Aku berkata, "kamu berkata benar, hai iblis. Pasukanmu adalah kaum wanita lemah iman, kesia-siaan, dan amarah. Rasulullah SAW bersabda, 'tiada pasukan iblis yang lebih kuat dari pada wanita dan amarah."
Iblis menimpali, "benar. Kaum wanita adalah setengah dari pasukanku. Mereka bagai butiran peluru yang kemanapun aku tembakkan tidak pernah meleset. Aku berperang melawan kaum pria, bahkan kaum wanita sendiri dengan memperalat wanita.
Aku bertanya, "ketika mendapat laknat dan kutukan orang-orang saleh, apakah kamu juga meminta bantuan kaum wanita untuk mencapai tujuanmu?"
Iblis menjawab, "ketika berjumpa dengan Nabi Yahya as, dia bertanya, 'hai iblis terkutuk, apa yang membuatmu senang dan bahagia?'
Aku menjawab, 'wahai Nabi Allah, kaum wanita lemah iman merupakan umpan dan binatang peliharaanku. Harapanku terhadap mereka sangat besar sekali. Tetapi ketika orang-orang saleh mengalahkanku dan memporak porandakan bala tentaraku, serta membuatku dilaknat dan dikutuk, maka aku akan pergi ke tempat wanita-wanita yang imannya lemah dan tidak bertakwa. Kemudian aku merasa senang bersama mereka. Kami memiliki andil besar dalam setiap perbuatan mereka. Dengan demikian aku beroleh ketenangan. Sekiranya kaum wanita lemah iman bukan berasal dari anak keturunan Adam, niscaya aku sudah bersujud dihadapan mereka. Merekalah yang paling menggembirakan hatiku."
Aku berkata, "hai iblis, wanita lemah iman merupakan pasukanmu. Merekalah yang mengokohkan punggungmu dan membuat matamu berbinar. Melalui perantara wanita lemah iman ini, kamu menggoda manusia dan menyeret mereka kedalam dunia gelap. Kamu memperalat jasad, ruh dan jiwa mereka demi menyeret umat manusia ke jurang neraka."
Iblis tertawa puas seraya berkata, "mudah-mudah kedua orangtuaku menjadi tebusan kaum wanita seperti ini. Jika mereka tidak ada, maka aku tidak akan mempunyai kekuatan menggoda manusia. Melalui perantara mereka, dengan mudah aku sesatkan iman dan takwa kaum pria. Tumpuan harapanku hanya kepada kaum wanita seperti ini. Dalam beberapa kasus aku banyak belajar dari mereka dan menjadi murid dalam kelas kehidupan mereka."
Aku berkata, "dalam beberapa buku diriwayatkan bahwa iblis terkutuk memberi nasehat kepada Nabi Musa as dengan mengatakan, 'Hai Musa, jangan pernah kamu berada di sebuah tempat sepi bersama wanita non-muhrim. Sebab, setiap pria yang berduaan dengan wanita asing, aku akan menjadi pihak ketiga disana. Sedemikian rupa aku membisikkan kejahatan di hati mereka sehingga mereka melakukan suatu perbuatan yang menimbulkan fitnah diantara mereka.' (kitab safinatul bihar, juz 1, hal 375).
ayahku selalu menasehati, 'pria dan wanita non-muhrim bagaikan api dan kapas. Jika iblis membisikkan kejahatan di hati mereka, maka mereka terseret kearah kehancuran.'
Nabi Muhammad SAW berkata, 'sedemikian rupa aku takut kepada wanita yang tak beriman, sehingga aku tidak takut kepada siapapun.'
Imam Shadiq as berkata, 'memandang wanita non-muhirm merupakan salah satu anak panah iblis. Celakalah, pandangan mata yang menyebabkan kerugian panjang." (kitab stawal wal ikobula'mal, Syech Shoduq, hal 569).
Sumber dari buku Semalam bersama setan.
Oleh Alieh Hamedani.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar