Taubat sungguh-sungguh harus seperti taubat nasuh. Nasuh adalah seorang laki-laki yang tidak punya cambang dan seperti wanita-wanita yang memiliki dua payudara dan bekerja di salah satu kamar mandi umum khusus wanita pada zaman itu. Dia bertugas membersihkan badan wanita-wanita dan pekerjaannya dilakukan dengan baik sehingga semua senang jika nasuh memandikannya. Berita keahliannya sampai ke puteri seorang raja dan ingin melihatnya. Putri tersebut memanggil untuk mendekat kepadanya dan memerintahkan untuk mengosongkan kamar mandi umum tersebut. Dan melarang orang masuk kesana.
Kemudian dia bersama nasuh masuk ke kamar mandi dan menyerahkan dirinya untuk dirapikan. Sebuah perhiasan mahal milik puteri raja tersebut hilang dikamar mandi tersebut dan puteri sangat marah dan memerintahkan untuk meneliti semua orang sehingga perhiasan mahalnya bisa ditemukan. Semua pekerja diteliti satu-persatu sampai giliran nasuh, walaupun dia tidak mengetahui tentang perhiasan tersebut tetapi dia mengetahui jika dia diperiksa maka rahasianya akan terbongkar bahwa sesungguhnya dia bukan seorang wanita dan akan membuatnya malu.
Dia melarikan diri dan dengan hal ini semua tentara berfikir bahwa ini pasti perbuatan nasuh. Nasuh melihat hanya dengan jalan ini dia bisa selamat dan dia bersembunyi di pojok kamar mandi. Dia terpaksa bertaubat dan memohon kepada Allah dengan penyesalan dia berkata, "wahai Tuhanku, janganlah Engkau buka rahasiaku. Aku akan bertaubat dan menyesal atas perbuatanku." Tiba-tiba dari luar kamar mandi terdengar suara bahwa orang yang mengambil perhiasan tersebut tertangkap. Karena perhiasan telah ditemukan nasuh bersyukur kepada Allah dan berniat setiap harta yang didapatkan dijalan dosa ini akan dibagikan kepada fakir miskin dan keluar dari kota itu.
Dan dia tinggal disebuah gunung beberapa kilometer dari kota tersebut. Dia sibuk beribadah kepada Allah. Suatu malam dalam tidurnya dia bermimpi seorang berkata kepadanya, "wahai nasuh bagaimana engkau bertaubat? Padahal daging dan kulitmu tumbuh dari uang haram, maka daging-daging ini harus kamu pisahkan dari badanmu." Ketika nasuh terbangun dari tidur dia berjanji pada dirinya sendiri untuk membawa batu-batu besar sehingga dengan cara ini daging-dagingnya yang tumbuh dari uang haram menjadi hilang.
Suatu hari dia melihat sebuah kambing betina yang berjalan sendirian diantara gunung. Kemudian dia memikirkan hal ini dari mana datangnya kambing tersebut dan milik siapa kambing tersebut? Mungkin milik seorang pengembala yang terpisah dari rombongannya. Kemudian dia menjaganya sehingga pemiliknya datang. Setelah beberapa hari kambing tersebut mengeluarkan suara, "Allah menciptakan aku untukmu. Minumlah air susuku dan beribadahlah kepada Allah." Setelah beberapa lama ada serombongan orang yang tersesat dan melewati rumah nasuh dan orang-orangnya hampir mati karena kehausan dan minta air dari nasuh. Nasuh memberikan air susu kambing kepada mereka.
Dan rombongan tersebut melakukan perbuatan yang baik kepada nasuh sebagai ganti perbuatan yang dia lakukan. Dan mereka berterima kasih kepadanya karena menunjukkan jalan yang lebih dekat kepada mereka. Dan tidak lama kemudian jalan tersebut menjadi jalan pintas yang selalu dilalui oleh rombongan-rombongan dan hal ini banyak menguntungkan nasuh.
Ia kemudian membangun sebuah bangunan disana, membangun sumur air dan menanam tanaman dan kemudian beberapa orang tinggal disana. Sedikit-sedikit cerita nasuh ini sampai ke telinga raja yang adalah ayah seorang puteri yang perhiasannya hilang dikamar mandi. Raja sangat terdorong mendengar berita ini dan mengundangnya untuk datang ke istananya. Tetapi nasuh berkata, "aku tidak ada pekerjaan dengan pecinta dunia." Dan dia meminta maaf tidak akan datang ke istana. Raja kemudian berniat mendatangi nasuh sendiri dan beberapa pengawalnya. Tetapi di tengah jalan dia meninggal. Ketika berita ini sampai ke nasuh, dia hadir dalam acara pemakaman raja dan karena raja tidak memiliki seorang putera dia dipaksa menjadi raja. Dan nasuh berniat untuk berlaku adil diseluruh negeri dan kemudian dia menikah dengan puteri raja. Suatu hari tiba-tiba seseorang mendatanginya dan berkata beberapa tahun yang lalu aku memiliki seekor kambing betina dan sekarang aku melihat kambing tersebut ada padamu. Maka kembalikanlah hartaku itu kepadaku. Nasuh memberikan kambing tersebut kepadanya. Laki-laki tersebut berkata aku halalkan susu yang telah engkau minum darinya.
Tetapi kembalikanlah kepadaku apa-apa yang engkau manfaatkan darinya. Nasuh memberikan semua harta bergeraknya kepadanya. Dan memerintahkan untuk membagi negara ini menjadi dua bagian untuk dirinya dan untuk laki-laki tersebut. Kemudian laki-laki tua itu berkata, "hai nasuh satu lagi yang tersisa yang sekarang belum engkau bagi? Nasuh bertanya, "Apa yang tersisa?" Laki-laki tua itu berkata, "puteri yang engkau nikahi, karena dia termasuk dalam manfaat kambing saya."
Nasuh berkata, "karena membaginya sama dengan mengakhiri hidupnya maka saya minta anda melupakan hal ini." Orangtua tersebut tidak menerimanya. Nasuh menyatakan, "saya akan memberikan semua harta saya kepadamu." Tetapi lelaki tua tersebut masih tidak menerima. Dan terpaksa dia memanggil algojo untuk membagi puteri tersebut. Ketika algojo menghunuskan pedangnya untuk membelah puteri tersebut, puteri tersebut pingsan karena takut. Ketika itu laki-laki tua itu menahan algojo dan berkata kepada nasuh, "ketahuilah aku bukanlah laki-laki tua dan bukan kambing betina ini. Kami berdua adalah malaikat yang diutus untuk mengujimu." Tiba-tiba laki-laki dan kambing itu hilang dari pandangan. Nasuh kembali bersyukur kepada Allah. Dalam ayat al-Qur'an dikatakan, "taubatlah kalian kepada Allah dengan taubat nasuha (murni)." Mengisyaratkan kepada taubat orang seperti ini.
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
Senin, 25 Februari 2013
TIGA HADIAH DARI ALLAH BAGI ORANG YANG BERTAUBAT
Allah SWT memberikan tiga hadiah sifat kepada orang-orang yang bertaubat dengan sungguh-sungguh. Jika sifat tersebut diberikan kepada seluruh penghuni langit dan bumi maka semuanya akan selamat dengan tanda dan sifat tersebut, "sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dari setiap dosa dan orang-orang yang mensucikan diri dari setiap kotoran." (QS.Al-Baqarah:222) Maka jika Allah mencintainya, dia akan selamat dari azab-Nya.
Allah sangat mencintai orang yang sungguh-sungguh bertaubat dan para malaikat bumi akan memintakan ampunan baginya kepada Allah dan Allah akan mengampuninya. Allah dalam al-Qur'an berfirman, "para malaikat Allah yang memanggil Arsy Allah, mereka bertasbih dan memuji Allah dan berfirman kepada-Nya, mereka memintakan ampunan kepada Allah bagi orang-orang yang beriman, "wahai Tuhan kami, sesungguhnya rahmat dan ilmu-Mu mencakup segala sesuatu, maka ampunilah orang-orang yang bertaubat dan berjalan di jalanMu dan jauhkanlah mereka dari azb neraka jahanam.
Wahai Allah kami, masukkanlah mereka dan orang-orang yang sholeh diantara mereka dari para orangtua mereka, istri-istri mereka dan anak-anak mereka kedalam surga-surgaMu yang telah engkau janjikan kepada mereka dan Engkau adalah maha kuasa dan maha bijksana. Dan jagalah mereka dari segala siksaan, dan turunkanlah rahmat kepadanya sebagai ganti Engkau menjaga mereka dari segala bencana, dan hal tersebut adalah merupakan kemenangan yang sangat besar." (QS.Al-Ghofar:7,8,9)
Sifat ketiga untuknya adalah selain Allah SWT mereka tidak menginginkan Allah yang lain, "mereka yang tidak menginginkan Allah selain Allah yang maha esa." (QS.Al-Furqon:68)
Mereka harus mengetahui bahwa keburukan-keburukan diganti oleh Allah dengan berbagai kebaikan, "Allah mengganti dosa-dosa mereka dengan kebaikan-kebaikan dan sesungguhnya maha pengampun dan maha penyayang."(QS.Al-Furqon:60)
Seorang pendosa tidak boleh putus asa akan rahmat Allah, tetapi dengan taubat yang benar dan memandang ke arah Allah maka akan menyelamatkan dirinya dari kegelapan setan dan merubah batinnya menjadi cahaya. Allah pasti menerima taubat orang seperti ini, "wahai orang-orang yang beriman, apakah sampai sekarang engkau tidak mengetahui bahwa Allah menerima taubat hamba-hamba-Nya."(QS.At-Taubah:104)
CUKUPKAH HANYA ISTIGHFAR?
Iblis berkata, "beristighfar saja apakah sudah cukup untuk bertaubat dan manusia tidak perlu bersusah payah?"
Dengan sedikit gusar aku berkata kepada iblis, "wahai terlaknat, sampai dimana tujuan engkau menyesatkan manusia? Pengucapan dzikir harus disertai dengan seluruh jiwa dan raganya, tidak hanya ucapan di mulut saja dan tidak terlihat satupun pengaruh dari cahaya dalam diri manusia. Tujuan kau tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menyesatkan seluruh manusia dari jalan taubat dan pergerakannya ke arah cahaya Allah dan engkau akan menyimpangkannya."
Suatu hari Imam Ali bin Abi Thalib as mendengarkan seseorang mengucapkan istighfar dan Imam Ali berkata, "semoga ibumu bersedih lantaran kematianmu. Apakah engkau mengetahui apa itu taubat? Apa engkau mengetahui makna istighfar? Istighfar adalah derajat orang-orang yang tinggi dan nama tersebut memiliki enam puluh arti. Taubat yang sesungguhnya adalah penyesalan terhadap apa-apa yang telah dilakukan dan niat sungguh-sungguh untuk tidak kembali melakukan dosa-dosa itu. Dan menyerahkan hak-hak orang lain sehingga ketika bertemu dengan Allah engkau bersih dari dosa dan tidak ada lagi beban yang engkau bawa, dan tidak lagi menjalankan kewajiban-kewajiban dan membersihkan dosa-dosa di badan dengan mengalirkan air sehingga dirasakan dari daging ke tulang. Dan daging yang baru tumbuh ketika beribadah antara kulit dan tulang merasakan hilangnya kepenatan taat pada badan seperti halnya ketika dia merasakan nikmatnya maksiat pada badannya. Maka untuk melewati tingkatan ini kita harus berkata astaghfirullah."
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
Allah sangat mencintai orang yang sungguh-sungguh bertaubat dan para malaikat bumi akan memintakan ampunan baginya kepada Allah dan Allah akan mengampuninya. Allah dalam al-Qur'an berfirman, "para malaikat Allah yang memanggil Arsy Allah, mereka bertasbih dan memuji Allah dan berfirman kepada-Nya, mereka memintakan ampunan kepada Allah bagi orang-orang yang beriman, "wahai Tuhan kami, sesungguhnya rahmat dan ilmu-Mu mencakup segala sesuatu, maka ampunilah orang-orang yang bertaubat dan berjalan di jalanMu dan jauhkanlah mereka dari azb neraka jahanam.
Wahai Allah kami, masukkanlah mereka dan orang-orang yang sholeh diantara mereka dari para orangtua mereka, istri-istri mereka dan anak-anak mereka kedalam surga-surgaMu yang telah engkau janjikan kepada mereka dan Engkau adalah maha kuasa dan maha bijksana. Dan jagalah mereka dari segala siksaan, dan turunkanlah rahmat kepadanya sebagai ganti Engkau menjaga mereka dari segala bencana, dan hal tersebut adalah merupakan kemenangan yang sangat besar." (QS.Al-Ghofar:7,8,9)
Sifat ketiga untuknya adalah selain Allah SWT mereka tidak menginginkan Allah yang lain, "mereka yang tidak menginginkan Allah selain Allah yang maha esa." (QS.Al-Furqon:68)
Mereka harus mengetahui bahwa keburukan-keburukan diganti oleh Allah dengan berbagai kebaikan, "Allah mengganti dosa-dosa mereka dengan kebaikan-kebaikan dan sesungguhnya maha pengampun dan maha penyayang."(QS.Al-Furqon:60)
Seorang pendosa tidak boleh putus asa akan rahmat Allah, tetapi dengan taubat yang benar dan memandang ke arah Allah maka akan menyelamatkan dirinya dari kegelapan setan dan merubah batinnya menjadi cahaya. Allah pasti menerima taubat orang seperti ini, "wahai orang-orang yang beriman, apakah sampai sekarang engkau tidak mengetahui bahwa Allah menerima taubat hamba-hamba-Nya."(QS.At-Taubah:104)
CUKUPKAH HANYA ISTIGHFAR?
Iblis berkata, "beristighfar saja apakah sudah cukup untuk bertaubat dan manusia tidak perlu bersusah payah?"
Dengan sedikit gusar aku berkata kepada iblis, "wahai terlaknat, sampai dimana tujuan engkau menyesatkan manusia? Pengucapan dzikir harus disertai dengan seluruh jiwa dan raganya, tidak hanya ucapan di mulut saja dan tidak terlihat satupun pengaruh dari cahaya dalam diri manusia. Tujuan kau tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menyesatkan seluruh manusia dari jalan taubat dan pergerakannya ke arah cahaya Allah dan engkau akan menyimpangkannya."
Suatu hari Imam Ali bin Abi Thalib as mendengarkan seseorang mengucapkan istighfar dan Imam Ali berkata, "semoga ibumu bersedih lantaran kematianmu. Apakah engkau mengetahui apa itu taubat? Apa engkau mengetahui makna istighfar? Istighfar adalah derajat orang-orang yang tinggi dan nama tersebut memiliki enam puluh arti. Taubat yang sesungguhnya adalah penyesalan terhadap apa-apa yang telah dilakukan dan niat sungguh-sungguh untuk tidak kembali melakukan dosa-dosa itu. Dan menyerahkan hak-hak orang lain sehingga ketika bertemu dengan Allah engkau bersih dari dosa dan tidak ada lagi beban yang engkau bawa, dan tidak lagi menjalankan kewajiban-kewajiban dan membersihkan dosa-dosa di badan dengan mengalirkan air sehingga dirasakan dari daging ke tulang. Dan daging yang baru tumbuh ketika beribadah antara kulit dan tulang merasakan hilangnya kepenatan taat pada badan seperti halnya ketika dia merasakan nikmatnya maksiat pada badannya. Maka untuk melewati tingkatan ini kita harus berkata astaghfirullah."
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
TIGA PENGHALANG TIDAK DITERIMANYA TAUBAT
Iblis yang tengah melumat-lumat setangkai bunga yang ada ditangannya berkata, "seperti halnya aku melumat bunga ini, aku akan menghancurkan manusia pendosa dengan mengikuti dan aku akan menenggelamkannya dalam jurang dosa, kami akan mengelilinginya supaya dia tidak bertaubat dan kami adalah salah satu dari penghalang-penghalang taubat yang sungguh-sungguh bagi manusia."
Aku berkata, "aku sepakat dengan perkataanmu tersebut, bahwa engkau adalah salah satu dari penghalang ditolaknya taubat manusia." Karena sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata dan telah bersumpah untuk menyerukan kepada keburukan, berbuat kemungkaran dan menggambarkan sesuatu yang buruk terhadap Allah, menakut-nakuti orang-orang baik dari kemiskinan, karena keluar untuk perbuatan baik, memaksa manusia untuk berbuat maksiat dan menarik manusia kepada kesesatan agar mereka jauh dari kebahagiaan. Setan selalu menciptakan peluang untuk minum khamar, berjudi, menciptakan permusuhan, dendam dihati orang satu dengan yang lainnya, menampakkan perbuatan-perbuatan buruk, mengingkari janji, menciptakan kesombongan dalam hati. Tujuan setan untuk menghina manusia adalah dengan menghalangi manusia menuju kepada Allah, mengajak kearah perbuatan-perbuatan tercela, yang kesemuanya akan mendapatkan azab Allah SWT. Setan adalah pencipta perselisihan antara suami dan istrinya, mengajak manusia untuk berbuat maksiat, menampakkan dunia dengan keindahannya, menciptakan cinta dunia, kekayaan, uang. Mendorong manusia untuk berbuat dosa dengan harapan diterimanya taubat, menciptakan sifat individualisme, kikir, ghibah, bohong, syahwat, mendorong untuk melakukan dosa dengan terang-terangan, menggerakkan amarah, maka orang-orang seperti ini berada dalam tawanan setan-setan dari manusia maupun dari bangsa jin.
Dan tidak ada kemungkinan lagi baginya untuk bertaubat. Karena manusia setelah dikuasai dan masuknya setan dan bertaubat, tetapi kemudian dia tergoda dan melakukan dosa kembali dan menghancurkan janji dan taubatnya dan menyerahkan dirinya kepada setan. Seorang yang bertaubat harus bertawakal kepada Allah yang maha pengasih, menjauhi dosa-dosa dan mengusir setan-setan sehingga secara perlahan dapat membentengi jalan bagi unsur-unsur kejahatan ini dalam dirinya dan berjanji untuk menghilangkan kekuatan unsur-unsur tersebut dalam dirinya, agar mendapatkan rahmat dan kasih sayang Allah dan dengan mendapatkan cahaya, merupakan harapan hilangnya kegelapan didalam hati.
Cinta kepada dunia juga merupakan salah satu dari penghalang yang dapat menawan para manusia pendosa untuk bertaubat. Manusia yang melupakan bahwa dunia adalah sebuah jembatan menuju akhirat dan disana kita menyediakan bekal untuk perjalanan akhirat menghabiskan umurnya demi kecintaan kepada dunia. Allah di malam mi'raj Nabi Muhammad SAW dalam mensifati para pecinta dunia berfirman, "pecinta dunia adalah orang-orang yang makanan, tertawanya, tidurnya dan marahnya banyak sekali.
Kesenangan mereka sedikit untuk keridhoan Allah hanya sedikit dan keridhoan mereka terhadap orang lain sedikit. Tidak pernah minta maaf atas perbuatan buruk yang dia lakukan kepada orang lain dan tidak pernah menerima maaf orang lain. Ketika datang waktu beribadah mereka malas dan ketika beribadah berani berbuat dosa, cita-citanya tinggi dan kematiannya dekat dan tidak suka mengintrospeksi diri sendiri. Keuntungan mereka sedikit, banyak berbicara, mereka hanya takut sedikit dari azab Allah, kegembiraan mereka sangat terlihat ketika tengah makan. Ketika senang tidak bersyukur dan ketika tertimpa musibah dan bencana mereka tidak bersabar dan mereka memandang kecil orang lain. mereka memuji sendiri perbuatan yang telah dia kerjakan, selalu mengaku sesuatu yang bukan miliknya, selalu mengatakan apa-apa yang dia harapkan, selalu menyebut-nyebutkan kejelekan-kejelekan orang lain dan menutup-nutupi kebaikan-kebaikan orang lain." Nabi bertanya, "wahai tuhanku, bagi pecinta dunia adakah aib lain selain aib-aib ini?" Allah berfirman, "wahai Ahmad, aib pecinta dunia sangatlah banyak, disana terdapat kebodohan dan kejahilan, mereka tidak bersikap rendah hati dihadapan guru-guru mereka dan mereka menganggap pendapat mereka yang paling masuk akal."(hadist mi'raj)
Terlihat kilatan pada mata iblis dan berkata, "bagus sekali engkau berbicara, sehingga menyenangkan hatiku. Mereka adalah termasuk yang mempunyai kunci-kunci pintu emas rumah setan dan kapanpun mereka mau, kami akan menemui mereka. Mereka menikmati minuman-minuman dunianya dan kemudian terlena dalam tidur dan dipermainkan oleh anak-anakku."
Adapun penghalang lain yang menyebabkan ditolaknya taubat adalah keburukan cinta yang tidak pada tempatnya, icnta yang berlebihan kepada kelezatan, syahwat yang tidak terbatas, harapan-harapan yang tinggi dan tidak terbatas, syahwat yang keluar dari kerangka ilahi, hawa nafsu, dan harapan-harapan tanpa perhitungan, semuanya ini adalah keburukan-keburukan yang sangat berbahaya dan sampai saat ini semua mendapatkan tempat pada diri manusia, maka hal itu akan menjadi penghalang taubat yang sesungguhnya bagi manusia. Orang yang melakukan taubat nasuha harus membersihkan semua hal diatas dari dirinya dn melangkah untuk mengobati penyakit-penyakit ini agar jalan menuju pintu taubat terbuka.
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
Aku berkata, "aku sepakat dengan perkataanmu tersebut, bahwa engkau adalah salah satu dari penghalang ditolaknya taubat manusia." Karena sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata dan telah bersumpah untuk menyerukan kepada keburukan, berbuat kemungkaran dan menggambarkan sesuatu yang buruk terhadap Allah, menakut-nakuti orang-orang baik dari kemiskinan, karena keluar untuk perbuatan baik, memaksa manusia untuk berbuat maksiat dan menarik manusia kepada kesesatan agar mereka jauh dari kebahagiaan. Setan selalu menciptakan peluang untuk minum khamar, berjudi, menciptakan permusuhan, dendam dihati orang satu dengan yang lainnya, menampakkan perbuatan-perbuatan buruk, mengingkari janji, menciptakan kesombongan dalam hati. Tujuan setan untuk menghina manusia adalah dengan menghalangi manusia menuju kepada Allah, mengajak kearah perbuatan-perbuatan tercela, yang kesemuanya akan mendapatkan azab Allah SWT. Setan adalah pencipta perselisihan antara suami dan istrinya, mengajak manusia untuk berbuat maksiat, menampakkan dunia dengan keindahannya, menciptakan cinta dunia, kekayaan, uang. Mendorong manusia untuk berbuat dosa dengan harapan diterimanya taubat, menciptakan sifat individualisme, kikir, ghibah, bohong, syahwat, mendorong untuk melakukan dosa dengan terang-terangan, menggerakkan amarah, maka orang-orang seperti ini berada dalam tawanan setan-setan dari manusia maupun dari bangsa jin.
Dan tidak ada kemungkinan lagi baginya untuk bertaubat. Karena manusia setelah dikuasai dan masuknya setan dan bertaubat, tetapi kemudian dia tergoda dan melakukan dosa kembali dan menghancurkan janji dan taubatnya dan menyerahkan dirinya kepada setan. Seorang yang bertaubat harus bertawakal kepada Allah yang maha pengasih, menjauhi dosa-dosa dan mengusir setan-setan sehingga secara perlahan dapat membentengi jalan bagi unsur-unsur kejahatan ini dalam dirinya dan berjanji untuk menghilangkan kekuatan unsur-unsur tersebut dalam dirinya, agar mendapatkan rahmat dan kasih sayang Allah dan dengan mendapatkan cahaya, merupakan harapan hilangnya kegelapan didalam hati.
Cinta kepada dunia juga merupakan salah satu dari penghalang yang dapat menawan para manusia pendosa untuk bertaubat. Manusia yang melupakan bahwa dunia adalah sebuah jembatan menuju akhirat dan disana kita menyediakan bekal untuk perjalanan akhirat menghabiskan umurnya demi kecintaan kepada dunia. Allah di malam mi'raj Nabi Muhammad SAW dalam mensifati para pecinta dunia berfirman, "pecinta dunia adalah orang-orang yang makanan, tertawanya, tidurnya dan marahnya banyak sekali.
Kesenangan mereka sedikit untuk keridhoan Allah hanya sedikit dan keridhoan mereka terhadap orang lain sedikit. Tidak pernah minta maaf atas perbuatan buruk yang dia lakukan kepada orang lain dan tidak pernah menerima maaf orang lain. Ketika datang waktu beribadah mereka malas dan ketika beribadah berani berbuat dosa, cita-citanya tinggi dan kematiannya dekat dan tidak suka mengintrospeksi diri sendiri. Keuntungan mereka sedikit, banyak berbicara, mereka hanya takut sedikit dari azab Allah, kegembiraan mereka sangat terlihat ketika tengah makan. Ketika senang tidak bersyukur dan ketika tertimpa musibah dan bencana mereka tidak bersabar dan mereka memandang kecil orang lain. mereka memuji sendiri perbuatan yang telah dia kerjakan, selalu mengaku sesuatu yang bukan miliknya, selalu mengatakan apa-apa yang dia harapkan, selalu menyebut-nyebutkan kejelekan-kejelekan orang lain dan menutup-nutupi kebaikan-kebaikan orang lain." Nabi bertanya, "wahai tuhanku, bagi pecinta dunia adakah aib lain selain aib-aib ini?" Allah berfirman, "wahai Ahmad, aib pecinta dunia sangatlah banyak, disana terdapat kebodohan dan kejahilan, mereka tidak bersikap rendah hati dihadapan guru-guru mereka dan mereka menganggap pendapat mereka yang paling masuk akal."(hadist mi'raj)
Terlihat kilatan pada mata iblis dan berkata, "bagus sekali engkau berbicara, sehingga menyenangkan hatiku. Mereka adalah termasuk yang mempunyai kunci-kunci pintu emas rumah setan dan kapanpun mereka mau, kami akan menemui mereka. Mereka menikmati minuman-minuman dunianya dan kemudian terlena dalam tidur dan dipermainkan oleh anak-anakku."
Adapun penghalang lain yang menyebabkan ditolaknya taubat adalah keburukan cinta yang tidak pada tempatnya, icnta yang berlebihan kepada kelezatan, syahwat yang tidak terbatas, harapan-harapan yang tinggi dan tidak terbatas, syahwat yang keluar dari kerangka ilahi, hawa nafsu, dan harapan-harapan tanpa perhitungan, semuanya ini adalah keburukan-keburukan yang sangat berbahaya dan sampai saat ini semua mendapatkan tempat pada diri manusia, maka hal itu akan menjadi penghalang taubat yang sesungguhnya bagi manusia. Orang yang melakukan taubat nasuha harus membersihkan semua hal diatas dari dirinya dn melangkah untuk mengobati penyakit-penyakit ini agar jalan menuju pintu taubat terbuka.
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
PENYAKIT HATI DAN DOKTER SPIRITUAL
Tidak satupun manusia yang dilahirkan menjadi pendosa, pembuat salah dan pembuat maksiat. Ketika bayi masih berada dialam Dzar (sebuah alam yang berkumpulnya semua ruh-ruh manusia di sisi Allah dan tengah bertasbih kepada Allah) dan kemudian dilahirkan kedunia ini, dia berih dan tidak berdosa, dan selain menangis dan menghisap air susu ia tidak memiliki keinginan lain. Kemudian pelan-pelan masuk perasaan dan syahwat dalam dirinya.
Dia harus belajar apa-apa yang digunakan untuk melewati dunia dan mencapai kebahagiaan akhirat, dia harus belajar dari kitab Allah, perintah-perintah para Nabi, para ulama agama, orang-orang disekitarnya, aksi dan reaksi alam semesta. Tetapi ada dua penyakit yang mengancamnya, yang satu penyakit badan yang dapat diobati dengan obat, yang kedua adalah penyakit pikiran, ruhani dan nafsani, yang hanya dapat disembuhkan dengan menjalankan perintah-perintah Allah. Dokter spiritual manusia menuliskan resep kesembuhannya dalam bertaubat dan orang yang mempunyai penyakit hati tersebut harus mengerjakannya sehingga penyakitnya sembuh.
Iblis berkata, "aku pikir, tidak mungkin manusia pendosa dapat terbebas dari ikatan dan rantai dosa dan kemudian bertaubat."
"Wahai terkutuk, sekali lagi engkau ingin menggunakan senjatamu untuk menyesatkan manusia." Seruku dengan kesal. Setan untuk menyesatkan manusia, dia menebarkan janji-janji kosong kepadanya dan mengambangkannya dalam kondisi tidak tenang, berkhayal dan keputus-asaan. Karena harapan ini tidak muncul dari dalam diri manusia tidak lain adalah tipu daya, iri, sombong dan keputus-asaan dari rahmat Allah. Jika seorang telah putus asa dan tidak mempunyai iman yang kuat, maka dengan mudah dia menjadi tawanan dan dalam godaan setan. Padahal harapan kepada rahmat Ilahi adalah hasil dari iman, perbuatan baik dan hasil taubat dan kembali kepada Allah.
Harapan tanpa disertai keimanan dan perbuatan baik. Perbuatan tanpa disertai taubat adalah kembali kejalan setan. Ketahuilah barangsiapa yang mempunyai kekuatan untuk melakukan dosa, maka tidak diragukan lagi bahwa dia juga mempunyai kekuatan untuk bertaubat dan meminta maaf. Tidak seorang pendosa pun yang dengan alasan tidak mempunyai kekuatan tidak bertaubat dihadapan Allah. Jika tidak ada kemampuan untuk bertaubat bagi orang-orang yang berbuat dosa, maka Allah tidak akan memerintahkan untuk bertaubat. Maka siapa saja dengan alasan dia termakan godaan setan dan melanjutkan kemaksiatannya dan perbuatan dosanya, maka dia akan mendapatkan siksaan yang pedih.
Allah dalam al-Qur'an berfirman, "Dia Allah yang maha pengampun dosa-dosa, penerima taubat para pendosa dan juga penyiksa dengan pedih (orang-orang pendosa)."(QS.Al-Ghofar:3)
Ketika kesempatan telah hilang dan manusia yang lalai menghabiskan umurnya untuk berkhidmat kepada setan maka pada hari kiamat, dengan rasa penyesalan yang mendalam karena melihat pedihnya siksaan dan mereka akan berkata, "jika aku dikembalikan lagi ke dunia, maka aku akan termasuk orang-orang yang berbuat baik."(QS.Az-Zumar:58)
Dan Allah dalam menjawab para pendosa berfirman, "sesungguhnya aku telah turunkan ayat-ayat-Ku kepada kalian, dan engkau telah berbuat sombong dan kalian termasuk orang-orang yang kafir."(QS.Az-Zumar:59)
Orang-orang pendosa seperti ini pada hati-hati mereka, telinga-telinga mereka dan mata-mata mereka tertulis kesesatan dan kelalaian dan mereka tidak pernah mau menyelamatkan jiwa mereka yag hitam dari api neraka dan memadamkan cahaya dalam hatinya dan dijalan yang sesat tersebut, mereka menolak perintah-perintah Allah dan termasuk orang-orang yang tidak bersyukur dihadapan Allah.
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
Dia harus belajar apa-apa yang digunakan untuk melewati dunia dan mencapai kebahagiaan akhirat, dia harus belajar dari kitab Allah, perintah-perintah para Nabi, para ulama agama, orang-orang disekitarnya, aksi dan reaksi alam semesta. Tetapi ada dua penyakit yang mengancamnya, yang satu penyakit badan yang dapat diobati dengan obat, yang kedua adalah penyakit pikiran, ruhani dan nafsani, yang hanya dapat disembuhkan dengan menjalankan perintah-perintah Allah. Dokter spiritual manusia menuliskan resep kesembuhannya dalam bertaubat dan orang yang mempunyai penyakit hati tersebut harus mengerjakannya sehingga penyakitnya sembuh.
Iblis berkata, "aku pikir, tidak mungkin manusia pendosa dapat terbebas dari ikatan dan rantai dosa dan kemudian bertaubat."
"Wahai terkutuk, sekali lagi engkau ingin menggunakan senjatamu untuk menyesatkan manusia." Seruku dengan kesal. Setan untuk menyesatkan manusia, dia menebarkan janji-janji kosong kepadanya dan mengambangkannya dalam kondisi tidak tenang, berkhayal dan keputus-asaan. Karena harapan ini tidak muncul dari dalam diri manusia tidak lain adalah tipu daya, iri, sombong dan keputus-asaan dari rahmat Allah. Jika seorang telah putus asa dan tidak mempunyai iman yang kuat, maka dengan mudah dia menjadi tawanan dan dalam godaan setan. Padahal harapan kepada rahmat Ilahi adalah hasil dari iman, perbuatan baik dan hasil taubat dan kembali kepada Allah.
Harapan tanpa disertai keimanan dan perbuatan baik. Perbuatan tanpa disertai taubat adalah kembali kejalan setan. Ketahuilah barangsiapa yang mempunyai kekuatan untuk melakukan dosa, maka tidak diragukan lagi bahwa dia juga mempunyai kekuatan untuk bertaubat dan meminta maaf. Tidak seorang pendosa pun yang dengan alasan tidak mempunyai kekuatan tidak bertaubat dihadapan Allah. Jika tidak ada kemampuan untuk bertaubat bagi orang-orang yang berbuat dosa, maka Allah tidak akan memerintahkan untuk bertaubat. Maka siapa saja dengan alasan dia termakan godaan setan dan melanjutkan kemaksiatannya dan perbuatan dosanya, maka dia akan mendapatkan siksaan yang pedih.
Allah dalam al-Qur'an berfirman, "Dia Allah yang maha pengampun dosa-dosa, penerima taubat para pendosa dan juga penyiksa dengan pedih (orang-orang pendosa)."(QS.Al-Ghofar:3)
Ketika kesempatan telah hilang dan manusia yang lalai menghabiskan umurnya untuk berkhidmat kepada setan maka pada hari kiamat, dengan rasa penyesalan yang mendalam karena melihat pedihnya siksaan dan mereka akan berkata, "jika aku dikembalikan lagi ke dunia, maka aku akan termasuk orang-orang yang berbuat baik."(QS.Az-Zumar:58)
Dan Allah dalam menjawab para pendosa berfirman, "sesungguhnya aku telah turunkan ayat-ayat-Ku kepada kalian, dan engkau telah berbuat sombong dan kalian termasuk orang-orang yang kafir."(QS.Az-Zumar:59)
Orang-orang pendosa seperti ini pada hati-hati mereka, telinga-telinga mereka dan mata-mata mereka tertulis kesesatan dan kelalaian dan mereka tidak pernah mau menyelamatkan jiwa mereka yag hitam dari api neraka dan memadamkan cahaya dalam hatinya dan dijalan yang sesat tersebut, mereka menolak perintah-perintah Allah dan termasuk orang-orang yang tidak bersyukur dihadapan Allah.
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
PENYUCIAN DALAM AIR TAUBAT
Orang yang berputus asa dari rahmat Allah adalah peminta-minta didepan rumah iblis. Orang-orang yang iri sibuk dalam konspirasinya, orang-orang sombong menghabiskan umurnya dengan menjual kesombongannya dihadapan bumi dan waktu, yang membuat setan menari-nari riang diatas dunia para pendosa. Orang yang bisa memanfaatkan dunia ini adalah orang-orang yang cepat sadar dari kelalaian dan mensucikan dirinya dengan air taubat, dengan mengharap kepada Allah, menuju ke arah Allah dan meninggalkan setan dan bala tentaranya dalam kelalaian. Rentangkanlah sayap-sayap cinta dengan bersujud dan shalat, hinggaa para malaikat rahmat akan membimbing kita kepada cahaya, kepada kekasih, kepada Allah.
Setan berkata, "wahai manusia yang selalu bertaubat, jika dosa kalian sebesar dunia, maka tetap tidak ada pengampunan dan taubat untuk kalian dan badan-badan kalian akan lebih cepat dibakar api neraka."
"Wahai yang dilaknat Allah, hai iblis, sekarangpun engkau tidak kapok melakukan konspirasi dan tipu daya. Putus asa dari ampunan Allah merupakan salah satu dosa besar, yang engkau inginkan manusia jatuh ke lembah tersebut." Jika kita berharap kepada Allah, walaupun dosa-dosa kita sebesar dunia sekalipun, dengan syarat kita benar-benar kembali dan bertaubat nasuha, maka kita akan mendapatkan ampunan dan rahmat Allah.
Ini merupakan janji Allah SWT dalam firman-Nya, "barangsiapa yang berbuat dosa atau berbuat kedzaliman pada dirinya sendiri, dan kemudian memohon ampunan Allah, maka Allah akan mengampuninya dan akan mengasihinya."(QS.An-Nisa:110)
Manusia yang menghabiskan waktunya dalam kemaksiatan dan dosa serta meninggalkan kewajibannya, mereka harus mengetahui bahwa rahmat dan kasih sayang Allah tidak tertutup bagi mereka. Mereka harus mengerti bahwa Allah adalah maha mulia dan maha penerima Taubat. Mereka harus yakin pada hakikat ini, bahwa Allah adalah maha kuat tanpa batas, "wahai hamba-hamba-Ku yang telah merugikan dirinya sendiri, janganlah kalian putus asa dari rahmat Allah, karena Allah mengampuni semua dosa, Dia adalah maha pemaaf dan maha pengasih."(QS.Az-Zumar:53)
TAUBAT SYA'WANAH.
Iblis berkata, "apakah Allah akan menerima semua taubat kalian wahai manusia? Walaupun seorang pendosa seperti sa'wanah?"
Aku berkata, "hai terkutuk, sepertinya engkau terluka cukup dalam dari sya'wanah? Sehingga engkau tidak dapat melupakannya walaupun telah berlalu bertahun-tahun?"
Sya'wanah adalah seorang wanita yang hidup di Basrah. Acara-acara kefasikan dan kemaksiatannya selalu dipenuhi orang. Suatu hari dia bersama beberapa orang budaknya berjalan melewati lorong-lorong kota Basrah, dan ketika melewati sebuah rumah terdengar suara tangisan dan rintihan. Sya'wanah berkata, "subhanallah, apa gerangan yang terjadi dirumah tersebut, mungkin telah terjadi sebuah musibah dan keributan terjadi dirumah ini."
Kemudian dia menyuruh salah seorang budaknya untuk mencari tahu apa gerangan yang sebenarnya terjadi. Seorang budak akhirnya pergi menuju rumah asal tangisan dan rintihan tersebut dan lama ditunggu budak tersebut tidak kembali pulang. Kemudian dia menyuruh seorang budaknya lagi dan budak itupun pergi untuk mencari tahu apa yang terjadi dan sekaligus memanggil budak yang tidak kembali. Namun budaknya itupun tak kunjung kembali. Kemudian sya'wanah mengutus budak ketiganya dan menyuruhnya untuk segera pergi dan membawa pulang budak-budak yang lain.
Tidak selang beberapa lama budak tersebut kembali dan berkata, "suara kesedihan tersebut bukan untuk menangisi orang yang meninggal, tetapi menangisi orang-orang yang masih hidup. Suara kesedihan dan tangisan tersebut keluar dari mulut orang-orang pendosa dan jahat." Ketika sya'wanah mendengar hal ini dia berkata, "celakalah aku, aku akan pergi kesana dan melihat apa yang terjadi dirumah tersebut." Ketika masuk kedalam rumah dan terdiam melihat seorang ustadz tengah duduk disana dan orang-orang di sekelilingnya tengah menangis dan bersedih.
Ustadz tersebut kemudian membacakan ayat-ayat suci al-Qur'an, "pada hari kiamat orang-orang pendosa akan melihat neraka, mereka dalam kesedihan dan orang-orang pendosa bergetar tubuhnya. Dan orang-orang pendosa akan dimasukkan kedalam neraka, mereka berada ditempat yang gelap dan sempit dan masing-masing diikat dengan rantai yang terbuat dari api, mereka semua berteriak dan menderita dan minta kepada Allah agar cepat dimatikan. Malaikat penjaga neraka berkata kepada mereka, "kenapa kalian berteriak, percuma kalian berteriak, karena sebentar lagi siksaan akan datang kepada kalian."(QS.Al-Furqon:12-13)
Sya'wanah sangat terpengaruh jiwanya setelah mendengar ayat tersebut dan berkata, "wahai Syech, aku termasuk orang-orang pendosa ini, apakah jika aku bertaubat, Allah akan mengampuniku?" Syech tersebut berkata, "pasti, jika engkau bertaubat dengan sungguh-sungguh maka Allah akan mengampunimu, walaupun dosa-dosamu seperti dosanya Sya'wanah." Dia berkata, "wahai Syech, Akulah Sya'wanah dan aku hendak bertaubat." Maka dia kemudian bertaubat dan membebaskan semua budak-budaknya dan pada akhirnya dia tenggelam dalam beribadah kepada Allah sedemikian rupa sehingga badannya menjadi sakit.
Suatu hari dia memandang dirinya dan berkata, "wahai Tuhanku, aku di dunia ini sedemikian menderita, aku tidak tahu bagaimana keadaanku kelak di akhirat nanti?" Kemudian terdengar suara, "bergembiralah engkau dan engkau akan selaku di sisiKu dan sampai hari kiamat engkau akan menyaksikan rahmat dan mendapatkan ampunanKu."
Orang yang menjalanka ibadah akan terliputi rahmat Allah yang dibuka lebar dihadapan hamba-Nya. Allah dalam al-Qur'an berfirman, "barangsiapa yang bertaubat dan beriman dan melakukan perbuatan baik dan berjalan dijalan hidayah maka aku akan mengampuninya."(QS.Toha:82)
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
Setan berkata, "wahai manusia yang selalu bertaubat, jika dosa kalian sebesar dunia, maka tetap tidak ada pengampunan dan taubat untuk kalian dan badan-badan kalian akan lebih cepat dibakar api neraka."
"Wahai yang dilaknat Allah, hai iblis, sekarangpun engkau tidak kapok melakukan konspirasi dan tipu daya. Putus asa dari ampunan Allah merupakan salah satu dosa besar, yang engkau inginkan manusia jatuh ke lembah tersebut." Jika kita berharap kepada Allah, walaupun dosa-dosa kita sebesar dunia sekalipun, dengan syarat kita benar-benar kembali dan bertaubat nasuha, maka kita akan mendapatkan ampunan dan rahmat Allah.
Ini merupakan janji Allah SWT dalam firman-Nya, "barangsiapa yang berbuat dosa atau berbuat kedzaliman pada dirinya sendiri, dan kemudian memohon ampunan Allah, maka Allah akan mengampuninya dan akan mengasihinya."(QS.An-Nisa:110)
Manusia yang menghabiskan waktunya dalam kemaksiatan dan dosa serta meninggalkan kewajibannya, mereka harus mengetahui bahwa rahmat dan kasih sayang Allah tidak tertutup bagi mereka. Mereka harus mengerti bahwa Allah adalah maha mulia dan maha penerima Taubat. Mereka harus yakin pada hakikat ini, bahwa Allah adalah maha kuat tanpa batas, "wahai hamba-hamba-Ku yang telah merugikan dirinya sendiri, janganlah kalian putus asa dari rahmat Allah, karena Allah mengampuni semua dosa, Dia adalah maha pemaaf dan maha pengasih."(QS.Az-Zumar:53)
TAUBAT SYA'WANAH.
Iblis berkata, "apakah Allah akan menerima semua taubat kalian wahai manusia? Walaupun seorang pendosa seperti sa'wanah?"
Aku berkata, "hai terkutuk, sepertinya engkau terluka cukup dalam dari sya'wanah? Sehingga engkau tidak dapat melupakannya walaupun telah berlalu bertahun-tahun?"
Sya'wanah adalah seorang wanita yang hidup di Basrah. Acara-acara kefasikan dan kemaksiatannya selalu dipenuhi orang. Suatu hari dia bersama beberapa orang budaknya berjalan melewati lorong-lorong kota Basrah, dan ketika melewati sebuah rumah terdengar suara tangisan dan rintihan. Sya'wanah berkata, "subhanallah, apa gerangan yang terjadi dirumah tersebut, mungkin telah terjadi sebuah musibah dan keributan terjadi dirumah ini."
Kemudian dia menyuruh salah seorang budaknya untuk mencari tahu apa gerangan yang sebenarnya terjadi. Seorang budak akhirnya pergi menuju rumah asal tangisan dan rintihan tersebut dan lama ditunggu budak tersebut tidak kembali pulang. Kemudian dia menyuruh seorang budaknya lagi dan budak itupun pergi untuk mencari tahu apa yang terjadi dan sekaligus memanggil budak yang tidak kembali. Namun budaknya itupun tak kunjung kembali. Kemudian sya'wanah mengutus budak ketiganya dan menyuruhnya untuk segera pergi dan membawa pulang budak-budak yang lain.
Tidak selang beberapa lama budak tersebut kembali dan berkata, "suara kesedihan tersebut bukan untuk menangisi orang yang meninggal, tetapi menangisi orang-orang yang masih hidup. Suara kesedihan dan tangisan tersebut keluar dari mulut orang-orang pendosa dan jahat." Ketika sya'wanah mendengar hal ini dia berkata, "celakalah aku, aku akan pergi kesana dan melihat apa yang terjadi dirumah tersebut." Ketika masuk kedalam rumah dan terdiam melihat seorang ustadz tengah duduk disana dan orang-orang di sekelilingnya tengah menangis dan bersedih.
Ustadz tersebut kemudian membacakan ayat-ayat suci al-Qur'an, "pada hari kiamat orang-orang pendosa akan melihat neraka, mereka dalam kesedihan dan orang-orang pendosa bergetar tubuhnya. Dan orang-orang pendosa akan dimasukkan kedalam neraka, mereka berada ditempat yang gelap dan sempit dan masing-masing diikat dengan rantai yang terbuat dari api, mereka semua berteriak dan menderita dan minta kepada Allah agar cepat dimatikan. Malaikat penjaga neraka berkata kepada mereka, "kenapa kalian berteriak, percuma kalian berteriak, karena sebentar lagi siksaan akan datang kepada kalian."(QS.Al-Furqon:12-13)
Sya'wanah sangat terpengaruh jiwanya setelah mendengar ayat tersebut dan berkata, "wahai Syech, aku termasuk orang-orang pendosa ini, apakah jika aku bertaubat, Allah akan mengampuniku?" Syech tersebut berkata, "pasti, jika engkau bertaubat dengan sungguh-sungguh maka Allah akan mengampunimu, walaupun dosa-dosamu seperti dosanya Sya'wanah." Dia berkata, "wahai Syech, Akulah Sya'wanah dan aku hendak bertaubat." Maka dia kemudian bertaubat dan membebaskan semua budak-budaknya dan pada akhirnya dia tenggelam dalam beribadah kepada Allah sedemikian rupa sehingga badannya menjadi sakit.
Suatu hari dia memandang dirinya dan berkata, "wahai Tuhanku, aku di dunia ini sedemikian menderita, aku tidak tahu bagaimana keadaanku kelak di akhirat nanti?" Kemudian terdengar suara, "bergembiralah engkau dan engkau akan selaku di sisiKu dan sampai hari kiamat engkau akan menyaksikan rahmat dan mendapatkan ampunanKu."
Orang yang menjalanka ibadah akan terliputi rahmat Allah yang dibuka lebar dihadapan hamba-Nya. Allah dalam al-Qur'an berfirman, "barangsiapa yang bertaubat dan beriman dan melakukan perbuatan baik dan berjalan dijalan hidayah maka aku akan mengampuninya."(QS.Toha:82)
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
PINTU-PINTU TAUBAT TERBUKA
Aku berkata, "hai iblis, engkau tidak akan ada apa-apa dihadapan Allah, Allah sangat sayang kepada hamba-hambanya, makanya pintu taubat Dia selalu terbuka, sehingga manusia bisa masuk kesana dan terbebas dari tipu daya engkau wahai iblis." Allah juga telah berjanji kepada orang-orang yang kembali kepada-Nya, "wahai orang-orang yang beriman bertaubatlah kalian semua, kembalilah kepada Allah, supaya kalian menjadi orang-orang yang selamat."(QS.An-Nur:31)
Dan taubat terbaik adalah taubatan Nasuha, yang mana setan tidak akan bisa masuk dan mempengaruhinya. Allah dalam al-Qur'an berfirman, "wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kalian kepada Allah, dengan taubat yang penuh keikhlasan, mungkin Allah kalian akan mengampuni semua dosa-dosa kalian." Taubat Nasuha adalah taubat yang pantang kembali lagi kepada dosa.
Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as berkata, "taubat adalah penyesalan dalam dosa dan kembali kepada Allah dan taubat membersihkan hati-hati dari dosa.
Maka anak cucu Adam harus mengetahui, supaya jangan mengulur-ulur taubat Nasuha mereka dan mengambil manfaat dari nasehat Luqman kepada anaknya, yang berkata kepada anaknya, "wahai Anakku, janganlah engkau mengulur-ulur taubat, karena kematian datangnya mendadak. Barangsiapa yang mengulur-ulur taubat, maka dia akan mendapatkan dua bahaya besar. Jika dia masih hidup, maka hatinya akan diwarnai dengan kemaksiatan, akan hitam pekat dan tidak lagi merasa dalam melakukan perbuatan dosa. Jika waktu meninggalnya telah tiba, maka tidak ada waktu lagi untuk kembali.
KESEMPATAN YANG HILANG.
Seseorang yang jika mendengar suara hatinya, dia akan memahami pengumuman detik-detik berlalunya waktu, bahwa dia dalam keadaan lalai dan dalam kebodohan. Waktu terus berjalan tanpa memperhatikan permintaan-permintaan kita, dan menjalankan tugasnya untuk menyadarkan manusia dan mengingatkannya, bahwa waktu terus berjalan seperti angin kencang agar kita dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Waktu itu dimanfaatkan untuk mencapai tujuan yang dikehendaki sehingga tidak ada kerugian sedikitpun ketika datang kematiannya.
Dalam sebuah riwayat disebutkan bagaimana kondisi manusia ketika akan meninggal, "ketika seorang hamba menghadapi kematian dan disingkapkan tirai-tirai yang menutupi matanya dan dia yakin akan kematiannya, dia akan memohon kepada Malaikat Maut, agar memberinya kesempatan satu hari lagi, sehingga bisa melakukan kebaikan. Dan memohon ampunan dihadapan Allah dan kembali kejalan yang benar. namun Malaikat Maut berkata, "celakalah engkau, celakalah engkau, waktumu telah habis, kesempatanmu telah berlalu." Kemudian manusia dalam pengharapannya berkata, " berilah kesempatan kepadaku satu jam saja." Malaikat Maut berkata, "waktumu telah habis dan tidak ada waktu lagi." Dalam kondisi seperti ini, pintu taubat telah tertutup dan ruhnya akan keluar dengan sangat pedih, nafasnya tersengal, kesedihannya telah mencekiki lehernya dan kerugian yang akan dia rasakan dalam menyia-nyiakan umurnya."
Disaat-saat kematian, umur manusia akan berhenti selamanya dan tidak bisa lagi menggerakkan jarum-jarum jam. Suara-suara gerakan jam menandakan berlalunya waktu, yang tidak akan pernah kembali dan jarum jam terus bergerak tanpa memperhatikan sekeliling kita dan kehendak kita. Harapan kita berlalu dengan berlalunya umur ataukah umur kita habiskan dengan kokoh dijalan ketaatan kepada Allah. Harapan kita dihadapan Allah adalah bertaubat kepada-Nya. Harapan kita adalah kita masih diberi jalan untuk membawa bekal dari waktu yag tersisa. Tangan Allah selalu terbuka untuk kita. Kita manusia harus mensucikan ruh dan batin kita dengan air taubat dan mengangkat kedua tangan kita ke langit dan dengan tawadzu' dan penuh pengharapan memohon kepada Allah pemilik Arsy, "wahai pemilik dunia dan Akhirat, kasihilah orang yang tidak memiliki dunia dan akhirat."
Setan merasa tersiksa dari taubat manusia yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dia akan mengerahkan beribu-ribu cara untuk menyimpangkan manusia dan menyibukkan manusia dengan perbuatan dosa. Sampai waktu yang tersisa dan putaran roda umur kita yang belum berhenti, kita harus kembali kepada Allah yang maha pemurah dan janganlah kita tinggalkan rumah kekasih kita, sehingga jlan kebebasan dan keselamatan tersedia buat kita.
Imam Ali bin Abi Thalib as berkata, "waktu akan merampas umur dan mengembalikan mereka dari kefanaan." Maka kita harus memahami nilai waktu, janganlah kita sia-siakan umur kita yang pendek ini. Umur manusia akan berlalu dengan sangat cepat dan setiap detik yang terlewati akan memperpendek umur kita. Imam Ali bin Abi Thalib as berkata, "waktu-waktu umur adalah sebentar dan cepat berlalu." Imam Ali dalam membimbing umat Rasulullah bersabda, "kematian adalah berlalunya kesempatan."
Kesempatan akan berlalu, pergerakan roda dunia tidak berhenti dan berjalan begitu cepat, hari-hari dan malam-malamnya terlewati, sedang orang-orang yang lalu tengah tidur, orang-orang sombong tenggelam dalam kesombongannya dan orang-orang dzalim sibuk berbuat kedzaliman.
Kutipan dari buku "Semalam bersama setan."
Oleh Alieh Hamedani.
Dan taubat terbaik adalah taubatan Nasuha, yang mana setan tidak akan bisa masuk dan mempengaruhinya. Allah dalam al-Qur'an berfirman, "wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kalian kepada Allah, dengan taubat yang penuh keikhlasan, mungkin Allah kalian akan mengampuni semua dosa-dosa kalian." Taubat Nasuha adalah taubat yang pantang kembali lagi kepada dosa.
Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as berkata, "taubat adalah penyesalan dalam dosa dan kembali kepada Allah dan taubat membersihkan hati-hati dari dosa.
Maka anak cucu Adam harus mengetahui, supaya jangan mengulur-ulur taubat Nasuha mereka dan mengambil manfaat dari nasehat Luqman kepada anaknya, yang berkata kepada anaknya, "wahai Anakku, janganlah engkau mengulur-ulur taubat, karena kematian datangnya mendadak. Barangsiapa yang mengulur-ulur taubat, maka dia akan mendapatkan dua bahaya besar. Jika dia masih hidup, maka hatinya akan diwarnai dengan kemaksiatan, akan hitam pekat dan tidak lagi merasa dalam melakukan perbuatan dosa. Jika waktu meninggalnya telah tiba, maka tidak ada waktu lagi untuk kembali.
KESEMPATAN YANG HILANG.
Seseorang yang jika mendengar suara hatinya, dia akan memahami pengumuman detik-detik berlalunya waktu, bahwa dia dalam keadaan lalai dan dalam kebodohan. Waktu terus berjalan tanpa memperhatikan permintaan-permintaan kita, dan menjalankan tugasnya untuk menyadarkan manusia dan mengingatkannya, bahwa waktu terus berjalan seperti angin kencang agar kita dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Waktu itu dimanfaatkan untuk mencapai tujuan yang dikehendaki sehingga tidak ada kerugian sedikitpun ketika datang kematiannya.
Dalam sebuah riwayat disebutkan bagaimana kondisi manusia ketika akan meninggal, "ketika seorang hamba menghadapi kematian dan disingkapkan tirai-tirai yang menutupi matanya dan dia yakin akan kematiannya, dia akan memohon kepada Malaikat Maut, agar memberinya kesempatan satu hari lagi, sehingga bisa melakukan kebaikan. Dan memohon ampunan dihadapan Allah dan kembali kejalan yang benar. namun Malaikat Maut berkata, "celakalah engkau, celakalah engkau, waktumu telah habis, kesempatanmu telah berlalu." Kemudian manusia dalam pengharapannya berkata, " berilah kesempatan kepadaku satu jam saja." Malaikat Maut berkata, "waktumu telah habis dan tidak ada waktu lagi." Dalam kondisi seperti ini, pintu taubat telah tertutup dan ruhnya akan keluar dengan sangat pedih, nafasnya tersengal, kesedihannya telah mencekiki lehernya dan kerugian yang akan dia rasakan dalam menyia-nyiakan umurnya."
Disaat-saat kematian, umur manusia akan berhenti selamanya dan tidak bisa lagi menggerakkan jarum-jarum jam. Suara-suara gerakan jam menandakan berlalunya waktu, yang tidak akan pernah kembali dan jarum jam terus bergerak tanpa memperhatikan sekeliling kita dan kehendak kita. Harapan kita berlalu dengan berlalunya umur ataukah umur kita habiskan dengan kokoh dijalan ketaatan kepada Allah. Harapan kita dihadapan Allah adalah bertaubat kepada-Nya. Harapan kita adalah kita masih diberi jalan untuk membawa bekal dari waktu yag tersisa. Tangan Allah selalu terbuka untuk kita. Kita manusia harus mensucikan ruh dan batin kita dengan air taubat dan mengangkat kedua tangan kita ke langit dan dengan tawadzu' dan penuh pengharapan memohon kepada Allah pemilik Arsy, "wahai pemilik dunia dan Akhirat, kasihilah orang yang tidak memiliki dunia dan akhirat."
Setan merasa tersiksa dari taubat manusia yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dia akan mengerahkan beribu-ribu cara untuk menyimpangkan manusia dan menyibukkan manusia dengan perbuatan dosa. Sampai waktu yang tersisa dan putaran roda umur kita yang belum berhenti, kita harus kembali kepada Allah yang maha pemurah dan janganlah kita tinggalkan rumah kekasih kita, sehingga jlan kebebasan dan keselamatan tersedia buat kita.
Imam Ali bin Abi Thalib as berkata, "waktu akan merampas umur dan mengembalikan mereka dari kefanaan." Maka kita harus memahami nilai waktu, janganlah kita sia-siakan umur kita yang pendek ini. Umur manusia akan berlalu dengan sangat cepat dan setiap detik yang terlewati akan memperpendek umur kita. Imam Ali bin Abi Thalib as berkata, "waktu-waktu umur adalah sebentar dan cepat berlalu." Imam Ali dalam membimbing umat Rasulullah bersabda, "kematian adalah berlalunya kesempatan."
Kesempatan akan berlalu, pergerakan roda dunia tidak berhenti dan berjalan begitu cepat, hari-hari dan malam-malamnya terlewati, sedang orang-orang yang lalu tengah tidur, orang-orang sombong tenggelam dalam kesombongannya dan orang-orang dzalim sibuk berbuat kedzaliman.
Kutipan dari buku "Semalam bersama setan."
Oleh Alieh Hamedani.
SEBUAH LUBANG CAHAYA
Aku berkata, "cukup hai iblis, aku akan ceritakan kepadamu cerita tentang manusia, yang sampai kepada puncak wujudnya dengan tawakal dan kesadarannya dan setan tengah menggodanya, supaya manusia terpenjara olehnya. Manusia ini berhasil lari dari cengkeraman para setan dan berkali-kali jatuh tersungkur, seluruh badan dan wajahnya penuh dengan benda-benda najis dan tercium bau busuk darinya. Akhirnya dia sampai ke lift, tetapi tidak mempunyai kemampuan untuk menaikinya.
Hatinya menengadah ke langit, dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya, dia memanggil Allah, dan ketika itu dia jatuh ke tanah dan pingsan. Ketika dia sadar, dia menyaksikan sebuah kebun, yang bibit-bibit pohonnya baru ditanam dan terdapat sebuah sungai dalam dirinya dan suara aliran air yang terdengar merdu, seakan-akan berkata, "wahai Allah." Burung-burung beterbangan dan para bidadari membawakannya sebuah nampan yang penuh dengan buah-buahan dan makanan-makanan surga kepadanya. Bidadari yang lain tengah mengobati luka-lukanya dan terpancar cahayanya dari sebuah lubang dalam dirinya dan menerangi seluruh wujudnya.
Dia mendekati bidadari tersebut dan bertanya, "dari mana asal rahmat, keindahan dan bau wangi ini? Siapa kalian sebenarnya?" Bidadari tersebut tersenyum dan berkata, "ini semua dari Allah dan aku diperintahkan oleh-Nya untuk menjagamu. Allah mmeberikan rahmatnya kepadamu." Dia berkata, "bagaimana hal ini bisa terjadi? Padahal aku telah melanggar semua perintah Allah SWT dan aku masih mendapatkan anugerah rahmat dan lutf Nya?" Bidadari tersenyum dan berkata, "pintu taubat selalu terbuka bagi manusia dan engkau telah memasuki pintu tersebut dan engkau disambut oleh Allah.
Allah selalu membukakan kedua tangannya kepada manusia yag bertaubat. Jalan untuk kembali selalu terbuka dan engkau cepat sadar dan engkau telah bersihkan wujudmu dari setan dan kehelapan." Dengan rasa heran dia memandang ke sekelilingnya dan melihat banyak sekali bidadari yang tengah sibuk merajut tirai-tirai dari cahaya dan sifat-sifat baik dalam hati dan dia bersujud dan berterima kasih kepada Allah dan berkata, "wahai Tuhanku, berilah aku hidayah seperti Engkau berikan kepada orang-orang yang telah Engkau beri hidayah, dan berilah aku keselamatan, seperti halnya Engkau beri keselamatan kepada orang-orang yang telah Engkau selamatkan, dan bimbinglah aku, seperti halnya Engkau bimbing orang-orang yang telah Engkau bimbing dan berilah aku kebaikan dan berkah disana, dan jagalah aku dari bencana yang telah Engkau tentukan kepadaku dan sesungguhnya Engkau yang menentukan segala sesuatu dan tidak ada yang menghukumiMu. Sungguh Engkau maha suci wahai Allah, aku mohon ampun kepadaMu dan aku kembali kepadaMu. Aku beriman kepadaMu dan aku bertawakal kepadamu. Tidak ada sesuatu dan kekuatanpun kecuali milikMu, wahai Allah yang maha pengasih."(mala Yahdurul faqih, juz 1, hal 48)
Hati dicuci dengan air mata taubat dan dimulailah perjalanan menuju cahaya dan membawa bekal pengalaman mengenal pos-pos setan.
KETAKUTAN SETAN DARI TAUBAT.
Iblis berteriak, "taubat! Taubat! Taubat! Aku sangat tidak suka kepada taubat dan orang yang bertaubat, dengan mendengar dan melihatnya aja seluruh badanku sangat tersiksa dan sekarang engkau tengah menyiksaku. Berhentilah. Aku mengerti bahwa jalan taubat tetap terbuka bagi manusia sampai saat nyawanya berada di tenggorokannya. Tetapi aku juga tidak akan tinggal diam dan setiap hari aku akan terus menyesatkan manusia. Aku akan duduk di pos-pos kelalaian kecil, sehingga aku akan membenamkan manusia ke dasar neraka dan aku akan menari-nari girang diatas tubuhnya dan aku memenuhi cawan minumanku dari api neraka karena keberhasilan ini."
Dikutip dari buku "Semalam bersama setan".
Pengarang oleh Alieh Hamedani.
Hatinya menengadah ke langit, dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya, dia memanggil Allah, dan ketika itu dia jatuh ke tanah dan pingsan. Ketika dia sadar, dia menyaksikan sebuah kebun, yang bibit-bibit pohonnya baru ditanam dan terdapat sebuah sungai dalam dirinya dan suara aliran air yang terdengar merdu, seakan-akan berkata, "wahai Allah." Burung-burung beterbangan dan para bidadari membawakannya sebuah nampan yang penuh dengan buah-buahan dan makanan-makanan surga kepadanya. Bidadari yang lain tengah mengobati luka-lukanya dan terpancar cahayanya dari sebuah lubang dalam dirinya dan menerangi seluruh wujudnya.
Dia mendekati bidadari tersebut dan bertanya, "dari mana asal rahmat, keindahan dan bau wangi ini? Siapa kalian sebenarnya?" Bidadari tersebut tersenyum dan berkata, "ini semua dari Allah dan aku diperintahkan oleh-Nya untuk menjagamu. Allah mmeberikan rahmatnya kepadamu." Dia berkata, "bagaimana hal ini bisa terjadi? Padahal aku telah melanggar semua perintah Allah SWT dan aku masih mendapatkan anugerah rahmat dan lutf Nya?" Bidadari tersenyum dan berkata, "pintu taubat selalu terbuka bagi manusia dan engkau telah memasuki pintu tersebut dan engkau disambut oleh Allah.
Allah selalu membukakan kedua tangannya kepada manusia yag bertaubat. Jalan untuk kembali selalu terbuka dan engkau cepat sadar dan engkau telah bersihkan wujudmu dari setan dan kehelapan." Dengan rasa heran dia memandang ke sekelilingnya dan melihat banyak sekali bidadari yang tengah sibuk merajut tirai-tirai dari cahaya dan sifat-sifat baik dalam hati dan dia bersujud dan berterima kasih kepada Allah dan berkata, "wahai Tuhanku, berilah aku hidayah seperti Engkau berikan kepada orang-orang yang telah Engkau beri hidayah, dan berilah aku keselamatan, seperti halnya Engkau beri keselamatan kepada orang-orang yang telah Engkau selamatkan, dan bimbinglah aku, seperti halnya Engkau bimbing orang-orang yang telah Engkau bimbing dan berilah aku kebaikan dan berkah disana, dan jagalah aku dari bencana yang telah Engkau tentukan kepadaku dan sesungguhnya Engkau yang menentukan segala sesuatu dan tidak ada yang menghukumiMu. Sungguh Engkau maha suci wahai Allah, aku mohon ampun kepadaMu dan aku kembali kepadaMu. Aku beriman kepadaMu dan aku bertawakal kepadamu. Tidak ada sesuatu dan kekuatanpun kecuali milikMu, wahai Allah yang maha pengasih."(mala Yahdurul faqih, juz 1, hal 48)
Hati dicuci dengan air mata taubat dan dimulailah perjalanan menuju cahaya dan membawa bekal pengalaman mengenal pos-pos setan.
KETAKUTAN SETAN DARI TAUBAT.
Iblis berteriak, "taubat! Taubat! Taubat! Aku sangat tidak suka kepada taubat dan orang yang bertaubat, dengan mendengar dan melihatnya aja seluruh badanku sangat tersiksa dan sekarang engkau tengah menyiksaku. Berhentilah. Aku mengerti bahwa jalan taubat tetap terbuka bagi manusia sampai saat nyawanya berada di tenggorokannya. Tetapi aku juga tidak akan tinggal diam dan setiap hari aku akan terus menyesatkan manusia. Aku akan duduk di pos-pos kelalaian kecil, sehingga aku akan membenamkan manusia ke dasar neraka dan aku akan menari-nari girang diatas tubuhnya dan aku memenuhi cawan minumanku dari api neraka karena keberhasilan ini."
Dikutip dari buku "Semalam bersama setan".
Pengarang oleh Alieh Hamedani.
Langganan:
Postingan (Atom)