Jika kita perhatikan sejenak, kita melihat dunia seperti jalan berliku. Di sisi kanan kiri jalan itu banyak terdapat toko yang menjual beragam jenis barang dagangan yang menarik penglihatan dan perhatian kita. Tetapi jika kita perhatikan sesaat, ternyata dunia dalam bentuk toko-toko itu adalah milik iblis.
Dipasar seperti ini seseorang tidak akan pernah mendapati kebaikan apapun kecuali dia menghabiskan seluruh modal hidupnya dengan menjual akhirat, kesombongan, iri hati, amarah, berbangga diri, kikir, keburukan akhlak, tamak, angan-angan berlebihan, kemalasan, hawa nafsu, kekerasan hati, dendam, riya yang akan menyebabkan kejahatan dan kekejian, zina, homoseksual, lesbian, pembunuhan, penjarahan, menyerang kehormatan masyarakat, penyimpangan, dan keburukan lainnya. Di sisi jalan lain gemerlapnya dunia tampak cinta dunia, haus kekuasaan, hanya memikirkan perut, cinta wanita, mengikuti syahwat dan lain sebagainya.
Satu-satunya alasan transaksi jual beli di jalan-jalan ini adalah mengikuti perintah setan dan menjadi tawanan keraguan yang dihembuskannya. Manusia melewati usianya dengan kesalahan besar, yaitu mengikuti jalan kelam setan. Pada akhirnya dia bakal disiksa bersama iblis dalam neraka jahanam. Oleh karena itu, kita patut meminta perlindungan Allah dari godaan dan tipu daya setan. Dengan demikian, jalan keluar dan pintu keselamatan terbuka lebar di hadapan kita. Kita harus berpegang teguh kepada al-Qur'an dan keluarga suci Nabi SAW agar kita tidak tergelincir kedalam pangkuan setan yang terkutuk.
Allah berfirman, "Seusngguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka jahanam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu diantara mereka kesemuanya." (QS.Shot:85).
Aku berkata kepada iblis, "sesungguhnya janji Allah itu benar dan Dia tidak pernah mengingkarinya. Kamu akan melihat pemenuhan janji Allah secepatnya."
Dengan penuh amarah, iblis datang menghampiriku seraya berkata, "aku tidak sendirian di neraka. Ku tahu bahwa aku bakal kekal didalamnya selamanya. Namun aku tidak sendirian. Aku akan dikumpulkan di neraka bersama sebagian besar dari kalian, hai manusia yang tersesat. Bagiku, hal itu melebihi segalanya. Yaitu aku berhasil mengkafirkan dan menyesatkan anak cucu Adam."
IBLIS DAN IMAM ALI BIN ABI THALIB AS.
Aku berkata, "kamu selalu berusaha untuk menyesatkan manusia. Aku teringat sebuah hadist dari Imam Shadiq as. Beliau menukil bahwa Imam Ali bin Abi Thalib as, Qanbar dan beberapa sahabat keluar dari kota Kufah. Imam Ali berkata kepada Qanbar, 'aku bersumpah kepada Allah yang telah menumbuhkan tunas dari bijinya dan menciptakan makhluk dari ketiadaan menjadi ada, aku akan tunjukkan padamu apa yang ku lihat sekarang.'
Tiba-tiba muncul seorang lelaki tua yang badannya tinggi, terlihat sangat berwibawa. Dia melihat dengan mata lebar dan berkata, 'salam sejahtera bagimu, wahai Ammirul mukminin.'
Imam Ali bin Abi Thalib as kemudian berkata kepada pria tua tersebut, 'wahai setan terkutuk, kamu datang dari mana dan hendak pergi kemana? Untuk apa kamu datang kemari?'
Iblis berkata, 'wahai Amirul mukminin, aku datang dari sekelompok manusia dan aku akan pergi menuju sekelompok manusia lain. Aku tengah sibuk menyesatkan mereka.'
Imam Ali as berkata, 'kamu pria tua yang buruk.'
Iblis berkata, 'Ketika Allah telah mengusirku dari surga, dilangit tingkat keempat aku berseru kepada Allah, "wahai Tuhanku yang maha tahu, apakah Engkau juga menciptakan makhluk yang lebih buruk dan lebih tercela ketimbang aku?"
Allah berfirman, "benar, Aku telah menciptakan makhluk yang lebih buruk dan keji dari padamu. Pergilah ke tempat malaikat penjaga neraka. Dia akan menunjukkannya padamu."
Aku pun pergi mendatangi malaikat-penjaga neraka. Kemudian, aku dibawa kearah neraka. Dia membuka tingkat pertama neraka. Api hitam pekat menyembur dari dalamnya, sehingga aku merasa takut terbakar karenanya. Malaikat penjaga neraka memerintahkan api itu untuk padam. Aku menyaksikan pemandangan seperti itu hingga tiba di tingkat neraka ke tujuh. Disana, aku melihat dua orang yang dilehernya terikat rantai yang terbuat dari api. Dengan rantai-rantai ini mereka digantung. Beberapa orang diberdirikan dengan diikatkan kepada besi dari api, dan dengan besi itu mereka ditusuk dari atas kepalanya. Aku bertanya kepada malaikat penjaga neraka, "wahai Malik, siapakah mereka yang diletakkan di neraka tingkat tujuh ini?"
Malik berkata, "apakah kau tak pernah membaca tulisan diatas Arsy dua ribu tahun yang lalu (ketika Alah menciptakan makhluk): Tiada Allah selain Allah yang Maha Esa dan Muhammad adalah Rasul-Nya dan Imam Ali as akan menjadi pembelanya. Kedua orang ini adalah orang-orang yang memusuhi Ali bin Abi Thalib as dan orang-orang yang merampas serta menzalimi haknya." (QS.Shot:85).
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
Selasa, 04 Desember 2012
KHOTBAH IBLIS DIATAS MIMBAR API
Iblis berkata, "perkataanmu mengingatkanku pada hari Mahsyar. Disanalah batas akhir untukku. Disanalah penentuan nasib kehidupanku dan para pengikutku. Aku akan menyaksikan banyak sekali yang berada dibawah benderaku.
Dahulu kala aku mempunyai sebuah mimbar di tingkat langit keempat di Baitul Makmur. Namun sekarang mimbar itu sudah hancur dan roboh. Aku selalu duduk diatasnya dan para malaikat selalu berkumpul dibawah mimbarku. Aku selalu mengajarkan kepada mereka cara menjadi hamba Allah. Para malaikat sangat mengagumi atas ibadah dan penghambaanku. Setiap kali tasbih terjatuh dari tanganku, beberapa ribu malaikat bangkit, mencium tasbih itu dan menyerahkan kepadaku. Keyakinanku adalah Allag tidak mungkin menciptakan makhluk yang lebih baik dariku."
Aku berkata, "tetapi lantaran enggan bersujud dihadapan Nabi Adam as dan kesombongan, kamu terusir dari rahmat Allah SWT. Kini, tiada makhluk yang lebih jahat dan terkutuk ketimbang dirimu di sisi Allah yang maha kekal lagi maha Esa."
Iblis berkata, "sekarang terdapat sebuah mimbar di neraka yang terbuat dari api untukku. Kelak saat aku masuk neraka, bala tentaraku akan menyuruhku menaikinya dan mereka akan senang. Seperti sebuah mutiara yang terbuat dari api terlihat sangat indah dimata mereka. Mereka akan mengelilingiku dan memintaku untuk memberikan jalan keluar dan merayuku, supaya memberikan jalan keselamatan bagi mereka.
Aku akan menaiki mimbar dan semua penghuni neraka akan berkumpul mengelilingiku. Aku melihat sekelilingku, tampak banyak sekali manusia yang memperhatikanku dengan rasa cemas. Aku pandangi wajah mereka satu-persatu. Ku teringat setiap orang dengan cara apa saja aku perdaya mereka sehingga aku seret mereka ke jurang neraka. Aku telah berikan kepada mereka dunia dengan segala keindahannya. Sebagai gantinya, aku membeli masa depan dan akhirat mereka. Aku telah melakukan transaksi terbaik dengan mereka.
Melalui transaksi itu mereka banyak beroleh keuntungan. Aku tukar modal usia mereka dengan kesenangan yang masanya singkat dan bersifat sementara. Disebabkan kebodohan dan pelbagai kenikmatan semu dunia, mereka habiskan seluruh usia demi mengikuti perintahku. Aku merampas iman mereka. Semua tunduk dihadapanku. Aku sangat senang dengan transaksi yang menguntungkan ini. Yaitu transaksi yang menyesatkan anak keturunan Adam.
Pada saat itu, dengan mata terbelalak dan hati terbakar, mereka semua duduk menanti perkataan dan pembicaraanku. Mereka berharap barangkali ada jalan keluar yang akan ku tunjukkan kepada mereka. Diantara gemuruh dan teriakan penyesalan, aku berdiri dihadapan mereka. Ku katakan kepada mereka, 'mengapa kalian merayuku? Apa yang kalian harapkan dariku? Kalian semua berhak mendapatkan balasan seperti ini. Memohonlah kepada diri kalian sendiri. Untuk apa kalian memohon kepadaku?'
Aku tidak menguasai dunia kalian. Bahkan kalian tidak pernah melihatku. Apakah aku memaksa kalian untuk melakukan perbuatan dosa? Aku hanya menyeru kalian untuk berbuat dosa. Aku hanya membisikkan kejahatan agar kalian melakukan dosa. Pilihan sepenuhnya ditangan kalian. Disebabkan hasrat dan keinginan kuat, kalian menerima seruanku.'
Dengan rasa marah aku meludah kearah mereka. Kemudian aku tinggalkan mereka begitu saja."
Aku berkata, "kamu telah merencanakan segala sesuatunya agar nasib manusia tertipu olehmu. Dalam al-Qur'an, Allah berfirman, "Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepada kalian tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian, melainkan sekedar aku menyeru kalian lalu kalian mematuhi seruanku. Oleh sebab itu, janganlah kalian mencerca aku, akan tetapi cercalah diri kalian sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian. Dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatan kalian mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.' Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih." (QS.Ibrahim:22).
Kita harus membuka mata hati kita dan merasakan kebenaran janji Allah dengan segenap wujud kita.
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
Dahulu kala aku mempunyai sebuah mimbar di tingkat langit keempat di Baitul Makmur. Namun sekarang mimbar itu sudah hancur dan roboh. Aku selalu duduk diatasnya dan para malaikat selalu berkumpul dibawah mimbarku. Aku selalu mengajarkan kepada mereka cara menjadi hamba Allah. Para malaikat sangat mengagumi atas ibadah dan penghambaanku. Setiap kali tasbih terjatuh dari tanganku, beberapa ribu malaikat bangkit, mencium tasbih itu dan menyerahkan kepadaku. Keyakinanku adalah Allag tidak mungkin menciptakan makhluk yang lebih baik dariku."
Aku berkata, "tetapi lantaran enggan bersujud dihadapan Nabi Adam as dan kesombongan, kamu terusir dari rahmat Allah SWT. Kini, tiada makhluk yang lebih jahat dan terkutuk ketimbang dirimu di sisi Allah yang maha kekal lagi maha Esa."
Iblis berkata, "sekarang terdapat sebuah mimbar di neraka yang terbuat dari api untukku. Kelak saat aku masuk neraka, bala tentaraku akan menyuruhku menaikinya dan mereka akan senang. Seperti sebuah mutiara yang terbuat dari api terlihat sangat indah dimata mereka. Mereka akan mengelilingiku dan memintaku untuk memberikan jalan keluar dan merayuku, supaya memberikan jalan keselamatan bagi mereka.
Aku akan menaiki mimbar dan semua penghuni neraka akan berkumpul mengelilingiku. Aku melihat sekelilingku, tampak banyak sekali manusia yang memperhatikanku dengan rasa cemas. Aku pandangi wajah mereka satu-persatu. Ku teringat setiap orang dengan cara apa saja aku perdaya mereka sehingga aku seret mereka ke jurang neraka. Aku telah berikan kepada mereka dunia dengan segala keindahannya. Sebagai gantinya, aku membeli masa depan dan akhirat mereka. Aku telah melakukan transaksi terbaik dengan mereka.
Melalui transaksi itu mereka banyak beroleh keuntungan. Aku tukar modal usia mereka dengan kesenangan yang masanya singkat dan bersifat sementara. Disebabkan kebodohan dan pelbagai kenikmatan semu dunia, mereka habiskan seluruh usia demi mengikuti perintahku. Aku merampas iman mereka. Semua tunduk dihadapanku. Aku sangat senang dengan transaksi yang menguntungkan ini. Yaitu transaksi yang menyesatkan anak keturunan Adam.
Pada saat itu, dengan mata terbelalak dan hati terbakar, mereka semua duduk menanti perkataan dan pembicaraanku. Mereka berharap barangkali ada jalan keluar yang akan ku tunjukkan kepada mereka. Diantara gemuruh dan teriakan penyesalan, aku berdiri dihadapan mereka. Ku katakan kepada mereka, 'mengapa kalian merayuku? Apa yang kalian harapkan dariku? Kalian semua berhak mendapatkan balasan seperti ini. Memohonlah kepada diri kalian sendiri. Untuk apa kalian memohon kepadaku?'
Aku tidak menguasai dunia kalian. Bahkan kalian tidak pernah melihatku. Apakah aku memaksa kalian untuk melakukan perbuatan dosa? Aku hanya menyeru kalian untuk berbuat dosa. Aku hanya membisikkan kejahatan agar kalian melakukan dosa. Pilihan sepenuhnya ditangan kalian. Disebabkan hasrat dan keinginan kuat, kalian menerima seruanku.'
Dengan rasa marah aku meludah kearah mereka. Kemudian aku tinggalkan mereka begitu saja."
Aku berkata, "kamu telah merencanakan segala sesuatunya agar nasib manusia tertipu olehmu. Dalam al-Qur'an, Allah berfirman, "Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepada kalian tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian, melainkan sekedar aku menyeru kalian lalu kalian mematuhi seruanku. Oleh sebab itu, janganlah kalian mencerca aku, akan tetapi cercalah diri kalian sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian. Dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatan kalian mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.' Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih." (QS.Ibrahim:22).
Kita harus membuka mata hati kita dan merasakan kebenaran janji Allah dengan segenap wujud kita.
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
PERAN IBLIS DALAM MELUPAKAN WASIAT NABI MUHAMMAD SAW
Nabi Muhammad SAW sendiri telah memberikan wasiat kepada umatnya supaya umat Islam tidak tersesat sepeninggal beliau. Rasulullah SAW bersabda, 'aku tinggalkan kepada kalian dua pusaka. Jika kalian berpegang teguh kepada keduanya, niscaya kalian tidak akan tersesat selamanya. Yaitu al-Qur'an dan Ahlul Baitku (keluarga suci Nabi). Peninggalan terbesar adalah Kitabullah (al-Qur'an) yang satu sisinya berada ditangan Allah dan sisi lainnya ditangan kalian. Berpegang teguhlah kepada keduanya, agar kalain tidak tersesat. Dan peninggalan yang lebih ringan adalah keluarga suciku. Allah memberitahuku bahwa keduanya tidak akan pernah terpisah selamanya hingga kedua berjumpa denganku di tepi telaga Haudh (surga). Janganlah kalian mengabaikan hak keduanya, niscaya mengakibatkan kalian binasa.'
Tetapi iblis menjalankan persekongkolan jahat sepeninggal Rasulullah SA sehingga mengakibatkan wasiat Nabi terabaikan. Dengan demikian, iblis berhasil menyerang Islam dan menyesatkan umat manusia.
IMAM ALI BIN ABI THALIB AS, KHALIFAH SETELAH NABI MUHAMMAD SAW.
Ketika Imam Ali bin Abi Thalib as tengah sibuk memandikan dan mengebumikan jenazah Nabi, kaum Anshar berkumpul di Saqifah Bani Saidah untuk melakukan pertemuan besar yang akan merubah secara mendasar sejarah Islam. Jika Imam Ali bin Abi Thalib as langsung menjadi pemimpin masyarakat Islam setelah Nabi SAW, tidak diragukan lagi semua perintah-perintah Nabi akan beliau lestarikan dan terlahir orang-orang muslim sejati tanpa sifat riya dan mukhlis. Islam yang murni akan menyebar ke seluruh penjuru dunia, serta dapat mendidik seluruh komunitas manusia dan tidak akan ditemukan kezaliman dalam masyarakat Islam dan tidak akan ditemukan perampasan hak seseorang.
Tetapi konspirasi iblis merubah jalan sejarah dan menguntungkan orang-orang yang tidak mengenal Allah sehingga kaum muslimin memasuki cobaan-cobaan Allah. Apakah diantara kesalahan, hitamnya hati dan kegelapan yang berujung kepada iblis dan bala tentaranya, masih ditemukan jalan yang benar yang berpegang teguh kepada Islam yang suci dan mereka menjadi tamu dan meminum air telaga Kautsar melalui tangan Rasulullah SAW, Ali al-Murtadha as dan Fatimah az-Zahra as, dan menyebutnya muslimin sejati dan menunjukkan dada mereka dihadapannya dan mengambil cahaya amanat dari keluarga suci Nabi, sehingga dia tidak merasa sendirian di padang Mahsyar.
KONSPIRASI IBLIS PADA MASA KINI.
Pada masa sekarang ini, iblis tidak pernah meninggalkan konspirasinya dan mengadu domba kaum muslimin dengan pertikaian antara kaum Syiah dan Ahlus Sunah Wal Jama'ah. Sehingga mereka bertambah jauh dari tujuan utama Islam. Bukannya berupaya mengenal kebenaran Islam, mereka malah menghunuskan pedang dan berpecah belah. Iblis pun tertawa puas menyaksikan kondisi ini. Usaha-usaha tak kenal lelah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW bagi kebebasan dan kemuliaan kemanusiaan hari demi hari mulai terkubur dan kaum muslimin justru terperosok dalam pangkuan iblis yang menakutkan dan membahayakan nyawa Islam dengan menggunakan senjata saling mencela dan perpecahan. Kebenaran Islam yang semestinya mendatangkan kemuliaan umat manusia, justru dipertanyakan setan. Namun tak lama lagi cahaya matahari kebenaran bakal terbit dan hakikat wahyu akan dimunculkan oleh tangan-tangan suci penyelamat alam semesta.
Dan pada hari itu, kamu hai iblis, akan berada dalam api yang telah kamu siapkan sendiri bersama bala tentaramu. Siapa saja yang mengikutimu akan berada disana selamanya. Kamu bakal dikumpulkan bersama orang-orang pertama dan orang-orang terakhir kamu sesatkan."
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
Tetapi iblis menjalankan persekongkolan jahat sepeninggal Rasulullah SA sehingga mengakibatkan wasiat Nabi terabaikan. Dengan demikian, iblis berhasil menyerang Islam dan menyesatkan umat manusia.
IMAM ALI BIN ABI THALIB AS, KHALIFAH SETELAH NABI MUHAMMAD SAW.
Ketika Imam Ali bin Abi Thalib as tengah sibuk memandikan dan mengebumikan jenazah Nabi, kaum Anshar berkumpul di Saqifah Bani Saidah untuk melakukan pertemuan besar yang akan merubah secara mendasar sejarah Islam. Jika Imam Ali bin Abi Thalib as langsung menjadi pemimpin masyarakat Islam setelah Nabi SAW, tidak diragukan lagi semua perintah-perintah Nabi akan beliau lestarikan dan terlahir orang-orang muslim sejati tanpa sifat riya dan mukhlis. Islam yang murni akan menyebar ke seluruh penjuru dunia, serta dapat mendidik seluruh komunitas manusia dan tidak akan ditemukan kezaliman dalam masyarakat Islam dan tidak akan ditemukan perampasan hak seseorang.
Tetapi konspirasi iblis merubah jalan sejarah dan menguntungkan orang-orang yang tidak mengenal Allah sehingga kaum muslimin memasuki cobaan-cobaan Allah. Apakah diantara kesalahan, hitamnya hati dan kegelapan yang berujung kepada iblis dan bala tentaranya, masih ditemukan jalan yang benar yang berpegang teguh kepada Islam yang suci dan mereka menjadi tamu dan meminum air telaga Kautsar melalui tangan Rasulullah SAW, Ali al-Murtadha as dan Fatimah az-Zahra as, dan menyebutnya muslimin sejati dan menunjukkan dada mereka dihadapannya dan mengambil cahaya amanat dari keluarga suci Nabi, sehingga dia tidak merasa sendirian di padang Mahsyar.
KONSPIRASI IBLIS PADA MASA KINI.
Pada masa sekarang ini, iblis tidak pernah meninggalkan konspirasinya dan mengadu domba kaum muslimin dengan pertikaian antara kaum Syiah dan Ahlus Sunah Wal Jama'ah. Sehingga mereka bertambah jauh dari tujuan utama Islam. Bukannya berupaya mengenal kebenaran Islam, mereka malah menghunuskan pedang dan berpecah belah. Iblis pun tertawa puas menyaksikan kondisi ini. Usaha-usaha tak kenal lelah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW bagi kebebasan dan kemuliaan kemanusiaan hari demi hari mulai terkubur dan kaum muslimin justru terperosok dalam pangkuan iblis yang menakutkan dan membahayakan nyawa Islam dengan menggunakan senjata saling mencela dan perpecahan. Kebenaran Islam yang semestinya mendatangkan kemuliaan umat manusia, justru dipertanyakan setan. Namun tak lama lagi cahaya matahari kebenaran bakal terbit dan hakikat wahyu akan dimunculkan oleh tangan-tangan suci penyelamat alam semesta.
Dan pada hari itu, kamu hai iblis, akan berada dalam api yang telah kamu siapkan sendiri bersama bala tentaramu. Siapa saja yang mengikutimu akan berada disana selamanya. Kamu bakal dikumpulkan bersama orang-orang pertama dan orang-orang terakhir kamu sesatkan."
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
KEUTAMAAN AMIRUL MUKMININ ALI BIN ABI THALIB AS
Aku berkata, "hai makhluk terkutuk, kamu telah merampas agama orang-orang yang lalai dengan tipu dayamu. Kamu telah menyesatkan dan menyimpangkan umat muslim dari mematuhi perintah Allah dengan tipu dayamu. Kamu timbulkan perselisihan diantara mereka dengan dalih perintah Allah. Kamu ajarkan kepada mereka suatu alasan bahwa Imam Ali bin Abi Thalib as masih sangat muda dan tidak mungkin kepemimpinan diserahkan kpeada muslim yang baru masuk Islam. Mereka lupa bahwa Imam Ali bin Abi Thalib as adalah orang pertama yang masuk Islam, orang pertama yang mengerjakan shalat, singa Allah dalam setiap peperangan melawan orang-orang kafir, dan tiada orang yang menandinginya dalam setiap peperangan. Dialah satu-satunya saudara Nabi SAW. Dialah pribadi yang paling pantas bersanding dengan Sayidah Fatimah az-Zahra dan setara dengannya. Tiada yang menandinginya dalam iman dan keyakinan kepada Allah yang maha Esa.
Tetapi orang-orang yang baru memeluk Islam, keimanan mereka hanya untuk menjaga kehidupan duniawi saja. Iman yang sebenarnya tertutup dibalik tirai nafsu mereka dalam bentuk berhala-berhala kebodohan, keangkuhan, fananisme kesukuan, tradisi jahiliyah, harta benda, kekayaan, dan lain sebagainya yang menjadi penghias mereka.
Tidakkah mereka tahu bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'suatu malam aku diajak mikraj ke langit menuju keharibaan Allah SWT. Dia mewahyukan kepadaku sekaitan dengan Ali bin Abi Thalib as bahwa dia adalah pemimpin orang-orang yang rendah hati, pemimpin orang-orang beriman, dan manifestasi tubuh yang bersih (lahir dan bathin anggota wudhu beliau bersih dan bersinar).' (kitab Al-Khisol, Syech Shoduq, juz 2 hal 132).
Tatkala Rasulullah SAW sedang sakit parah, Sayidah Fatimah az-Zahra as menjenguk ayahnya. Karena tidak tahan melihat keadaan ayahnya Sayidah Fatimah as menangis tersedu-sedu hingga airmatanya membasahi wajahnya. Kemudian Nabi berkata kepadanya, 'wahai Fatimah, Allah telah memilih semua orang di bumi ini dan manusia yang tinggal didunia ini, lalu dipilihlah ayahmu.' Rasulullah SAW melanjutkan, 'kemudian Allah SWT memilih suamimu Ali.'
Turun wahyu kepadaku, agar aku menikahkanmu dengannya. Fatimah belahan hatiku. Tahukah kamu, demi memuliakan dirimu Allah memerintahku supaya kamu dinikahkan dengan pribadi yang keislamannya lebih unggul dari orang lain, kebijaksanaannya lebih agung dari orang lain, dan ilmunya lebih luas dari yang lain.' Sayidah Fatimah merasa senang mendengar perkataan ini dan menerimanya.
Apakah mereka tidak hidup di masa Nabi? Sehingga mereka tidak menghiraukan pesan-pesan beliau? Pada kesempatan lain, Rasulullah SAW bersabda, 'wahai Ali, perumpamaanmu ditengah umatku bagai surat al-ikhlas. Barangsiapa membaca surat al-ikhlas sekali, berarti dia telah menyempurnakan sepertiga al-Qur'an.
Barangsiapa membacanya dua kali, berarti dia telah menyempurnakan dua pertiga al-Qur'an. Dan barangsiapa membacanya tiga kali, berarti dia telah menyempurnakan seluruh al-Qur'an. Demikian pula dengan dirimu. Barangsiapa mencintaimu dengan lisannya, berarti dia telah menyempurnakan sepertiga imannya. Barangsiapa mencintaimu dengan lisan dan hatinya, berarti dia telah menyempurnakan dua pertiga imannya. Dan barangsiapa mencintaimu dengan lisan, hati dan perbuatannya, berarti dia telah menyempurnakan seluruh imannya.' (kitab al-Khisol, Syech Shoduq, juz 2, hal 367).
Imam Ali bin Abi Thalib as adalah al-Qur'an yang berjalan dan hidup. Jika kita mengikutinya, niscaya kita tidak akan tersesat selamanya. Diriwayatkan dari Imam Musa al-Khadim as, suatu hari Rasulullah SAW sedang duduk-duduk. Kemudian malaikat datang menemui Rasulullah SAW dalam bentuk yang sangat besar. Rasul bersabda, 'wahai Jibril kekasihku, aku belum pernah melihatmu dalam kondisi seperti ini.'
Malaikat tersebut berkata, 'saya bukan Jibril, tapi Mahmud. Allah telah memerintahkanku untuk menyampaikan kepadamu agar engkau menikahkan sebuah cahaya dengan cahaya lain.'
Nabi bertanya, 'siapa dengan siapa?'
Malaikat itu menjawab, 'Sayidah Fatimah as dengan Imam Ali bin Abi Thalib as.'
Tatkala malaikat itu kembali, di kedua sayapnya tampak tulisan berbunyi: Muhammad adalah utusan Allah dan Ali adalah Washinya. Nabi SAW bertanya, 'sejak kapan kalimat ini tertulis di kedua sayapmu?'
Malaikat itu menjawab, 'sejak 22.000 tahun silam sebelum penciptaan Nabi Adam as.'
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
Tetapi orang-orang yang baru memeluk Islam, keimanan mereka hanya untuk menjaga kehidupan duniawi saja. Iman yang sebenarnya tertutup dibalik tirai nafsu mereka dalam bentuk berhala-berhala kebodohan, keangkuhan, fananisme kesukuan, tradisi jahiliyah, harta benda, kekayaan, dan lain sebagainya yang menjadi penghias mereka.
Tidakkah mereka tahu bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'suatu malam aku diajak mikraj ke langit menuju keharibaan Allah SWT. Dia mewahyukan kepadaku sekaitan dengan Ali bin Abi Thalib as bahwa dia adalah pemimpin orang-orang yang rendah hati, pemimpin orang-orang beriman, dan manifestasi tubuh yang bersih (lahir dan bathin anggota wudhu beliau bersih dan bersinar).' (kitab Al-Khisol, Syech Shoduq, juz 2 hal 132).
Tatkala Rasulullah SAW sedang sakit parah, Sayidah Fatimah az-Zahra as menjenguk ayahnya. Karena tidak tahan melihat keadaan ayahnya Sayidah Fatimah as menangis tersedu-sedu hingga airmatanya membasahi wajahnya. Kemudian Nabi berkata kepadanya, 'wahai Fatimah, Allah telah memilih semua orang di bumi ini dan manusia yang tinggal didunia ini, lalu dipilihlah ayahmu.' Rasulullah SAW melanjutkan, 'kemudian Allah SWT memilih suamimu Ali.'
Turun wahyu kepadaku, agar aku menikahkanmu dengannya. Fatimah belahan hatiku. Tahukah kamu, demi memuliakan dirimu Allah memerintahku supaya kamu dinikahkan dengan pribadi yang keislamannya lebih unggul dari orang lain, kebijaksanaannya lebih agung dari orang lain, dan ilmunya lebih luas dari yang lain.' Sayidah Fatimah merasa senang mendengar perkataan ini dan menerimanya.
Apakah mereka tidak hidup di masa Nabi? Sehingga mereka tidak menghiraukan pesan-pesan beliau? Pada kesempatan lain, Rasulullah SAW bersabda, 'wahai Ali, perumpamaanmu ditengah umatku bagai surat al-ikhlas. Barangsiapa membaca surat al-ikhlas sekali, berarti dia telah menyempurnakan sepertiga al-Qur'an.
Barangsiapa membacanya dua kali, berarti dia telah menyempurnakan dua pertiga al-Qur'an. Dan barangsiapa membacanya tiga kali, berarti dia telah menyempurnakan seluruh al-Qur'an. Demikian pula dengan dirimu. Barangsiapa mencintaimu dengan lisannya, berarti dia telah menyempurnakan sepertiga imannya. Barangsiapa mencintaimu dengan lisan dan hatinya, berarti dia telah menyempurnakan dua pertiga imannya. Dan barangsiapa mencintaimu dengan lisan, hati dan perbuatannya, berarti dia telah menyempurnakan seluruh imannya.' (kitab al-Khisol, Syech Shoduq, juz 2, hal 367).
Imam Ali bin Abi Thalib as adalah al-Qur'an yang berjalan dan hidup. Jika kita mengikutinya, niscaya kita tidak akan tersesat selamanya. Diriwayatkan dari Imam Musa al-Khadim as, suatu hari Rasulullah SAW sedang duduk-duduk. Kemudian malaikat datang menemui Rasulullah SAW dalam bentuk yang sangat besar. Rasul bersabda, 'wahai Jibril kekasihku, aku belum pernah melihatmu dalam kondisi seperti ini.'
Malaikat tersebut berkata, 'saya bukan Jibril, tapi Mahmud. Allah telah memerintahkanku untuk menyampaikan kepadamu agar engkau menikahkan sebuah cahaya dengan cahaya lain.'
Nabi bertanya, 'siapa dengan siapa?'
Malaikat itu menjawab, 'Sayidah Fatimah as dengan Imam Ali bin Abi Thalib as.'
Tatkala malaikat itu kembali, di kedua sayapnya tampak tulisan berbunyi: Muhammad adalah utusan Allah dan Ali adalah Washinya. Nabi SAW bertanya, 'sejak kapan kalimat ini tertulis di kedua sayapmu?'
Malaikat itu menjawab, 'sejak 22.000 tahun silam sebelum penciptaan Nabi Adam as.'
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
KEBENARAN DIBALIK TIRAI KESAMARAN
Demi meraih segala tujuanku, cukup buatku kaum munafik setelah Nabi wafat, sehingga kebenaran tersembunyi dibalik tirai kesamaran dan menampakkan kebatilan sebagai kebenaran karena kepentingan masa. Selama Imam Ali bin Abi Thalib as masih tinggal dirumah, kita angkat orang yang tidak mengenal Allah SWT. Dikegelapan hatinya, dia masih menyembah berhala. Kebenaran akan terkurung dalam sangkar kebodohan sejarah. Kebatilan mengenakan jubah agama dan kebenaran, serta bersandar di mimbar Nabi. Kita katakan, disanalah fase sensitif Islam.
Ketika sayap-sayap kebenaran tercabut, darah mengalir diseluruh tubuhnya. Imam Ali bin Abi Thalib as hanya seorang diri yang membawa cahaya kebenaran demi kebaikan Islam. Dia lebih suka memilih berdiam diri dan meneriakkan kebenaran sejarah didalam sumur. Pada saat yang bersamaan para penjahat kebenaran menerima baiat dari masyarakat yang tidak mengerti, yang hanya memikirkan makanan, perut, wanita dan kenikmatan-kenikmatan duniawi saja dengan demikian, Islam terseret kedalam periode kehancuran."
TANGAN IBLIS YANG PERTAMA KALI BERBAIAT.
Sampai disini, kita mengetahui bahwa iblis adalah yang pertama membaiat perampas kepemimpinan. Dan merupakan salah satu kebanggaannya bahwa siksa neraka akan dilipat gandakan untuk iblis. Makhluk pertama yang berbaiat dan mengulurkan tangan kearah para perampas kepemimpinan adalah tangan kotor iblis.
Padahal Imam Ali bin Abi Thalib as tengah sibuk memandikan jasad mulia Rasulullah SAW. Salman Farisi yang tadinya berada ditempat konspirasi untuk menghancurkan Islam, menyampaikan kabar peristiwa tersebut kepada Imam Ali bin Abi Thalib as. Semua penduduk saat itu sedang berbaiat. Orang pertama yang berbaiat adalah orang tua yang membawa tongkat dan di dahinya terlihat bekas sujud. Orang tua tersebut terlihat sedemikian tekun dalam beribadah. Kemudian menaiki mimbar sambil menangis, dia berkata, "aku bersyukur kepada Allah, sebelum aku mati aku dapat melihat kamu ditempat ini. Ulurkan tanganmu!"
Kemudian salah seorang sahabat mengulurkan tangannya. Pria tua itu memberikan baiat dan berkata, "hari ini seperti hari Adam as." Setelah mengucapkan kalimat itu, dia turun dari mimbar dan keluar mesjid.
Imam Ali bin Abi Thalib as berkata, "dialah iblis. Nabi SAW telah memberitahuku bahwa iblis dan bala tentaranya sangat marah pada hari Ghadir Khum. Mereka tengan menyusun sebuah rencana untuk menyesatkan umat Nabi. Saat mereka melihat kesempatan ini, iblis menyesatkan sebagian kelompok manusia."
Pada hari Ghadir Khum iblis sangat sedih. Tetapi ketika umat Nabi SAW terdorong untuk mengejar pelbagai kenikmatan dunia dan nampak para pencari kebenaran telah lemah dan Imam Ali bin Abi Thalib as sedang berada dirumah, iblis sangat senang sekali. Begitu rupa bergembira ria, sehingga tanduk keluar dari kepalanya. Dia mengenakan pakaian indah dan menaiki mimbar. Lalu dia berkata kepada bala tentaranya, "wahai bala tentaraku, adakan pesta meriah! Berbahagialah kalian semua! Sebab, sekarang tidak ada lagi yang akan mematuhi perintah Allah dan beribadah kepada-Nya hingga kemunculan pemimpin sejati mereka, yaitu Al-Mahdi as. Pada masa itulah seluruh umat manusia akan kembali ke jalan yang benar."
Lantas iblis bertanya kepadaku, "bagaimana kamu melihat tipu daya dan perencanaan kami? Umat manakah yang tidak sesat sepeninggal Rasulullah? Tidakkah kamu berfikir bahwa aku tidak mempunyai jalan lain? Lantaran tipu dayakulah kaum muslimin melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya serta tidak mentaati Imam Ali bin Abi Thalib as. Itulah apa yang aku kehendaki."
Iblis tersenyum penuh kemenangan. Dia menghela nafas panjang yang terlihat hitam dari dalam dirinya kemudian berkata, "masa terindah dalam kehidupanku adalah ketika aku mengulurkan tanganku kearah khalifah dan menjabat tangannya untuk berbaiat. Kulakukan itu karena aku mengetahui banyak sekali orang yang akan tersesat setelah baiat itu. Kecuali mereka yang mempunyai iman jujur. Dan pada masa itu, jumlah mereka bisa dihitung dengan jari tangan."
Dalam al-Qur'an Allah berfirman, "dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka, lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian orang-orang yang beriman." (QS.As-Saba:20).
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
Ketika sayap-sayap kebenaran tercabut, darah mengalir diseluruh tubuhnya. Imam Ali bin Abi Thalib as hanya seorang diri yang membawa cahaya kebenaran demi kebaikan Islam. Dia lebih suka memilih berdiam diri dan meneriakkan kebenaran sejarah didalam sumur. Pada saat yang bersamaan para penjahat kebenaran menerima baiat dari masyarakat yang tidak mengerti, yang hanya memikirkan makanan, perut, wanita dan kenikmatan-kenikmatan duniawi saja dengan demikian, Islam terseret kedalam periode kehancuran."
TANGAN IBLIS YANG PERTAMA KALI BERBAIAT.
Sampai disini, kita mengetahui bahwa iblis adalah yang pertama membaiat perampas kepemimpinan. Dan merupakan salah satu kebanggaannya bahwa siksa neraka akan dilipat gandakan untuk iblis. Makhluk pertama yang berbaiat dan mengulurkan tangan kearah para perampas kepemimpinan adalah tangan kotor iblis.
Padahal Imam Ali bin Abi Thalib as tengah sibuk memandikan jasad mulia Rasulullah SAW. Salman Farisi yang tadinya berada ditempat konspirasi untuk menghancurkan Islam, menyampaikan kabar peristiwa tersebut kepada Imam Ali bin Abi Thalib as. Semua penduduk saat itu sedang berbaiat. Orang pertama yang berbaiat adalah orang tua yang membawa tongkat dan di dahinya terlihat bekas sujud. Orang tua tersebut terlihat sedemikian tekun dalam beribadah. Kemudian menaiki mimbar sambil menangis, dia berkata, "aku bersyukur kepada Allah, sebelum aku mati aku dapat melihat kamu ditempat ini. Ulurkan tanganmu!"
Kemudian salah seorang sahabat mengulurkan tangannya. Pria tua itu memberikan baiat dan berkata, "hari ini seperti hari Adam as." Setelah mengucapkan kalimat itu, dia turun dari mimbar dan keluar mesjid.
Imam Ali bin Abi Thalib as berkata, "dialah iblis. Nabi SAW telah memberitahuku bahwa iblis dan bala tentaranya sangat marah pada hari Ghadir Khum. Mereka tengan menyusun sebuah rencana untuk menyesatkan umat Nabi. Saat mereka melihat kesempatan ini, iblis menyesatkan sebagian kelompok manusia."
Pada hari Ghadir Khum iblis sangat sedih. Tetapi ketika umat Nabi SAW terdorong untuk mengejar pelbagai kenikmatan dunia dan nampak para pencari kebenaran telah lemah dan Imam Ali bin Abi Thalib as sedang berada dirumah, iblis sangat senang sekali. Begitu rupa bergembira ria, sehingga tanduk keluar dari kepalanya. Dia mengenakan pakaian indah dan menaiki mimbar. Lalu dia berkata kepada bala tentaranya, "wahai bala tentaraku, adakan pesta meriah! Berbahagialah kalian semua! Sebab, sekarang tidak ada lagi yang akan mematuhi perintah Allah dan beribadah kepada-Nya hingga kemunculan pemimpin sejati mereka, yaitu Al-Mahdi as. Pada masa itulah seluruh umat manusia akan kembali ke jalan yang benar."
Lantas iblis bertanya kepadaku, "bagaimana kamu melihat tipu daya dan perencanaan kami? Umat manakah yang tidak sesat sepeninggal Rasulullah? Tidakkah kamu berfikir bahwa aku tidak mempunyai jalan lain? Lantaran tipu dayakulah kaum muslimin melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya serta tidak mentaati Imam Ali bin Abi Thalib as. Itulah apa yang aku kehendaki."
Iblis tersenyum penuh kemenangan. Dia menghela nafas panjang yang terlihat hitam dari dalam dirinya kemudian berkata, "masa terindah dalam kehidupanku adalah ketika aku mengulurkan tanganku kearah khalifah dan menjabat tangannya untuk berbaiat. Kulakukan itu karena aku mengetahui banyak sekali orang yang akan tersesat setelah baiat itu. Kecuali mereka yang mempunyai iman jujur. Dan pada masa itu, jumlah mereka bisa dihitung dengan jari tangan."
Dalam al-Qur'an Allah berfirman, "dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka, lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian orang-orang yang beriman." (QS.As-Saba:20).
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
TANGAN IBLIS DALAM PERSEKONGKOLAN JAHAT SAQIYAH BANI SAIDAH
Lantas aku bertanya, "hai iblis, apakah kamu ikut campur dalam peristiwa Saqifah Bani Saidah? Kamulah yang pertama mengulurkan tangan untuk berbaiat kepara para perampas kepemimpinan. Hai iblis, hanya sekali ini saja berkatalah sejujurnya."
Iblis yang sedang bermain air di sungai dan mencelupkan kedua tangan dan kakinya kedalam air, langsung bangkit dan berkata, "ketika Rasulullah SAW mengangkat tangan Imam Ali bin Abi Thalib as dalam perisiwa Ghadir Khum pada saat Haji wada' (haji terakhir dan perpisahan), dia memperkenalkan kepada seluruh khalayak manusia, bahwa telah ditetapkan Imam Ali bin Abi Thalib as sebagai pengganti setelahnya. Aku memanggil semua balatentaraku. Seluruh bala tentara dan anak-anakku berkumpul. Mereka bertanya, 'wahai ayah, kami belum pernah melihatmu marah seperti ini. Dan belum pernah melihat teriakan seperti itu. Apa yang membuatmu begitu sedih?'
Aku katakan kepada mereka, 'sebentar lagi tugas Rasulullah SAW akan berakhir. Jika kepemimpinan diberlakukan di dunia hingga hari kiamat, maka tidak akan ada yang melanggar perintah Allah. Dan semuanyaIl akan berpegang kepada agama, ketaqwaan, makrifatullah (pengenalan Allah), imamah (kepemimpin Ilahi), dan tidak menyimpang dari jalan yang benar.'
Anak-anakku berkata, 'wahai pemimpin dan junjungan kami, janganlah kamu berputus asa. Kamu telah berhasil memperdaya Adam yang mulia menjadi tidak patuh kepada perintah Allah. Kamu telah membuatnya berlumuran dosa dan berhasil menjadikannya terusir dari surga dan hidup menderita. Sekarang Rasulullah SAW telah memilih Imam Ali bin Abi Thalib as sebagai pengganti dan penjaga risalah Islam. Kita harus memikirkan suatu cara sehingga manusia mengkhianati baiatnya kepada Rasulullah SAW. Sebagai ganti Imam Ali bin Abi Thalib as yang seluruh wujudnya memancarkan gelombang keadilan, pilihlah orang lain yang bisa kita peralat dan melaksanakan setiap perintah kita."
PERBEDAAN ANTARA NABI ADAM AS DAN MASYARAKAT DI MASA RASULULLAH SAW.
Iblis menambahkan, "tahukah kamu perbedaan antara Adam as yang lantaran aku dia terusir dari surga dengan masyarakat di masa Rasulullah SAW? Adam telah mengikat janji dengan Allah, namun dia melupakannya. Al-Qur'an menyebutkan, 'dan sesungguhnya telah kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka dia lupa akan perintah itu, dan tidak kami dapati padanya kemauan yang kuat.' (QS.Thoa:115).
Meskipun Adam melupakan perjanjian dengan Allah dan melanggarnya, namun dia tidak mengingkari Allah. Dia segera bertaubat kepada Allah dan taubatnya diterima. Akan tetapi, oorang-orang ini melanggar janji Allah SWT sepeninggal Rasulullah SAW serta mengingkari Allah yang maha pengasih dan menjadi orang-orang munafik."
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
Iblis yang sedang bermain air di sungai dan mencelupkan kedua tangan dan kakinya kedalam air, langsung bangkit dan berkata, "ketika Rasulullah SAW mengangkat tangan Imam Ali bin Abi Thalib as dalam perisiwa Ghadir Khum pada saat Haji wada' (haji terakhir dan perpisahan), dia memperkenalkan kepada seluruh khalayak manusia, bahwa telah ditetapkan Imam Ali bin Abi Thalib as sebagai pengganti setelahnya. Aku memanggil semua balatentaraku. Seluruh bala tentara dan anak-anakku berkumpul. Mereka bertanya, 'wahai ayah, kami belum pernah melihatmu marah seperti ini. Dan belum pernah melihat teriakan seperti itu. Apa yang membuatmu begitu sedih?'
Aku katakan kepada mereka, 'sebentar lagi tugas Rasulullah SAW akan berakhir. Jika kepemimpinan diberlakukan di dunia hingga hari kiamat, maka tidak akan ada yang melanggar perintah Allah. Dan semuanyaIl akan berpegang kepada agama, ketaqwaan, makrifatullah (pengenalan Allah), imamah (kepemimpin Ilahi), dan tidak menyimpang dari jalan yang benar.'
Anak-anakku berkata, 'wahai pemimpin dan junjungan kami, janganlah kamu berputus asa. Kamu telah berhasil memperdaya Adam yang mulia menjadi tidak patuh kepada perintah Allah. Kamu telah membuatnya berlumuran dosa dan berhasil menjadikannya terusir dari surga dan hidup menderita. Sekarang Rasulullah SAW telah memilih Imam Ali bin Abi Thalib as sebagai pengganti dan penjaga risalah Islam. Kita harus memikirkan suatu cara sehingga manusia mengkhianati baiatnya kepada Rasulullah SAW. Sebagai ganti Imam Ali bin Abi Thalib as yang seluruh wujudnya memancarkan gelombang keadilan, pilihlah orang lain yang bisa kita peralat dan melaksanakan setiap perintah kita."
PERBEDAAN ANTARA NABI ADAM AS DAN MASYARAKAT DI MASA RASULULLAH SAW.
Iblis menambahkan, "tahukah kamu perbedaan antara Adam as yang lantaran aku dia terusir dari surga dengan masyarakat di masa Rasulullah SAW? Adam telah mengikat janji dengan Allah, namun dia melupakannya. Al-Qur'an menyebutkan, 'dan sesungguhnya telah kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka dia lupa akan perintah itu, dan tidak kami dapati padanya kemauan yang kuat.' (QS.Thoa:115).
Meskipun Adam melupakan perjanjian dengan Allah dan melanggarnya, namun dia tidak mengingkari Allah. Dia segera bertaubat kepada Allah dan taubatnya diterima. Akan tetapi, oorang-orang ini melanggar janji Allah SWT sepeninggal Rasulullah SAW serta mengingkari Allah yang maha pengasih dan menjadi orang-orang munafik."
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
KEUTAMAAN SAYIDAH FATIMAH AS
Aku berkata, "wahai iblis yang terlaknat, aku bertawasul kepada seorang wanita mulia, yang mana para malaikat penjaga Arsy Allah bersujud dihadapan kebesaran dan kemuliaannya. Mereka belajar tentang jilbab dan malu. Seorang wanita yang Allah selalu memperhatikan doanya, sehingga semua makhluk berlutut dihadapannya. Fatimah yang hadir dalam peristiwa mubahalah dengan Nasrani Najran, bersama anak-anaknya, suaminya dan ayahnya yang mulia. Pada masa Rasulullah SAW, orang-orang Nasrani Najran diajak masuk Islam. Para pendeta Nasrani beserta beberapa orang datang ke kota Madinah untuk bertemu dengan Rasulullah SAW. Rasulullah SAW menjelaskan kebenaran Islam kepada mereka dengan dalil-dalil yang kuat. Tapi karena hati-hati mereka telah keras dan kecintaan terhadap kedudukan menjadi penghalang mereka untuk menerima Islam, akhirnya merekapun diajak untuk bermubahalah. Pada hari mubahalah itu dihadiri oleh seluruh orang-orang Nasrani dan lebih dari70 pendeta. Mereka menanti kedatangan Rasulullah SAW dipintu gerbang kota Madinah.
Mereka melihat Nabi Besar Islam datang bersama seorang pemuda disebelah kanannya, seorang wanita mulia disebelah kirinya, dan dua orang anak laki-laki berjalan didepannya. Mereka memasuki tempat pelaksanaan mubahalah. Uskup besar mereka bertanya, "siapa yang kamu ajak?"
Rasulullah SAW menjawab, 'pemuda ini adalah Ali bin Abi Thalib as, menantu dan putra paman pamanku. Wanita mulia ini adalah putriku. Dan kedua anak itu adalah cucuku yang bernama Hasan dan Husain as.'
Kemudian Uskup itu berkata, 'aku bersumpah demi tuhan, sesungguhnya agama mereka adalah benar. Dengan orang-orang seperti mereka, jika kita memasuki tempat mubahalah dan mereka berdoa, maka kita semua pasti binasa."
Kemudian aku menambahkan, "hai iblis, aku bertawasul kepada Wanita seperti itu, yang merupakan penghulu kaum wanita seluruh semesta alam. Dia adalah suri tauladan bagi kaum wanita mulia di dunia.
Jiwaku rela berkorban untukmu, wahai wanita penuh cinta dan kasih. Engkau telah berjuang demi membela kebenaran. Engkaulah putri Rasulullah SAW, yang dengan keberadaanmu para malaikat penjaga Arsy bersuka cita. Engkaulah ciptaan pertama Allah dan hakikat penciptaan wanita.
Wahai wanita yang bercahaya, engkau merupakan poros dalam hadis Kisa. Allah menjadikanmu sebagai inti penciptaan seluruh kebaikan. Malaikat Jibril bertanya, 'wahai Tuhanku, siapakah mereka yang berada dibawah al-kisa (kain panjang).
Allah SWT berkata, 'merekalah Ahlul bait Nabi dan tempat diturunkannya risalah. Mereka adalah Fatimah, Ayah, Suami dan kedua putranya.'(hadist kisa).
Allah menyebut nama Sayidah Fatimah pada urutan pertama menandakan bahwa dia merupakan sumber seluruh kebaikan, keikhlasan, ibadah, dan doa nan tulus. Doa pertama yang dipanjatkan oleh Siti Fatimah adalah untuk para tetangga dan orang-orang disekitarnya. Dialah wanita yang memikul beratnya beban risalah yang diemban oleh ayahnya dan menanggung pelbagai derita dan kesulitan sang ayah. Lantaran senyuman putri tercinta, sang ayah tertawa. Sayidah Fatimah as senantiasa menghibur ayahnya dalam kesendirian karena gangguan orang-orang musyrik. Bagai gunung kokoh, Sayidah Fatimah as tabah dalam menghadapi beragam rintangan, sehingga ajaran ayahnya tersebar ke seluruh penjuru dunia serta kebenaran mengalahkan kebodohan dan kesesatan. Dia adalah pembela kepemimpinan (imamah). Demi menegakkan kebenaran imamah, Sayidah Fatimah rela mengorbankan jiwa sucinya. Dengan penuh cinta dan kasih sayang, dia kokohkan keyakinannya agar dunia mengetahui bahwa orang-orang dungu telah menginjak-injak kehormatan keluarga suci Nabi Muhammad SAW. Mereka merusak pahala surga dengan kepengecutan dan permusuhan setan.
Dialah ibu dari putra-putra yang menyelamatkan Islam dari penyimpangan dengan mengorbankan darah mereka. Pengorbanan dan pengaruh cintanya kepada Allah beliau tampakkan dalam segenap keberadaannya. Para malaikat memuji atas semua pengorbanannya. Anak keturunan terakhir Sayidah Fatimah as adalah Imam Muhammad al-Mahdi al-Muntadhar as, yang akan menegakkan kebenaran didunia dan membentangkan keadilan diatas muka bumi yang dipenuhi kezaliman. Orang-orang tertindas akan menyaksikan nikmatnya jamuan keadilan Imam Ali bin Abi Thalib as yang akan diwujudkan oleh Imam Mahdi as.
Wanita tua yang hanya memiliki semangkuk susu itu, datang menemui Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib yang terbaring lantaran tebasan pedang beracun, berharap seteguk susu menjadi penawar racun mematikan kaum musyrikin yang secara lahir adalah muslim namun batinnya adalah pengikut iblis. Wanita tua itu berharap kesehatan sang Pemimpin orang-orang beriman (Imam Ali as) kembali pulih seperti sediakala. Kelak, Imam Mahdi yang dijanjikan akan menuntut hak wanita tua ini serta mengibarkan bendera merah al-Husain as diatas muka bumi.
Hai iblis terkutuk, aku bertawasul kepada wanita seperti ini. Aku tahu, beliau tidak akan meninggalkanku seorang diri. Dialah wanita yang menghancurkan persekongkolan jahat orang-orang yang berkumpul di Saqiyah Bani Saidah yang merampas hak kepemimpinan pengganti Rasulullah SAW. Dengan ketabahan selayaknya ketabahan ayahnya, yaitu Nabi mulia Islam SAW, Sayidah Fatimah menyampaikan khotbah tajamnya diatas mimbar Rasul dihadapan para sahabat. Merekapun tenggelamcdalam kegelapan malam. Dengan tipu dayanya, iblis berhasil memporak-porandakan makam Rasulullah SAW. Umat manusia kembali berada di persimpangan jalan antara kebenaran dan kebathilan. Namun pada akhirnya mereka mengikuti iblis. Sebab, mereka telah merasakan kenikmatan semu duniawi serta kecintaan kepada kedudukan dan kekuasaan."
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
Mereka melihat Nabi Besar Islam datang bersama seorang pemuda disebelah kanannya, seorang wanita mulia disebelah kirinya, dan dua orang anak laki-laki berjalan didepannya. Mereka memasuki tempat pelaksanaan mubahalah. Uskup besar mereka bertanya, "siapa yang kamu ajak?"
Rasulullah SAW menjawab, 'pemuda ini adalah Ali bin Abi Thalib as, menantu dan putra paman pamanku. Wanita mulia ini adalah putriku. Dan kedua anak itu adalah cucuku yang bernama Hasan dan Husain as.'
Kemudian Uskup itu berkata, 'aku bersumpah demi tuhan, sesungguhnya agama mereka adalah benar. Dengan orang-orang seperti mereka, jika kita memasuki tempat mubahalah dan mereka berdoa, maka kita semua pasti binasa."
Kemudian aku menambahkan, "hai iblis, aku bertawasul kepada Wanita seperti itu, yang merupakan penghulu kaum wanita seluruh semesta alam. Dia adalah suri tauladan bagi kaum wanita mulia di dunia.
Jiwaku rela berkorban untukmu, wahai wanita penuh cinta dan kasih. Engkau telah berjuang demi membela kebenaran. Engkaulah putri Rasulullah SAW, yang dengan keberadaanmu para malaikat penjaga Arsy bersuka cita. Engkaulah ciptaan pertama Allah dan hakikat penciptaan wanita.
Wahai wanita yang bercahaya, engkau merupakan poros dalam hadis Kisa. Allah menjadikanmu sebagai inti penciptaan seluruh kebaikan. Malaikat Jibril bertanya, 'wahai Tuhanku, siapakah mereka yang berada dibawah al-kisa (kain panjang).
Allah SWT berkata, 'merekalah Ahlul bait Nabi dan tempat diturunkannya risalah. Mereka adalah Fatimah, Ayah, Suami dan kedua putranya.'(hadist kisa).
Allah menyebut nama Sayidah Fatimah pada urutan pertama menandakan bahwa dia merupakan sumber seluruh kebaikan, keikhlasan, ibadah, dan doa nan tulus. Doa pertama yang dipanjatkan oleh Siti Fatimah adalah untuk para tetangga dan orang-orang disekitarnya. Dialah wanita yang memikul beratnya beban risalah yang diemban oleh ayahnya dan menanggung pelbagai derita dan kesulitan sang ayah. Lantaran senyuman putri tercinta, sang ayah tertawa. Sayidah Fatimah as senantiasa menghibur ayahnya dalam kesendirian karena gangguan orang-orang musyrik. Bagai gunung kokoh, Sayidah Fatimah as tabah dalam menghadapi beragam rintangan, sehingga ajaran ayahnya tersebar ke seluruh penjuru dunia serta kebenaran mengalahkan kebodohan dan kesesatan. Dia adalah pembela kepemimpinan (imamah). Demi menegakkan kebenaran imamah, Sayidah Fatimah rela mengorbankan jiwa sucinya. Dengan penuh cinta dan kasih sayang, dia kokohkan keyakinannya agar dunia mengetahui bahwa orang-orang dungu telah menginjak-injak kehormatan keluarga suci Nabi Muhammad SAW. Mereka merusak pahala surga dengan kepengecutan dan permusuhan setan.
Dialah ibu dari putra-putra yang menyelamatkan Islam dari penyimpangan dengan mengorbankan darah mereka. Pengorbanan dan pengaruh cintanya kepada Allah beliau tampakkan dalam segenap keberadaannya. Para malaikat memuji atas semua pengorbanannya. Anak keturunan terakhir Sayidah Fatimah as adalah Imam Muhammad al-Mahdi al-Muntadhar as, yang akan menegakkan kebenaran didunia dan membentangkan keadilan diatas muka bumi yang dipenuhi kezaliman. Orang-orang tertindas akan menyaksikan nikmatnya jamuan keadilan Imam Ali bin Abi Thalib as yang akan diwujudkan oleh Imam Mahdi as.
Wanita tua yang hanya memiliki semangkuk susu itu, datang menemui Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib yang terbaring lantaran tebasan pedang beracun, berharap seteguk susu menjadi penawar racun mematikan kaum musyrikin yang secara lahir adalah muslim namun batinnya adalah pengikut iblis. Wanita tua itu berharap kesehatan sang Pemimpin orang-orang beriman (Imam Ali as) kembali pulih seperti sediakala. Kelak, Imam Mahdi yang dijanjikan akan menuntut hak wanita tua ini serta mengibarkan bendera merah al-Husain as diatas muka bumi.
Hai iblis terkutuk, aku bertawasul kepada wanita seperti ini. Aku tahu, beliau tidak akan meninggalkanku seorang diri. Dialah wanita yang menghancurkan persekongkolan jahat orang-orang yang berkumpul di Saqiyah Bani Saidah yang merampas hak kepemimpinan pengganti Rasulullah SAW. Dengan ketabahan selayaknya ketabahan ayahnya, yaitu Nabi mulia Islam SAW, Sayidah Fatimah menyampaikan khotbah tajamnya diatas mimbar Rasul dihadapan para sahabat. Merekapun tenggelamcdalam kegelapan malam. Dengan tipu dayanya, iblis berhasil memporak-porandakan makam Rasulullah SAW. Umat manusia kembali berada di persimpangan jalan antara kebenaran dan kebathilan. Namun pada akhirnya mereka mengikuti iblis. Sebab, mereka telah merasakan kenikmatan semu duniawi serta kecintaan kepada kedudukan dan kekuasaan."
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
Langganan:
Postingan (Atom)