Kamis, 10 Januari 2013

MINUMAN PENDUDUK NERAKA

Kemudian iblis berkata, "aku mempunyai tujuan tertentu dalam menyesatkan manusia. Dengan sifat tercela riya aku membawa manusia menjadi tamu api neraka yang mana minumannya berasal dari bahan-bahan yang busuk dan pakaian orang seperti ini berasal dari api."
Aku berkata, "hai iblis, dalam al-Qur'an aku pernah membaca berkenaan dengan minuman yang akan disuguhkan kepada para penghuni neraka. Aku berlindung kepada Allah dari minuman seperti itu yang tidak akan memabukkan, tetapi hasil dari meminumnya tidak lain adalah penyesalan karena umurnya telah disia-siakan."
Al-Qur'an menjelaskan, 'bagi mereka disediakan minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.' (QS.Al-A'nam:70).
Dihadapannya ada neraka jahanam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah. Diminumnya air nanah dan hampir dia tidak bisa menelannya dan datanglah bahaya maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati; dan dihadapannya masih ada azab yang berat." (QS.Ibrahim:15-16).


RIYA, PENYAKIT HATI.


Beberapa tahun yang lalu diantara teman-teman kuliahku, aku mempunyai seorang sahabat yang sangat menonjol dalam masalah ibadah, keruhanian, dan menjalankan masalah-masalah agamanya diantara teman-teman yang lain. Sebagian teman yang lain pun mendekatinya dengan perkataan yang makruf. Diantara mereka seperti guru dan murid, sebagian teman-teman sangat memperhatikan dan menerimanya, bahkan tindakan dan tingkah lakunya dijadikan panutan dalam kehidupan mereka. Semua perbuatan dan tingkah lakunya benar-benar membuat kami tertarik kepadanya.
Makanya hanya sedikit, banyak berpuasa, malamnya dihidupkan dengan ibadah dan menyayangkan ketika melihat orang yang berhura-hura, sehingga semua orang berfikir ini apa yang dia lakukan untuk mengingat Allah dan perkataan sayangnya adalah sayang untuk menyia-nyiakan hari yang terbuang. Dari penampilannya dia berpenampilan sesuai dengan perintah agama dan membicarakan kenikmatan beribadah kepada teman-teman yang lain. Tetapi aku tidak seratus persen percaya atas semua perbuatannya karena aku melihat dia begitu senang menceritakan perbuatannya kepada orang lain atau dia melakukan sesuatu perbuatan yang mengharapkan semua orang melihatnya. Dari matanya terlihat sesuatu yang aneh ketika teman-temannya memujinya.
Aku menduga orang ini terkena penyakit hati yaitu riya dalam ibadah dan amal perbuatannya dan yang diinginkan olehnya pertama adalah mendapat keridhaan orang lain atas semua ibadahnya ketimbang keridhaan Allah. Ini berarti ia masuk kedalam kebodohan yang mutlak, yang tidak ada jalan lain kecuali masuk kerumah setan. Setan selalu mendengar lonceng dan waspada, sehingga dengan cepat membuka pintu orang-orang seperti ini.
Al-Qur'an berfirman, "mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali." (QS.An-Nisa:142).
Jika suatu hari kita terkena penyakit riya, maka kita harus segera mengobati diri kita sendiri. Hai manusia bodoh, bagaimana engkau bisa berdakwah dengan keimanan sedang engkau tidak punya malu, padahal engkau telah meninggalkan ketaatan dan ibadah untuk Allah, engkau menjanjikan mereka kesenangan abadi Allah dan bersama-sama di surga Allah, sedangkan engkau telah menjualnya dengan pujian hamba-hamba yang lemah. Atau engkau telah membatalkan ibadahmu karena orang-orang di sekelilingmu dan engkau berhak mendapatkan azab Ilahi. Engkau tidak punya malu, untuk mendapatkan pujian orang lain kepadamu engkau memanfaatkan ibadah dan ketaatan yang riya kepada Allah. Engkau telah melecehkan ibadah dan engkau tidak takut atas amarah dan permusuhan Allah. Barangsiapa yang tidak menginginkan keridhaan Allah, maka akan mencari keridhaan manusia dan menjadikan Allah dan makhluknya sebagai musuh.


Sumber dari buku Semalam Bersama Setan.
Oleh Alieh Hamedani.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar