maaf kepada Allah, agar aku tidak terjerumus kedalam kesesatan yang dibuat sedemikian besarnya untuk kita dan jangan sampai kita mencemari kemuliaan kemanusiaan kita dengan kelezatan setani yang penuh dosa. Imam Ali Zainal Abidin as dalam sebuah doanya berkata, 'Ya Allah dirikanlah penghalang antara aku dan dia, sehingga dia tidak mampu menyesatkanku, dan dirikanlah sebuah bendungan yang tak mampu dirusaknya." (Kitab Sahifah As-Sajjadiyah)
"Ya Tuhanku, jadikanlah pembatas antara kami dan iblis, sehingga dia tidak bisa melihat kami dan tidak bisa menggoda kami untuk berbuat dosa. Jadikanlah para malaikat-Mu untuk mengawal kami, sehingga kami mampu menghadapi iblis layaknya sebuah bendungan yang besar yang tidak mungkin dia tembus. Semua kebesaran hanya untuk-Mu ya Allah.'
Pada kesempatan lain Imam Ali Zainal Abidin as berkata, 'Ya Tuhanku, janganlah Engkau beri jalan kepadanya untuk masuk kedalam hatiku dan janganlah Engkau biarkan dia berada di lingkungan kehidupan kami, di tanah maupun di depan rumah kami.'
'Ya Allah sesungguhnya hatiku adalah rumah-Mu dan aku tidak akan menerima sesuatu selain-Mu. Karena iblis menjadikan hatiku sebagai rumahnya, maka cahaya dalam hatiku akan berubah menjadi kegelapan yang kelam. Sedang dalam kegelapan yang kelam akan sangat sulit bagiku mengenal kebenaran.' Dalam kegelapan kita akan sulit untuk membedakan sesuatu.
Mungkin kita akan menyangka bahwa kita telah melakukan sebuah kesalahan, tetapi sebenarnya kita justru berkubang dalam dosa. Kegelapan akan menghilangkan kemampuan kita untuk membedakan antara yang benar dan yang salah, serta kita tidak dapat mengetahui secara pasti dan penuh keyakinan bahwa apa yang kita pilih merupakan pilihan yang benar sehingga hanya pandangan kitalah yang menyatakan hal itu sebagai hal yang benar. Padahal kita justru terjebak kedalam perangkap setan."


Sumber dari buku Semalam Bersama Setan.
Oleh Alieh Hamedani.

BIJAKSANA DAN SABAR

Allah telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada manusia. Untuk menghadapi sifat tercela amarah, Allah memberikan sifat utama bijaksana dalam hati manusia, sehingga pada saat terakhir, yang mana setan telah mengikatkan rantai-rantainya kepada jasad manusia yang terluka dan menariknya kearah neraka, maka para malaikat rahmat dengan membawa sebuah hadiah dari surga yang bernama bijaksana, dapat menyelamatkannya dari kejatuhan yang menyengsarakan. Celakalah bagi orang yang tidak mengindahkan malaikat rahmat dari Allah dan tetap dengan amarahnya yang mengundang api kepadanya. Orang-orang seperti ini saat di padang mahsyar nanti akan gigit jari dan akan menyesali perbuatannya.
Sifat bijaksana adalah keyakinan pada diri sendiri dalam menekan gejolak amarah dan tidak mudah memunculkannya, sehingga iblis tidak mudah untuk mempengaruhinya dengan makar dan tipu dayanya. Jika makar iblis yang dikutuk Allah ini akan terwujud dan hasutan-hasutan setan mulai menguasai alam pikirnya, maka sesegera mungkin dia berlindung kepada Allah agar terbebas dari godaan setan, sehingga dengan kehendak Ilahi segala luka yang ada dalam hati akan berteriak "Audzu billahi minasyaithoni rajim" dan tali kekang kemarahannya dapat diambil alih dan terlapangkan dadanya dan kemudian menghilangkan amarahnya, sehingga kita dapat menggagalkan tipu daya setan dan membuatnya pesimis.
Nabi besar Islam Muhammad SAW bersabda, "Barangsiapa yang bisa menghilangkan amarahnya atas sesuatu yang membuatnya marah, maka Allah SWT akan memenuhi hatinya dengan kesenangan dan kebahagiaan."
Imam Muhammad Baqir as berkata, "tidak ada seorang hamba yang dapat menghilangkan amarahnya kecuali allah SWT akan memperbanyak kemuliaannya di dunia dan akhirat."
Jika kita bisa menjauhkan amarah yang tidak pada tempatnya dari kita, sehingga kita meiliki sifat-sifat terpuji seperti bijaksana dan lapang dada, maka Allah SWT melalui sifat ini akan menjaga kita dari bahaya-bahaya setan, hawa nafsu, dan kesesatan-kesesatan lain. Jika batin kita memiliki sifat ini akan selalu dalam perlindungan Ilahi dan kita akan aman dari semua campur tangan setan, hawa nafsu dan bahaya-bahayanya.
Allah dalam al-Qur'an menganggap baik sifat hamba-hamba-Nya, dengan menyebut sifat bijaksana dan lapang dada: "yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS.Ali imron:134)
Dengan meninggalkan sifat-sifat setani, manusia dapat mengambil langkah ke arah sifat-sifat sempurna dan dalam menapaki jalan ini mereka tidak akan pernah terperdaya oleh konspirasi-konspirasi setan.


Sumber dari buku Semalam Bersama Setan.
Oleh Alieh Hamedani.

Kamis, 13 Desember 2012

RUH AMARAH

Amarah juga dapat memiliki ruh kebinatangan, yang dari dalam hati dapat muncul keluar menjelma menjadi gerak jasmani manusia untuk menundukkan (orang lain) dan melakukann aksi balas dendam. Namun, dia juga bisa memiliki sifat ruh malakuti yang bersumber dari kemarahan Allah dan muncul dalam bentuk upaya memerangi kekotoran, kekufuran, dan dosa. Amarah seperti ini dibenarkan oleh agama, karena akan mengangkat derajat manusia menuju cahaya.
Rasulullah SAW tak pernah marah demi kepentingan dunia, tetapi amarah beliau hanya untuk membela kebenaran dan keadilan. Saat beliau marah lantaran membela hak dan kebenaran, kemarahan beliau  tak pandang bulu dan hanya merasa tenang jika pertolongan dan pembelaan terhadap hak dan kebenaran itu dapat dilakukan.
Sementara, amarah untuk setan sama seperti perahu yang terjebak dalam gelombang laut yang luar biasa dahsyatnya, yang hanya akan berhenti jika perahu itu hancur dan tenggelam dalam kegelapan laut. Rasulullah SAW bersabda, "amarah dapat merusak iman, seperti cuka merusak madu."
Setan berkata, "seseorang yang sedang dalam keadaan marah, dia akan keluar dari (pengaruh) akal dan rasa keadilannya, dan akan berkata kasar kepada mentari, awan, angin, pohon, benda mati, hewan,dan lain-lain. Bahkan dia akan memecahkan mangkok dan piringnya sendiri, untuk kemudian berkata kasar kepada bumi dan waktu. Lantaran tangannya menjadi pendek di semua tempat, maka kepalanya akan menjadi sakit dan dia akan memukuli kepala dan wajahnya serta berkata kasar kepada ayah dan ibunya.
Dia akan terus melakukan itu hingga dia tega melakukan kejahatan dan menyakiti orang lain. Atau, karena mengamuk, maka dia akan mengalami pingsan. Pada saat itulah, kami akan mengelilinginya dan bersuka ria sambil menari-nari serta memenuhi cawan-cawannya dengan minuman keras. Kami akan mabuk dalam kelezatan lantaran melihat manusia terjerembab dalam jurang amarah yang menakutkan."
Andai saja manusia membuka mata hatinya, tentu dia takkan merasa senang melihat setan-setan bersuka ria diatas jasad kematiannya. Ya, mereka semua akn merasa senang apabila ada seorang manusia yang berhasil ditarik kearah kehancuran.
Kita harus berbelas kasih kepada manusia seperti ini, bersedih dengan kesedihan yang mendalam. "Hai setan, sesungguhnya Allah telah membukakan jalan yang banyak sekali bagi orang-orang yang sedang tertimpa amarah, sehingga mereka dapat terbebas dari kungkungan segudang dosa dan amarah setan." Bak seekor kupu-kupu yang dengan susah payah keluar dari kepompongnya, mereka akan dapat dengan riang gembira terbang kesana kemari, saat dia berhasil menghancurkan kerangkeng dosa dan amarah itu. Dia akan terbang dengan mengepakkan kedua sayapnya yang berwarna warni. Dalam kelembutan cahaya mentari pagi yang menggambarkan cinta Ilahi, dia akan mulai membentangkan kedua sayapnya yang mempunyai ujuh warna dan mengembara ke tujuh kota cinta Ilahi, sehingga tujuh pintu cahaya akan dibukakan dihadapan mereka.



Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.